Home General 8 Tips dan Hal Penting yang Harus Diingat Ketika akan Menjual Rumah

8 Tips dan Hal Penting yang Harus Diingat Ketika akan Menjual Rumah

2
SHARE

8 Tips dan Hal Penting yang Harus Diingat Kalau Mau Menjual Rumah

Banyak hal yang melatarbelakangi seseorang untuk menjual rumah. Ada yang memang butuh uang, ingin pindah ke lokasi yang lebih dekat dengan tempat kerja, ingin rumah dengan ukuran berbeda, dsb. Namun semuanya memiliki tujuan inti yang sama, yakni pengin menjual dengan harga selayak mungkin.

Menjual rumah tentu beda urusannya dengan menjual barang lain. Tak jarang, perkara ini membuat kita stress. Banyak hal yang dipikirkan atau dipertimbangkan. Salah-satunya tentu tak jauh dari pematokan harga serta waktu yang kadang kepepet.

tips menjual rumah biar cepat laku, tips menjual rumah cepat, tips menjual rumah di internet, tips menjual rumah yang masih kpr, tips menjual rumah agar cepat laku

Pikiran yang keruh kadang membuat kita luput untuk melakukan beberapa hal, yang ternyata penting dilakukan sebelum menjual tempat tinggal. Apa saja? Jom!

1. Menyiapkan Dokumen Penting Rumah

Siapapun calon pembelinya, dokumen penting rumah akan menjadi pertimbangan penting. Pembeli perseorangan, agen real estate, lembaga, dsb, tak akan melakukan gerakan lebih lanjut jika dokumennya saja tak terjamin. Untuk itu, pastikan kita merapikan dulu segala sesuatunya. Entah itu sertifikat rumah, surat kuasa (jika ada), pajak, dsb. Jika ada sesuatu yang belum beres, tentu kita musti mengurusnya lebih dulu.

2. Mengatakan yang Sebenar-benarnya

Jujur jadi kunci terbaik dalam segala transaksi, termasuk juga terhadap pembeli potensial rumah kita. Jika kita mengatakan luas rumahnya berukuran 120 meter persegi, namun ketika diukur ulang hanya 100 meter persegi, kemungkinan besar pembeli akan membatalkan penawarannya. Mereka akan mencari penjual rumah lain yang lebih berterus terang.

Kalaupun akad jual beli sudah terjadi, kita tak lantas lepas dari ancaman. Bisa jadi si pembeli melayangkan tuntutan. Dan tentu saja, keterkaitan hukum akan membuat segala sesuatunya jadi rumit. Untuk menghindari tersebut, baiknya kita mengatakan yang sebenarnya mengenai kondisi rumah.

3. Bersih-Bersih dan Beres-Beres

Kita memang sudah memutuskan hendak meninggalkan rumah lama. Namun, hal itu tak berarti kewajiban untuk bersih-bersih rumah jadi hilang. Kita justeru musti semakin intens menjaga kebersihan dan aromanya. Terkadang, kedatangan calon pembeli itu tak terduga.


Kita juga musti memastikan beberapa bagian rumah yang rusak sudah diperbaiki. Entah itu atap yang bocor, engsel pintu yang rusak, pintu kayu yang lapuk, dsb. Rumah yang terlihat tak terawat biasanya akan cepat menurunkan minat pembeli. Selain menganggap calon huniannya kumuh, kesan kurang nyaman atau menyeramkan juga bisa tercipta.

4. Mengamankan Barang Pribadi

Ketika calon pembeli melakukan “inspeksi” ke dalam rumah, mereka tentu melihat-lihat sekitar. Ada bayangan tersendiri ketika melihat ruang tamu, ruang makan, kamar, dapur, dsb. Mereka lebih fokus pada penataan atau dekorasi sendiri ketimbang dengan apa yang sudah ada di hadapan. Untuk itu, kita musti segera mengosongkan segala pernak-pernak yang tak terlalu diperlukan. Item pribadi lain seperti pajangan poto sendiri dan keluarga juga harus segera diamankan.

5. Memperhatikan Area Luar Rumah

Selain bagian dalam, orang mengajukan penawaran juga kemungkinan akan melihat-lihat bagian luarnya. Halaman, taman, atau kolam yang luas sudah jadi poin plus tersendiri. Namun hal itu bisa juga berbalik jadi minus jika ternyata kondisinya kotor dan tak terawat. Sebelum hal itu terjadi, kita bisa segera mensiasatinya.

6. Melakukan Perbaikan atau Improvisasi yang Diperlukan

Rumah yang bagus pasti memiliki nilai jual yang tinggi. Namun kita tak perlu menguras dana terlalu besar untuk merenovasi total rumahnya. Ada beberapa trik yang bisa jadi alternatif. Misalnya dengan mengecat bagian eksterior rumah, mengganti lampu depan, menghias beranda dengan pot bunga, dsb.

7. Menentukan Harga

Langkah yang satu ini terbilang gampang-gampang susah. Kita musti mempertimbangkan aneka faktor agar penentuannya tak terlalu tinggi atau rendah. Harga yang tak masuk akal akan membuat calon pembeli ngacir. Karena itu, langkah baiknya untuk menyesuaikan dengan harga pasaran yang tengah berlaku. Namun kita juga bisa menetapkan nominal yang sedikit unggul jika memang memiliki keunggulan tertentu. Misalnya karena rumah kita di pinggir jalan, dekat dengan pusat perbelanjaan, ukurannya sangat luas, memiliki garasi, bonus kios, dsb.

8. Memasang Iklan

Semakin banyak yang tahu, semakin banyak juga kemungkinan kalau rumah kita akan segera laku terjual. Kita bisa menghubungi orang-orang terdekat mengenai niat ini. Kita juga bisa meniru-niru yang sudah-sudah, yakni dengan memasang pengumuman di depan rumah, lengkap dengan nomor kontaknya. Di zaman sekarang, internet atau media sosial juga patut diandalkan, dengan memasang photo dan contact personnya di setiap web jual beli rumah, tentu akan dapat mempercepat terjualnya rumah.

Menjual rumah jadi proyek yang cukup melelahkan. Namun tips-tips di atas paling tidak bisa membuat segala sesuatunya jadi mudah dan terarah. Para calon pembeli pun setidaknya menaruh minat lebih dulu, untuk kemudian membicarakan soal kesepakatan harganya. 8 Tips Menjual Rumah Supaya Cepat Laku #RD