Psikologi Perkembangan Laki-laki (phallic developmental psychology)

Psikologi perkembangan lelaki (phallic developmental psychology) menurut Arif Subiyanto

0-10 tahun: masih koplo, kekanak-kanakan, pecicilan dan sebagainya. Belum paham betul untuk apa wanita harus ada.

10-15 tahun. Mulai tumbuh kesadaran sebagai organisme pejantan dengan segala superioritas subyektifnya. Mulai penasaran pada wanita, coba-coba memikat dan menaklukkan mereka.

15-20 tahun. Mulai paham perbedaan azasi antara lelaki dan perempuan. Dalam berbagai kasus mereka bisa memikat lawan jenis dan menguasai hati & pikirannya, tapi pada level usia ini lelaki masih sibuk sendiri dengan dunia dan cita-citanya. Sulit diandalkan, diharapkan, apalagi dimintai pertanggungjawaban.

20-25 tahun. Sexually mature & well-developed. Physically robust and very masculine. Sebagian sudah sangat paham lekuk liku perempuan dan sebagian sudah mendapatkan jodohnya. Tapi pada umur sekian laki-laki masih sulit diharapkan mengerti dan memuaskan perempuan dalam arti yang sesungguhnya sebab ego dan emosi mereka belum stabil.

25-30 tahun. Lelaki mulai menemukan kedewasaannya tapi belum sepenuhnya matang, sebab pada usia ini dia sedang sibuk berjuang menegakkan ekonomi rumahtangga dan mengejar ambisi, mewujudkan cita-cita / misi hidupnya. Perempuan yang menikahi lelaki seumur itu musti toleran dan tabah.

30-35 tahun. Lelaki umumnya sudah mampu melihat jelas peta hidupnya. Usaha dan perjuangan hidupnya sedikit-demi sedikit berbuah kesuksesan. Pada usia ini lelaki ibarat burung merak pejantan: egois pol dan merasa sangat dibutuhkan. Dia begitu bangga menikmati peran sebagai pencari nafkah yang sukses menghidupi anak-istrinya.

35-40 tahun. Lampu kuning buat perempuan. Suami lagi sukses-suksesnya, mereka hebat, tajir dan makin kelimis saja. Lelaki merasa powerful dan surplus kreatifitas & pesona. Uang dan posisi / jabatannya bisa menghadirkan apa saja yang diinginkannya. Inilah fase kedua di mana dia mulai gemar tebar pesona, menjajal kiat baru memikat wanita. Satu-satunya yang bisa mencegah kenakalan dia cuma ilmu agama atau istri yang posesif galak macam singa betina.

40-45 tahun. Kalau laki-laki bisa lolos dari cobaan iman fase puber ke-2, keluarga bisa selamat aman terjaga, bahagia sejahtera. Pada umur ini lelaki yang waras otaknya akan fokus memikirkan masa depan anak-anak dan bininya.

45-50 tahun. Laki-laki mulai belajar berdamai dengan realitas hidupnya. Bisa terima kegagalan dan kekurangan dirinya sambil terus berusaha memperbaiki kualitas diri sebagai ayah, suami dan kekasih bagi istrinya.

50-55-60 tahun. Lelaki mulai pasrah diri dan makin tergantung kepada istrinya. Dia mulai punya keluhan kesehatan dan sering lupa. Tanpa dikawal istri yang setia, dia bisa lupa minum obat atau lupa kontrol ke dokter. Banyak hal yang dipasrahkan kepada istri, termasuk masalah keuangan dan kesehatan dirinya.

Itu adalah pola siklus lelaki normal. Yang tidak normal ya ada, misalnya lelaki bau tanah yang obral duit 2 milyar buat belikan apartemen bagi piaraannya, dan akhirnya dicokok KPK.

Advertisements

One thought on “Psikologi Perkembangan Laki-laki (phallic developmental psychology)

  1. Dee Ann Rose January 30, 2017 at 11:19 AM

    So true..!

Comments are closed.