20 Cara Perawatan Kuku agar Tetap Cantik, Sehat dan Kuat

Posted on

Kecantikan kuku sudah jadi bagian penting dalam penampilan seseorang. Kini sebagian dari kita tak hanya memperhatikan perawatan wajah, pemilihan outfit, serta cara ber-make up. Kita juga cukup memusingkan bagaimana caranya agar kuku tampil elok secara maksimal.

Jika memiliki budget berlebih, orang memilih cara cepat lewat salon atau istilahnya pedicure medicure. Hasilnya pasti sangat bagus dan memuaskan. Sayangnya, kita jarang mengetahui bagaimana caranya agar kecantikan kuku itu bertahan lama. Apalagi orang memang lebih sering membagikan tips atau informasi seputar perawatan rambut dan kulit ketimbang kuku.

Meski demikian, berikut ini beberapa cara agar kecantikan, kesehatan, dan kekuatan kuku kita tetap terjaga. Jom!

kuku sehat berkat odol, kuku sehat alami, kuku sehat dan indah, kuku sehat dan kuat, kuku sehat seperti apa

1. Suplemen Biotin untuk Kuku Kuat

Suplemen ini sangat diperlukan, apalagi kalau kita kerap mengalami penebalan kuku atau justeru kukunya mudah patah. Para ahli pun kerap merekomendasikan suplemen ini agar kukunya lebih kuat dan tak sampai belah-belah. Untuk beberapa bulan, kita bisa mengkonsumsi setidaknya 2,5 mg suplemen ini.

2. Lemon untuk Kuku Berwarna Cantik Alami

Kadang kita sering terganggu dengan warna kuku yang nampak tak elok. Untuk menghadapi perubahan itu pun kita memerlukan zat yang membersihkannya. Salah-satu yang murah meriah yaitu menggunakan lemon. Cairannya bisa mengatasi kulit dari warna kekuning-kuningan. Caranya cukup dengan menggosok-gosokkan lemon selama beberapa hari atau minggu. Selain mempercantik warna alami, kuku juga tak akan terlihat pucat.

3. Cara Tepat Mengeringkan Cat Kuku

Dengan penggunaan cat kuku, tangan akan terlihat lebih cantik. Kita pun akan susah payah menjaganya, apalagi kalau keadaannya masih basah. Namun kadang kita salah kaprah dengan meniup-niupkan udara dari mulut agar cat kuku tersebut cepat kering. Hal yang terlihat simpel ini justeru ditakutkan akan merusak kualitas kuku. Ada baiknya cat kuku dikeringkan dengan cara natural, yakni oleh udaranya sendiri.

4. Melembabkan Kuku

Ada pertanda di mana kita musti rajin melembabkan kuku, yakni ketika kukunya terlihat merekah dan cepat patah. Untuk mensiasatinya kita bisa mengandalkan pelembab kuku secara rutin. Produknya sendiri banyak di pasaran, dan kita tinggal menerapkan salah-satu yang paling cocok.

5. Membersihkan Kutikula Kuku

Tak hanya kuku, kita juga musti rajin memperhatikan kebersihan kutikulanya juga. Kita bisa menggunakan minyak kutikula untuk mengeksekusinya. Jika tak ada, masih ada alternatif berupa minyak kelapa biasa atau kelapa sawit. Biasanya essential oil apapun memang cocok untuk menjalani misi perawatan kuku yang satu ini.

6. Tak Perlu Menggunakan Aseton

Aseton dipilih oleh beberapa orang untuk menghilangkan cat kuku. Namun ternyata zat yang satu ini memiliki efek lain, yakni membuat kuku kita merekah atau mudah pecah. Untuk itu, penggunaan zat ini tak dianjurkan lagi.

7. Tak Perlu Sering Melakukan Manicure

Pedicure dan manicure kerap jadi aji jitu untuk membuat kuku cantik seketika. Kita tak menampik hasilnya yang bagus. Namun faktanya, terlalu sering menerapkan treatment tersebut justeru membawa dampak kurang baik. Selain menguras dompet dan membuat kondisi kuku bisa berangsur-angsur buruk, kemungkinan kita juga akan mengalami kulit merah-merah di sekitarnya.

8. Sering Memotong Kuku

Jika kuku kita memang rapuh dan pecah-pecah, ada baiknya untuk segera memotong kuku tersebut. Keadaan itu akan merusak penampilan kuku. Kuku yang dipangkas rapi tentu terlihat lebih baik dan elok ketimbang dengan kuku panjang namun seperti tak terawat.

9. Jangan Terlalu Sering Menggunakan Remover

Banyak diantara kita yang keasyikan menggunakan remover, untuk kemudian mengoles cat kuku lagi dan lagi. Padahal kita tahu kalau pembersih itu mengandung bahan kimia. Dampaknya bisa terasa pada kerusakan kuku, dan bahkan area di sekitarnya.

10. Mengubah-ubah Penggunaan Shampo

Apa hubungannya? Nah, ternyata penggunaan sampo pun bisa memengaruhi kuku. Ketika rambut berminyak, kita cenderung menggunakan produk yang sekiranya membuat rambut lebih kering. Namun di saat yang sama, kuku kita yang sudah kering otomatis akan semakin kering lagi.

11. Jangan Melupakan Kuku Kaki

Bicara tentang kuku, kadang kita terfokus pada jari-jemari tangan saja. Padahal mustinya kita menyinggung kuku-kuku kaki juga. Kuku di kaki juga memerlukan perawatan layaknya yang sering kita berikan pada tangan. Minimal kita tetap mengusahakan untuk tetap menjaga kerapihan dan kebersihannya.

kuku cantik alami, kuku cantik dengan pedicure, kuku cantik dengan kutek dan selotip, kuku cantik tanpa ke salon, kuku cantik dengan nail art

12. Terus Melakukan Pengawasan Pada Kuku

Jika kita tak nyaman menggunakan cat kuku tertentu, ada baiknya untuk segera dibersihkan. Pastikan kita tidak menggunakannya lagi di kemudian hari. Demikian juga dengan bahan remover-nya. Zat yang mengandung kadar alkohol tinggi biasanya menjadi penyebab utama dari iritasi kulit kita.

13. Penggunaan Nail File

Nail file menjadi benda yang bertanggung-jawab dibalik kuku kita yang halus dan terbentuk. Namun dalam penggunaannya, kita sering kali menggesek-gesekkan alat tersebut ke sana-kemari. Padahal kita mustinya melakukan gerakan satu arah. Temponya pun perlahan, dengan demikian bentuknya bisa terpantau dan dikendalikan dengan baik.

14. Pemotongan Bagian Kutikula Kuku

Ternyata kita tak dianjurkan untuk memotong kutikula kuku. Padahal mayoritas orang memang hobi memangkasnya. Selain dianggap merisihkan, keberadaan kutikula membuat keindahan kuku jadi berkurang. Faktanya, kutikula bisa menjadi pelindung dari bakteri dan jamur.

15. Mengoles Cat Kuku

Kuku yang biasa atau telanjang cenderung nampak lembek atau lekas patah. Namun dengan benda yang satu ini, kuku jadi tak terlihat pucat dan mudah rapuh. Cat kuku memang tidak cuma berfungsi sebagai penambah elok. Kita pun bisa memilih shade atau corak mana yang cocok.

16. Jangan Menggosok-gosok Kuku Terlalu Keras

Semestinya kita tak perlu terlalu semangat ketika menggosok-gosok kuku, apalagi kalau sedang membersihkan cat kuku. Secara tidak langsung, aksi ini bisa melukai bagian kutikula. Kuku pun kemungkinan besar bisa rusak. Karena itu, alangkah baiknya untuk pelan dan lembut saja ketika menggosoknya.

17. Tak Dianjurkan Menggunakan Pengeras Kuku

Rupanya produk perawatan kuku yang satu ini belum diuji secara klinis. Untuk itu, para pengguna sejatinya tidak tahu apa dampak baik dan buruknya. Kita pun tidak dianjurkan untuk menggunakannya sesering mungkin.

18. Hindari Penggunaan Nail Extensions

Nail extensions menjadi trik sulap tersendiri bagi kuku yang pendek. Sebagian orang memang memiliki kesulitan ketika memanjangkan kuku, sebab sekalinya tumbuh, hasilnya selalu mudah rapuh. Oleh karenanya, teknik nail extensions pun kerap disodorkan. Namun ternyata, para ahli sendiri sudah menyatakan kalau usaha pemanjangan atau penyambungan kuku ini bisa mengundang bakteri dan jamur.

19. Keadaan Kuku dan Gambaran Kesehatan Organ

Siapa sangka, kuku bisa menjadi “jendela” dari kondisi organ dalam kita. Kuku berwarna setengah pink bisa jadi berkaitan juga dengan penyakit ginjal. Kuku yang cenderung berwarna pucat bisa menunjukkan gejala anemia. Kuku yang kekuning-kuningan bisa menunjukkan gejala penyakit liver atau diabetes. Sementara kuku yang tebal dan pertumbuhannya terbilang lambat bisa jadi pertanda akan penyakit paru-paru.

20. Batasi Kontak Kuku dengan Aneka Bahan Pembersih

Bahan pembersih yang ada biasanya mengandung zat kimia. Semakin sering melakukan kontak dengan kuku, semakin besar juga pengaruh bahan kimiawi tersebut terhadap kondisi kuku. Lama-lama kesehatan kuku bisa terusik, bahkan rusak parah.

 Demikian tips sederhana agar kuku kita bisa tetap tampil cantik, sehat, dan kuat. Pasti senang sekali kalau kita bisa menerapkan semuanya, ya. Kuku jadi indah tanpa treatment yang mewah. 20 Cara Perawatan Kuku agar Tetap Cantik, Sehat, dan Kuat. #RD