Lazada Indonesia

10 Fakta Unik dan Menarik Seputar Lalat Rumah

Musca domestica atau lalat rumah?

fakta unik lalat, makalah tentang lalat rumah, jurnal tentang lalat rumah, penelitian tentang lalat rumah, buku tentang lalat rumah, skripsi tentang lalat rumah

via : karangkraf.com

Sebagian dari kita mungkin merasa sangat akrab dengan serangga yang satu ini. Hampir setiap waktu kita berurusan dengannya. Entah ketika hinggap langsung di kulit, atau malah sedang sibuk menjejakkan kakinya di makanan dan minuman kita.

Namun apakah kamu mengetahui fakta-fakta lain dari makhluk tersebut? Jom!

1. Di mana manusia, di situ ada lalat rumah

Banyak yang berpendapat kalau lalat itu asli Asia Tengah. Tetapi mengingat peredaran mereka sudah hampir ditemui di seluruh bumi, rasanya tempat tinggal mereka memang mengikuti keberadaan umat manusia. Jadi tempat-tempat semacam gurun pasir, Antartika, atau beberapa pulau tak berpenghuni lain tak menggoda lalat untuk bermukim di sana. Bagaimanapun, mereka adalah makhluk synanthropic, yang menyerap keuntungan ekologis dari hewan dan manusia.

2. Lalat Rumah adalah serangga muda di masa evolusi

Menurut para ahli, serangga yang sebenarnya itu merupakan makhluk kuno. Mereka sudah hadir di bumi pada Periode Permian. Itu artinya, mereka eksis dari 250 juta tahun yang lalu. Kontras dengan lalat rumah, yang fosilnya saja diperkirakan berusia 70 juta tahunan.

3. Lalat rumah memiliki harapan hidup super pendek

Jika kondisinya baik-baik saja, atau tak ada serangan predator, lalat bisa tahan hidup sampai 6 hari lamanya. Fakta yang mengenaskan, tetapi juga mengandung hikmah yang sangat besar. Tercatat, mereka memiliki rekor bertelur sebanyak 120 buah. Bayangkan kalau usia mereka panjang, mungkin mereka sudah menjadi penghuni sebagian besar bumi ini.

4. Lalat rumah enggak doyan perjalanan jauh

Lalat rumah yang sedang berterbangan kerap menimbulkan bunyi dengung yang kadang sangat mengganggu. Rupanya gerak sayap lalat tersebut bisa 1000 kali tiap menitnya. Tetapi kenyataan tersebut tak lantas membuatnya sebagai makhluk yang kerap melakukan penerbangan jarak jauh. Gerakan mereka juga dibatasi, hanya ketika lingkungan memaksa saja. Area untuk berkeliarannya memang memiliki cakupan yang cukup sempit, sehingga jarak terbangnya hanya sekitar 1000 meter saja. Beda lagi dengan lalat rumah yang ada di pedesaan. Mereka bisa memperluas jarak untuk hinggap di pupuk atau kandang-kandang ternak. Sekali penerbangan jauh mereka bisa mencapai 8 km, bahkan rekor penerbangan jauh mereka mencapai 32 km.

5. Kotoran adalah hidup mereka

Hal-hal yang sering membuat kita jijik justru menjadi “syurga dunia” bagi lalat rumah. Entah itu kotoran, sampah, limbah, atau zat buangan lain. Tak ayal kalau spot-spot seperti tempat pembuangan sampah, tempat pupuk kandang, atau area busuk menjadi lokasi favorit mereka.

6. Sumber makanannya bersifat cairan

Mulut lalat itu seperti spons, yang mampu mengabsorpsi atau menghisap zat cair dengan baik. Sebaliknya, mereka tak mampu menaklukan makanan padat. Itu kenapa mereka lebih senang berdiam diri dalam genangan, atau mengubah makanannya menjadi bentuk yang lebih cair. Untuk itu, ketika lalat hinggap dalam benda padat, ia akan muntah pada benda tersebut. Muntahannya itu mengandung enzim tersendiri yang membantu pencernaannya.

7. Kaki bisa menjadi indera perasanya

Manusia menganggap enak atau tidaknya sesuatu menggunakan lidah. Tetapi lalat rumah serta kupu-kupu berbeda. Mereka bisa mengandalkan kakinya. Bagian tubuh tersebut kebetulan memiliki chemosensilla yang menjadi reseptor rasa. Letaknya ada di ujung bagian tibia dan tarsa. Atau dengan kata lain, ada di bagian bawah kaki. Jadi begitu hinggap, mereka bisa sekaligus mengicip cita rasanya.

8. Lalat rumah menjadi kurir aneka penyakit

Poin yang satu ini memang masuk akal. Habitatnya saja penuh dengan pathogen (mikroorganisme parasit), sehingga mereka sudah terbiasa mengangkut penyakit dari tempat ke tempat yang dihinggapi. Sesudah puas bermain di atas kotoran, lalu mereka mampir di makanan, maka sejak saat itu juga makanan tersebut penuh dengan bakteri. Belum lagi kalau makanan tersebut merupakan benda padat, di mana lalat akan muntah dan buang kotoran dulu. Jika diperkirakan, lalat bisa mengutus sekitar 65 penyakit. Ada disentri, salmonella, giardiasis, kolera, kusta, tipus, dsb.

9. Lalat rumah bisa berjalan dengan posisi terbalik

Selain bisa berteman dengan kotoran, keistimewaan lalat lain yaitu bisa menentang gravitasi. Mereka bisa melakukan manuver untuk terbang ke arah langit-langit. Mereka juga bisa memperpanjang ukuran kakinya. Belum lagi dengan masing-masing kakinya yang bisa mengeluarkan semacam cakar dan zat yang lengket. Mereka pun bisa pegangan di hampir semua permukaan, entah itu langit-langit atau pun kaca.

10. Lalat rumah BAB dengan jumlah banyak

Sesuai poin sebelumnya, lalat lebih senang dengan makanan cair. Hal tersebut bisa mempercepat dan melancarkan pencernaan. Karenanya, tiap kali hinggap, hampir dipastikan ia akan buang kotoran. Belum lagi ditambah dengan kebiasaannya untuk muntah. Ia memang senang akan kotoran. Tak hanya tempatnya, ketika makan pun, efeknya pasti selalu kotor. Namun kebiasaan tersebut sudah menjadi kodratnya. Asal kita memastikan kalau sang lalat tak hinggap, khususnya pada sesuatu yang akan kita lahap.

Kami tak menampik kenyataan kalau postingan ini bisa sedikit mengusik selera makan kita. Tetapi demikianlah pengetahuan bermanfaat seputar lalat yang bisa kami sharing. Semoga bermanfaat. 10 Fakta Unik dan Menarik Seputar Lalat Rumah. (DBS) #RD