Fakta Unik dan Menarik Tentang Dragonfly atau Capung

Posted on

Serangga apa yang kamu suka?

Nampaknya pertanyaan ini akan membuat kita tercenung. Bagaimanapun, serangga bukanlah tipikal hewan yang banyak disukai orang. Hanya saja ada beberapa yang tidak terlalu berbahaya, “berwajah” sedikit indah, dan memiliki karakter yang unik. Sebut saja kupu-kupu, kepik atau kumbang imut, capung, dll.

Bicara tentang capung, pernahkah kita penasaran akan sesuatu yang mereka makan?

Sebagaimana kita ketahui, capung merupakan predator. Mereka terdiri dari capung dewasa, serta nimfa atau capung muda yang masih hidup di air. Keduanya terkenal sebagai pemburu, yang boleh jadi melahap serangga lainnya. Namun rupanya, asupan makanan mereka memang sedikit lain.

Capung Dewasa

deskripsi tentang capung, makalah tentang capung, mitos tentang capung, fakta tentang capung

Tiap kali ada serangga lain yang bisa ditangkap, capung akan segera melahapnya. Adapun serangga yang mereka incar yaitu nyamuk, lalat, kumbang, lebah, dll, termasuk sesama capungnya, khususnya yang berukuran lebih kecil darinya. Kalau ukurannya sangat besar, makanannya bisa semakin besar pula.

Capung dikaruniai taktik terbang yang handal, sehingga mereka mampu menangkap mangsa dalam keadaan melayang. Mereka bisa terbang cepat, melayang-layang di tempat, terbang mundur, serta menukik. Kaki-kakinya juga memiliki semacam kantong yang bisa meraup apapun korbannya. Jika sudah tertangkap, kecil kemungkinan untuk kabur. Apalagi capung akan segera melumatnya tanpa jeda.

Capung dewasa lain akan langsung membuka mulut dan memakannya, walau dalam keadaan terbang sekalipun. Namun ada juga yang memilih untuk memungut makanannya dengan cara memburu serangga yang hinggap, khususnya di atas daun atau batang. Sementara itu, capung yang belum terlalu dewasa dan berpengalaman akan melakoni cara aman. Mereka membidik ulat-ulat yang menggelantung di pohon.

Dragon Nimfa

Mereka belum bisa terbang bebas, sehingga hanya beraktivitas di area air. Mereka juga hanya menanti-nanti tumbuhan atau tanaman air yang sekiranya bisa dimakan. Namun begitu ada serangga yang melintas, mereka akan segera membeberkan labiumnya. Lalu dengan gerakan yang cepat, palpi mereka akan segera merenggut korbannya. Nimfa yang ukurannya besar bahkan bisa melahap kecebong atau ikan kecil sekalipun.

6 Pertanyaan-pertanyaan Umum Terkait Capung

#1. Kenapa sih Bahasa Inggris dari capung itu “dragonfly”?

Istilah dragonfly diperkenalkan dalam buku berjudul “Sylva Sylvarum: or a Natural Historie in Ten Centuries”, karya seorang ilmuwan Francis Bacon. Isinya berupa aneka percobaan, observasi, spekulasi, diskusi analisis, dll. Buku ini sendiri terbit pada tahun 1626. Sebelum tahun itu, dragonfly sudah ada namun namanya masih berbeda-beda. Ada yang menyebutnya sebagai devil’s riding horse, horse stinger, snake doctor, devil’s darning needle, dan juga adder bolt.

#2. Apa capung itu menyengat dan menggigit?

Tidak. Capung tidak menggigit, tidak juga menyengat. Kalau capungnya besar kadang-kadang memang menyakiti kulit ketika kita mencoba menyentuhnya. Namun serangan tersebut tak akan menghancurkan kulit. Capung tidak menggigit manusia. Adapun tonjolan yang mereka miliki sebenarnya bukan senjata tajam andalan mereka, melainkan merupakan tabung telur.

#3. Capung itu bisa hidup sampai berapa lama?

Umumnya siklus hidup capung terpendek yaitu sekitar 6 bulanan. Capung yang sudah besar atau dewasa bisa bertahan 6 hingga 7 tahun lamanya. Awalnya mereka berbentuk seperti larva, yang berhabitat di bawah permukaan air. Makanannya pun masih invertebrata lainnya. Dalam tahap ini, yang ukuran kecil bisa hidup sekian pekan untuk bisa terbang bebas. Sementara yang dewasanya bisa menghabiskan waktu sampai 4 bulanan. Beberapa penyebab umum kematian capung yaitu dari proses predasi, kecelakaan, dan bisa juga karena kelaparan.

#4. Apa yang menjadi musuh utama para capung?

Capung tentu saja memiliki musuh, yang menghalangi usaha pertahanan hidupnya. Di usia kecil saja mereka sudah menghadapi banyak lawan, yang tak lain merupakan pemangsa larva capung. Sebut saja katak, ikan, kadal air, invertebrata lain, dan bahkan capung yang lebih besar sekalipun. Begitu pun ketika capung beranjak dewasa. Mereka akan bermusuhan dengan katak atau kodok, laba-laba, burung, dan semua hewan yang memangsa capung.

#5. Bagaimana dengan kecepatan terbang seekor capung?

Sudah disinggung sebelumnya, kalau capung memiliki kemampuan terbang yang mumpuni. Adapun kecepatannya sangat tergantung akan jenis serta ukuran capung itu sendiri. Yang ukurannya sangat kecil akan terbang dengan kecepatan yang cenderung lambat. Sementara yang ukurannya besar bisa terbang dengan kecepatan 25 sampai dengan 30 mil tiap jamnya. Itu artinya, mereka bisa menjangkau jarak sepanjang 10 sampai 15m per-detik. Kalau sedang terbang biasa, rata-rata dari mereka berkecepatan 10 mil per jam. Tetapi capung ukuran sedang justru bisa menyaingi kecepatan seniornya.

#6. Bagaimanakah ketajaman atau kejelian mata capung?

Penglihatan capung memang keren. Hal ini tentu sangat menguntungkan, sebab mereka bisa melihat dan menangkap mangsa dengan mudahnya. Sekalipun capung tersebut tengah terbang melayang. Seperti serangga pada umumnya, capung pun memiliki mata majemuk. Dengan kata lain, mata mereka dikaruniai ribuan fitur atau angle. Resolusi masing-masing lensanya memang rendah, namun jika sudah dipadukan dengan fitur atau angle tersebut, hasilnya akan terlihat sangat jelas.

Bisa dibilang, capung sangat unggul dibanding serangga lainnya dalam hal penglihatan. Keunggulan ini tak hanya dimanfaatkan untuk memburu mangsa saja. Mereka juga memanfaatkannya sebagai upaya menghindari dari musuh, sekaligus mencari pasangan.

Demikian informasi terkait fakta-fakta tentang dragonfly atau capung. Fakta Unik dan Menarik Tentang Dragonfly atau Capung #RD