Lazada Indonesia

Mengapa Salahkan Sari Roti ?

Sebaiknya kalian mengerti bahwa perusahaan besar di negara hukum terikat oleh code of conduct: ada pasal-pasal dalam peraturan maupun kode etik yang mengatur perilaku dan tata cara berniaga. Mereka tak boleh berpolitik.

Jadi dalam konteks ini sungguh konyol, misalnya ada perusahaan roti bermerek Anu menyatakan dirinya menjadi sponsor gerakan anu. Bayangkan jika saya bikin gerakan super damai untuk melengserkan pimpinan yang saya anggap kafir atau asu.

Ribuan massa tumpah ruah ke jalan, dan lapangan dipenuhi spanduk bertuliskan, misalnya, “Gerakan ini didukung oleh Kartu XL, Coca Cola, Kecap Bango, Rinso, Toyota Astra, Viva Cosmetics, Revlon…” dan mereka berlomba-lomba bagikan kartu perdana gratis, kecap gratis, bedak gratis dan sebagainya.

Macam apa jadinya? Apa perusahaan-perusahaan itu gak diamuk dan diboikot masyarakat dari kubu lainnya? Makanya tolong mari berpikir rasional.

Pengumuman resmi Sari Roti yang menyanggah menyediakan roti gratis sebagai dukungan gerakan super damai itu samasekali tak salah dan sudah semestinya. Apa itu berarti mereka menolak gerakan super damai? Logikanya di mana? Ribuan pegawai perusahaan itu pasti ada yang Muslim juga.

Yang pasti terimbas nasibnya kalau perusahaan mereka modar dan bangkrut. Mikir to, mikir. Bolehlah bangga jadi kaum mayoritas yang perkasa. Makin hebat pasti jika mayoritas itu sareh, rasional, pintar, pemaaf dan luas wawasannya. Jangan musuhi roti yang nggak tau apa-apa.

Musuhmu itu jelas: tukang adu domba yang bisa menyaru jadi apa saja! Gunakan keimanan dan akal budimu itu untuk melawan mereka, sebab saat bangsa ini gaduh dan tersungkur, mereka bersuka-suka.

Jangan Salahkan Sari Roti : Arif Subiyanto