Lazada Indonesia

25 Kesalahan Utama Kita Ketika Berbelanja atau Shopping di Supermarket

25 Kesalahan Utama Kita Ketika Berbelanja atau Shopping di Supermarket

Belanja atau shopping.

Aktivitas yang identik dengan transaksi jual-beli ini sudah jadi satu dari sekian aktivitas utama manusia. Kita berbelanja, sebab kita memang musti terus memenuhi kebutuhan hidup. Entah itu yang primer, sekunder, ataupun tersier.

Bagi sebagian orang, belanja merupakan kegiatan yang melelahkan. Namun sebagian lain justeru menganggap kalau belanja begitu menyenangkan. Tak jarang saking asyiknya, kita sampai lupa waktu, bahkan kebablasan menghabiskan uang.

Nah, ternyata ada beberapa kebiasaan yang ternyata cukup buruk jika terus diterapkan ketika belanja. Khususnya kalau kita tengah belanja di supermarket. Nah, apa saja? Jom!

tips belanja hemat ibu rumah tangga, tips belanja hemat di supermarket, tips belanja hemat untuk anak kost, tips belanja hemat bulanan, tips belanja hemat di singapore

1. Perut Kita Keroncongan

Keadaan perut yang sangat lapar memang begitu mengganggu. Konsentrasi kita jadi buyar. Kita pun cenderung untuk membeli apapun yang sekiranya bisa mengganjal kelaparan. Sayangnya, ketika di supermarket, makanan yang biasa jadi target merupakan junk food. Uang kita pun melayang untuk sesuatu yang tak memiliki banyak kandungan gizi, bahkan tak beberapa lama kemudian bisa lapar lagi.

2. Datang Tanpa Persiapan

Kita seringkali mampir ke supermarket tanpa rencana apapun sebelumnya. Hal ini terlihat simpel, padahal efeknya cukup berpengaruh. Apalagi kalau kita memang tengah memegang uang. Biasanya kita akan tergoda untuk membeli sesuatu yang tak terlalu dibutuhkan, memboyong benda yang sudah ada, atau justeru lupa membeli kebutuhan sebenarnya.

3. Membawa Uang Terlalu Banyak

Memang bukan salah kita kalau membawa dompet dengan isinya yang padat. Namun hal itu tak berarti kita bisa menghambur-hamburkan uang seenaknya. Lebih lagi ketika berada di supermarket. Beragam item tersedia dan uang kita berlebihan. Kondisi itu memungkinkan kita untuk belanja tanpa tanggung-jawab. Karenanya, bawa uang secukupnya, atau tambahkan sekadarnya saja.

4. Mengandalkan Ingatan, Menyepelekan Daftar Belanjaan

Ketika di rumah, biasanya kita selalu ingat akan benda-benda yang amat diperlukan. Tetapi kita seringkali begitu malas untuk membuat daftar, padahal list-nya cukup panjang. Kita pun beranggapan kalau ingatan saja sudah cukup. Namun begitu berangkat ke supermarket, pikiran sering teralihkan oleh hal lain. Tak ayal, sesuatu yang diperlukan lupa terbeli. Sebaliknya, sesuatu yang bersifat sunah justeru sudah ada di genggaman.

5. “Buta Budget”

Pengaturan budget dengan sikap kikir nan perhitungan itu sedikit lain. Dengan budget, kita justeru belajar untuk lebih bijak mengatur finansial. Sebab, seringkali ketika menginjakkan kaki di supermarket, kita tak tahu akan belanja dengan kisaran berapa. Jika sudah begitu, biasanya kita akan keenakan menguras uang. Padahal mungkin saja uang tersebut memiliki prioritas lain.

6. Menulis Daftar Belanjaan Setelah Berbelanja

Ada momen di mana kita pulang dari supermarket, lalu kemudian merasa bingung sebab sisa uangnya begitu tipis. Kita pun menghitung-hitung kembali daftar belanja berikut harga-harganya. Nahas, sebab aksi tersebut terbilang telat. Karenanya, pastikan untuk menuliskan rencana dulu, belanja kemudian. Bukan sebaliknya.

7. “Setia” Ke Satu Supermarket

Kesetiaan memang jadi sesuatu yang baik. Namun sebenarnya ada hikmah tersendiri ketika kita mencoba mengunjungi supermarket lainnya. Selain agar tak bosan, kita juga bisa membanding-bandingkan harganya. Kalau dihitung dari satu item memang tak seberapa, namun jika pembeliannya banyak, selisihnya tentu lumayan untuk ongkos, bensin, pulsa, atau membeli barang lain.

8. Keliru Mengambil Barang atau Salah Merk

Sebagaimana kita tahu, supermarket memberi kemudahan pada konsumen dengan meletakkan barang yang sama atau berhubungan di satu tempat. Namun tentu saja brand dan variannya berbeda-beda. Ada sabun merek A, B, C, dll. Ada popcorn rasa cokelat, durian, keju, dll. Ada juga kemasan yang mirip shampo, namun ternyata conditioner. Pastikan untuk teliti jika tidak ingin salah membeli, yang berarti uang habis untuk sesuati yang bukan prioritas.

9. Menghabiskan Waktu Di Bagian Produk

Aneka produk terlihat ada di mana-mana di supermarket. Baik itu makanan, pembalut, lulur mandi, kue kaleng, dsb. Biasanya mereka menempatkan berbagai produk, khususnya yang tengah banyak dicari atau paling laris, di bagian depan. Trik itu menjadikan produk-produk tersebut sebagai magnet penyedot konsumen. Produk juga disimpan di tengah-tengah, lokasi di mana para pembeli biasanya berkeliaran. Kita pun sering terlena dan tanpa terasa memasukkan produk demi produk ke wadah atau troli belanja. Padahal kita sedang memerlukan kebutuhan penting lain seperti sayur, buah, minyak goreng, dsb.

10. Membeli Lebih dari yang Dibutuhkan

Supermarket memiliki aneka trik yang membuat pelanggan terus tertarik. Misalnya diskon, bonus, kupon, atau tawaran menarik lainnya. Namun sebaiknya kita lebih jeli lagi. Pertimbangkan saja penawaran seperti barang dengan setengah harga, atau item yang memiliki bonus benda-benda yang suatu saat sudah pasti terpakai. Entah itu tissue, baterai, cairan pembersih lantai, dsb. Tak perlu terlalu terlena untuk membeli sesuatu karena berbonus, padahal itemnya ternyata tak memberikan daya guna.

11. Jatuh Hati Pada Troli

Enaknya belanja dengan troli, kita tak perlu menanggung beban belanjaan. Tinggal geser sana-sini sambil memasukkan aneka produk. Namun efek buruknya, kita akan “merasa tak enak” jika mendorong troli dengan belanjaan yang sedikit. Karena itu, ada sugesti tersendiri untuk terus menambah belanjaan. Kontras dengan wadah biasa. Semakin berat, kita akan semakin teringatkan kalau belanjanya sudah banyak.

12. Sering Tergoda Pada Sesuatu yang Terlihat Segar-segar

Melihat buah atau sayur segar di refrigerator supermarket memang menyenangkan. Kita selalu tertarik untuk mengambilnya. Padahal rasa dan nutrisinya sedikit berbeda dengan makanan segar yang langsung diambil dari pohonnya, atau yang dijual di pasar tradisional higienis. Sesekali memang tak apa, namun sebaiknya tidak ketergantungan. Begitu juga dengan aneka makanan kaleng.

13. Terlalu Percaya kalau Semua yang Dijual itu Sehat

Menjelang lebaran atau hari besar lain, pihak terkait kerap melakukan sidak ke beberapa pusat penjualan. Sudah ada beberapa kasus, di mana petugas menemukan makanan yang ternyata sudah kadaluarsa. Untuk itu, pembeli musti lebih hati-hati. Kita juga musti meneliti kembali kandungan yang terdapat dalam tiap produk. Kadang kita asal ambil makanan, tanpa tahu ternyata kalorinya cukup banyak.

14. Terlalu Percaya Pada Harganya

Selain bersih dan praktis, orang gemar belanja di supermarket juga karena alasan harganya. Tak perlu ada negosiasi, kita sudah percaya sepenuhnya. Padahal kalau lebih diperhatikan, ada saja beberapa item yang lebih murah di pasar tradisional. Entah itu bahan sembako, handuk, tisu toilet, seprai, dsb.

15. Terlalu Setia Pada Produk Khusus di Supermarket

Kalau sudah cocok, kita memang cenderung setia. Misalnya sudah biasa minum susu X atau ngemil snack Y. Sayangnya, yang kita tahu, produk itu hanya dijual di supermarket. Kita pun harus balik ke pasar modern tersebut hanya untuk mendapatkan produk yang sudah biasa dikonsumsi. Kedatangan kita kemungkinan akan mengundang pengeluaran lain. Oleh karenanya, tak ada salahnya untuk mencoba produk lain di luar. Siapa tahu lebih baik, lebih murah, dan lebih sehat.

16. Matanya Enggak Jelalatan

Biasanya pihak supermarket menempatkan produk andalan di rak-rak yang bisa dijangkau mata para pembeli. Produk andalan itu kerap dipakai sebagai perangsang. Padahal siapa tahu ada beberapa produk bagus yang lebih sehat, yang terdapat di spot-spot lain. Entah itu di atas, di bagian bawah, atau memang di area belakang. Walau mungkin lebih mahal dan kurang terkenal, namun produk berkualitas itu patut kita pertimbangkan.

17. Sering Tergoda Membeli Daging-dagingan

Kemasan daging di supermarket memang sering membuat kita gatal untuk segera memboyongnya. Padahal harganya tidaklah murah. Lagipula terlalu banyak asupan daging juga kurang baik untuk kesehatan. Sementara kalau menguranginya, kita akan tergugah untuk memilih makanan lain yang lebih sehat, baik itu sayur atau buah-buahan.

18. Jadi Hobi Membeli Makanan Premade/ Makanan Beku Cepat Saji

Kita tentu serasa terbantu ketika pengin salad tapi malas mempersiapkan segala sesuatunya. Tinggal beli kemasan premade-nya di supermarket, lalu disiapkan sebentar, dan langsung tinggal makan. Namun kebiasaan ini akan menguras uang. Kita juga jadi kehilangan kesempatan untuk mengolah makanan sendiri yang barangkali lebih higienis dan sehat.

Mereka juga menyediakan alternatif lauk-pauk kala kita terlalu sibuk atau lelah untuk memasak. Ada nugget beku yang sewaktu-waktu bisa dijadikan teman nasi. Padahal harganya cukup mahal, sementara kandungan nutrisinya tidak sekaya daging ayam aslinya.

19. Menyepelekan Merek Supermarket Sendiri

Disamping menjual produk dari brand lain, supermarket yang sering kita kunjungi biasanya menawarkan item khusus juga. Entah itu kapas, cereal, produk pembersih, dsb. Padahal harga yang mereka tawarkan lebih terjangkau, namun kita seringkali lebih memilih merek yang sudah ternama, walau pun harganya lebih mahal. Suatu saat, kita bisa mencoba produk dari supermarketnya sendiri. Selain lebih murah, bisa jadi kualitasnya setara atau justeru lebih unggul.

20. Mengajak Anak-anak

Tak ada yang salah dengan mengajak anak. Namun jika bisa, lebih baik mereka menunggu di rumah saja. Ketika diajak, biasanya mereka akan rewel dan terus menggerutu agar dibelikan ini-itu. Selain itu, “mengasuh” anak di pusat keramaian seperti supermarket juga bukan ide yang keren. Apalagi kalau kita merupakan pribadi yang terlalu fokus pada kegiatan belanja, sehingga anak jadi kurang diperhatikan.

21. Terlalu Nurut Pada Anak

Jangankan anak-anak, kadang kita sendiri mudah jatuh pada rayuan supermarket. Namun namanya juga anak-anak, mereka seringkali tak ragu-ragu untuk merengek agar keinginannya terkabul. Hal ini tentu bikin kita malu sekaligus mumet, sehingga kita pun menyerah dan menuruti semua keinginannya. Kita pun musti mengeluarkan dana lebih, sekaligus memboyong sesuatu yang bahkan tidak dibutuhkan sama-sekali. Untuk hal ini, kita bisa menerapkan sikap tegas pada mereka. Tak perlu ragu untuk menjawab “enggak boleh” atau “enggak bisa”. Sertai alasan seperti “enggak masuk daftar belanjaan” atau “uangnya enggak cukup”. Pastikan mereka tak bersifat konsumtif nantinya.

22. Membiasakan Diri untuk Rutin Berkunjung

Jarang rasanya kita membeli satu item saja dari supermarket. Hanya karena butuh pasta gigi, lalu kita hanya membeli benda itu saja. Biasanya, kita akan otomatis “membeli teman-temannya”. Karena itu, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, lebih baik kita membuat list belanja sekaligus. Jadi dalam sekali kunjungan, kita sudah mendapatkan apa yang dibutuhkan.

23. Berkunjung Di Jam-jam Ramai

Bagi sebagian orang, suasana ramai cukup mengganggu. Kita jadi tak bisa fokus, cukup terkesima dengan antuasiasme orang untuk belanja. Bisa jadi kita malah lupa membeli kebutuhan dan teralihkan pada sesuatu yang tidak dibutuhkan. Item yang fresh sperti roti atau buah pun kadang tak kebagian, atau terpaksa membeli yang kualitas dua. Agar leluasa, kita bisa datang di waktu santai. Entah itu saat jam kerja, weekend pagi, beberapa jam sebelum tutup, dsb.

24. Supermarket Jadi Surga Junk Food

Kita sudah tahu kalau sebagian makanan yang ada di supermarket memiliki kandungan nutrisi yang kecil. Namun kita malah “kecanduan” mengkonsumsinya. Apalagi semenjak supermarket menjadi medianya. Aneka merek, rasa, dan ukuran pun semakin menambah ketertarikan kita untuk terus berburu junk food. Padahal banyak cemilan lain yang lebih sehat. Ada buah-buahan, umbi-umbian, yoghurt asli, produk berbahan gandum, dsb.

25. Jadi Jauh dengan Ikan

Ada yang menggelengkan kepala ketika ditawari makan ikan karena baunya amis, tulangnya kerap menusuk, tidak bisa mengolahnya, mahal, atau mungkin sulit dicari. Namun bagaimanapun, kita tak bisa mengesampingkan nutrisi baik yang terkandung di dalamnya. Untuk itu, bukan tindakan yang salah kalau kita keluar dari supermarket dan pergi ke pasar ikan/ tradisional untuk membeli hewan air tersebut. Sesekali kita perlu mengganti menu dengan masakan ikan.

Baiklah. Demikian sedikit tips untuk sama-sama diperhatikan ketika berbelanja. Happy shoppingi! 25 Kesalahan Utama Kita Ketika Berbelanja atau Shopping di Supermarket. #RD