Penistaan Agama & Pencemaran Nama Baik

Posted on

Penistaan Agama & Pencemaran Nama Baik

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘nista’ bisa berarti rendah, hina, tidak mengenakkan atau tidak sedap / tak elok didengar. Jadi, orang yang menistakan Agama adalah dia yang perbuatannya menghina atau merendahkan Agama.

Yang mengilik akal dan logika, mana mungkin Agama (apalagi Agama wahyu) bisa jatuh dan rendah derajadnya kemudian statusnya terpuruk ke zona degradasi alias menjadi hina? I don’t think so. Yang merendahkan Agama adalah kelakuan dan persepsi atau motif politik manusia sendiri.

Sholat jengkang-jengking tapi minggat dari rumah, menunggu duitnya beranak pinak dari kotak ajaib seraya munduk-munduk menyembah manusia sakit yang menabalkan diri sebagai raja di jaman android itu menghina Agama apa bukan? Ngecipris menukil segala ayat untuk kepentingan kontestan pilkada itu penistaan Agama atau bukan?

Komat-kamit merapal doa sambil mekangkang dan menghirup aspat itu penistaan Agama apa tipiring (tindak pidana ringan)? Cuma nonton sepenggal rekaman video yang kuat diduga hasil editan lalu menuduh orang menista Agama itu penistaan akal sehat atau bukan?

Sekarang pindah ke soal delik aduan pencemaran nama baik alias ‘defamation’ atau ‘libel’. Nama baik itu apa sih? Dan mahluk yang gemar lapor ke aparat dengan keluhan tercemar nama baiknya itu siapa sih? Bagaimana homo sapiens yang kelakuannya korup atau kontroversial, kata-katanya menjijikkan, provokatif dan track-recordnya memuakkan, bisa menuduh lawan politik telah mencemarkan ‘nama baik’nya? Nama baik, nama harum, kharisma, wibawa, kesalehan, kealiman, dan juga karomah, tak bisa ditakar dengan ilmu yurisprudensi. Yang menilai dirimu baik atau mbejijal itu orang lain, bukan udelmu, dukunmu atau prewanganmu.

Saya tidak membela, menyindir atau menyalahkan siapa-siapa. Saya cuma mau bilang, “di negeri ini bahasa pun sering dipelintir dan diperkosa oleh mereka yang merasa dirinya bijak cendekia dan mulia”.

Penistaan Agama & Pencemaran Nama BaikArif Subiyanto