8 Jenis Hewan yang Terancam Punah di Asia

Asia menjadi benua terbesar, dan sedang dalam proses perkembangan yang sangat cepat. Populasi manusianya yang terus meningkat berbenturan dengan turunnya jumlah spesies hewan. Semakin banyak penghuninya, tentu semakin luas lahan yang dimanfaatkan untuk pembangunan. Kenyataan yang tak terelakkan itu diperparah juga dengan kinerja pemerintah, yang dinilai lambat untuk menanganinya.

Beberapa kalangan terus menggaungkan kesadaran akan hal ini. Namun banyak spesies hewan yang luput dari perhatian, tahu-tahu jumlah mereka sudah merosot drastis. Bahkan hampir dikategorikan sebagai makhluk hidup yang terancam punah.

Menurunnya spesies binatang menjadi pertanda kalau keanekaragaman hayati kita terusik. Keseimbangan ekosistem juga jadi terguncang. Padahal setiap makhluk hidup yang bernapas di bumi ini memiliki peranan dalam lingkar ekosistem. Untuk itu, fenomena negatif ini bisa berisiko juga terhadap biosfer lainnya.

Uni Internasional untuk Konservasi Alam atau International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) merilis data hewan yang eksistensinya sudah mengkhawatirkan. Apa saja? Jom!

1. Snow Leopard (Panthera Uncia)

binatang terancam punah dunia, hewan yang terancam punah di dunia

via : pinterest.com

Binatang eksotis ini biasa hidup di Afghanistan, Pakistan, Uzbekistan, Tazikistan, Tiongkok, Kazakhstan, Bhutan, Kyrgyzstan, Nepal, Mongolia, dan Federasi Rusia.

Habitat asli macan tutul salju ini memang sudah tak lagi ideal. Rumahnya adalah medan perang. Konflik militer sering terjadi di sana. Hal itu tentu saja membawa dampak besar terhadap habitatnya.

Aneka hewan ternak memang berkeliaran di padang rumput yang luas, namun mereka tentu diawasi oleh para petani. Ketika sang macan berani menerkam, maka risikonya adalah nyawanya sendiri. Selain dianggap mengancam hewan ternak, banyak pemburu yang memang mengincar bulu, tulang, organ seksual, cakar, dsb, dengan berbagai tujuan, termasuk sebagai obat tradisional.

2. Javan Rhinoceros / Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus)

hewan yang hampir punah di indonesia, hewan yang hampir punah di indonesia dan keterangannya, hewan yang terancam punah di indonesia dan keterangannya, 9-10 hewan terancam punah di indonesia

via : pinterest.com

Spesies badak ini memiliki jumlah yang terbatas di Indonesia dan Vietnam. Mereka bahkan sudah berstatus punah di kawasan semenanjung Malaysia, Kamboja, Bangladesh, Laos, Tiongkok, Thailanda, Myanmar, dan India. Badak memang sudah menjadi salah-satu buruan utama, sehingga sudah hampir punah di abad ke-19 dan 20 ini.

Diperkirakan jumlahnya tinggal 100-an. Ada sekitar 40-60 yang masih berkeliaran di ujung barat Pulau Jawa, sementara sisanya sangat dilindungi di kawasan Cat Tien National Park yang ada di Vietnam. Sebagian sumber bahkan mengabarkan kalau badak yang bertahan di Vietnam tinggal 6 ekor saja. Mereka memerlukan waktu lama untuk berkembang biak dan tumbuh. Lebih lagi yang tersisa sekarang memiliki jenis kelamin yang sama.

baca juga : Digunakan Untuk Apakah Cula Badak ?

Eksistensi badak di penangkaran pun sudah tiada. Gagalnya usaha untuk mempertahankan kehidupan mereka bikin frustasi. Padahal percobaan eksperimen demi eksperimen terus dilakukan dengan suntikan dana yang mahal.

Baca Juga :  Beternak (Budidaya) Lebah Madu, Kanan-Kiri Ok

3. Green Sea Turtle / Penyu Hijau (Chelonia Mydas)

hyla caerulea, thyrsoidea macrurus, green turtle, bufo melanostictus, bufo melanotictus, turtle description, turtle movie, ichtyophis glutonisus

via : pinterest.com

Sebenarnya habitat penyu ini cukup luas. Mereka tersebar di kawasan pantai tropis dan subtropis yang ada di seluruh dunia. Bagaimana pun, mereka adalah hewan migrasi yang sudah terbiasa keliling lautan. Menurut estimasi yang ada, mereka bisa tinggal di sekitar 140 negara. Sementara yang betinanya bertelur di pantai yang tersebar di sekitar 80 negara.

Mereka memang bertelur di mana-mana, namun manusia di sekitarnya justru memanen telur-telur itu. Sementara para orang tuanya kerap tertangkap, baik sengaja atau tidak, untuk kemudian diambil dagingnya. Kejadian itu melahirkan regulasi pelarangan berburu penyu hijau di beberapa tempat. Namun aturan tersebut tampaknya masih longgar di tempat-tempat lain.

4. Lar Gibbon / Owa Tangan Putih / Sarudung (Hylobates lar)

white handed gibbon locomotion, white handed gibbon behavior, lar gibbon predators, white handed gibbon subfamily, white handed gibbon call, what do white handed gibbons eat, white handed gibbon genus

via : tumblr.com

Aneka spesies gibbon sempat memiliki populasi yang cukup gendut di wilayah Asia Tenggara. Namun eksistensi Lar Gibbon sudah mulai menukik. Baik itu di sekitar Sumatera Indonesia, Semenanjung Malaysia, Myanmar, Laos, dan Thailand. Bahkan di Tiongkok, hewan ini dianggap sudah punah.

Pemicu dari berkurangnya lar gibbon tak jauh dari deforestasi atau penebangan dan pemburuan liar. Banyak yang memanfaatkan lar gibbon untuk diambil dagingnya, serta diperjual-belikan secara ilegal. Padahal keberadaannya juga sangat dibutuhkan oleh beberapa spesies buah-buahan.

5. Chinese Pangolin (Manis pentadactyla)

chinese pangolin facts, chinese pangolin endangered, chinese pangolin predators, how many chinese pangolins are left, chinese pangolin conservation, chinese pangolin lifespan, pangolin chinese translation, pangolin chinese medicine

via : twitter.com

Jenis trenggiling ini hidup di Tiongkok, Bangladesh, Hong Kong, bhutan, Laos, Myanmar, India, Taiwan, Nepal, Vietnam, dan Thailand. Keadaannya sangat mengkhawatirkan lantaran trenggiling ini begitu mudah ditangkap. Sebenarnya tak hanya Chinese Pangolin, keberadaan aneka trenggiling di Asia pada umumnya memang sudah meresahkan. Populasinya terus menurun dari waktu ke waktu.

Bagaimana pun, trenggiling ini banyak diburu untuk aneka keperluan. Mereka diekspor ke Tiongkok, dan dimanfaatkan sebagai pengobatan atau kebutuhan medis. Banyak juga yang memanfaatkan daging serta kulitnya. Di pasar terbuka saja, trenggiling dihargai $95 atau sekitar 1,3 juta perkilogramnya. Harga serta permintaan yang tinggi itu membuat orang tergoda untuk mengkomersilkannya. Bahkan pemburunya terus beroperasi, sekalipun di kawasan yang jelas-jelas mengeluarkan aturan tegas untuk melindungi trenggiling.

6. Red-Headed Vulture / Burung Bangkai Kepala Merah (Sarcogyps Calvus)

lifespan of red headed vulture, red headed vulture diet, red headed vulture food habits, red headed turkey vulture, red headed vulture population, red headed vulture iucn, red bearded vulture, indian griffon vulture

via : pinterest.com

Burung yang dijuluki Indian Black atau Pondicherry Vulture ini sempat melimpah di kawasan Asia. Khususnya di Bangladesh, Tiongkok, Bhutan, India, Kamboja, Thailand, Nepal, Vietnam, dsb. Namun jumlahnya semakin berkurang. Bahkan populasi di Malaysia sudah dinyatakan punah.

Estimasi jumlah yang tersisa hanya sekitar 10.000 ekor, yang tersebar di berbagai wilayah di Asia. Mayoritas ada di India, sementara sisanya ada di area Asia Tenggara. Padahal eksistensinya begitu penting, sebab bisa membantu menguraikan bangkai-bangkai hewan. Bahkan bagi kepercayaan Parsi, burung ini bisa menjadi “pengubur” atau “pembaka” mayat yang alami dan bebas polusi. Untuk itu, kurangnya populasi mereka bisa mengguncangkan ekosistem serta biosfer.

Baca Juga :  10 Ilustrasi Keren Tentang Aneka Permasalahan Hidup Manusia Sehari-hari

Menurunnya jumlah burung pemakan bangkai diduga terjadi karena penggunaan diclofenac, atau semacam obat farmasi yang bisa mencegah kolik pada sapi. Sebagaimana kita tahu, hewan tersebut dipandang suci di India. Bangkainya dibiarkan begitu saja. Saat itulah burung pemakai bangkai mengkonsumsi dan terpapar racunnya. Meski penggunaan diclofenac sudah dilarang, namun penggantinya juga tak kalah bikin fatal.

7. Sumatran Tiger / Harimau Sumatera (Panthera Tigris)

sumatran tiger report text, sumatran tiger description, facts about the past sumatran tiger, sumatran tiger habitat, draft about sumatran tiger, appearance sumatran tiger, java tiger, sumatran tiger wikipedia

via : pinterest.com

Harimau ini tersebar di Indonesia, Bangladesh, Kamboja, Bhutan, Tiongkok, Laos, India, federasi Rusia, Semenanjang Malaysia, Myanmar, Nepal, Thailand, dan Vietnam. Eksistensinya kemungkinan sudah sirna di kaawasan Bali dan Jawa Indonesia, Afghanistan, Kazakhstan, Iran, Pakistan, Turki, Tajikistan, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Singapura. Namun selama 100 tahun terakhir ini, sekitar 93% populasi mereka semakin menipis saja.

Semua populasi mereka di alam liar sudah terancam punah. Sementara beberapa subspesiesnya sudah berstatus kritis. Diperkirakan mereka tinggal 3000 sampai 5000 ekor saja.

Bagaimana pun, harimau adalah makhluk yang sangat mengandalkan keberadaan mamalia seperti rusa atau babi. Namun perkembangan komersial dan adanya deforestasi peternakan membuat makanan mereka berkurang. Otomatis populasi mereka pun ikut berkurang. Belum lagi dengan hukuman sepihak yang dilancarkan para petani, dengan alasan perlindungan terhadap ternak. Bahkan beberapa pemburu mengincar mereka, untuk kemudian dipersembahkan di pasar gelap.

8. Bactrian Camel / Unta Baktria (Camelus Ferus)

bactrian camel vs dromedary, dromedary camel, bactrian camel adaptations, wild bactrian camel, bactrian camel endangered, bactrian camel for sale, bactrian camel pronunciation, bactrian camel diet

via : pinterest.com

Beberapa ekor masih tersisa di Tiongkok dan Mongolia. Namun unta unik ini sudah dinyatakan punah di kawasan Kazakhstan. Populasinya sendiri sempat produktif di wilayah Gurun Gobi Mongolia serta di kawasan Tiongkok Barat Laut. Perlahan namun pasti, jumlahnya malah terus menukik. Di tahun 2004 saja, tercatat ada 1000 hewan yang tiada.

Hal ini tak lepas dari pengaruh kekeringan yang sempat melanda Gurun Gobi. Para unta pun kekurangan air. Belum lagi dengan aksi serigala liar yang terus memburu mereka. Bahkan kini, tiap tahunnya tercatat ada sekitar 20 ekor yang tewas. Para penambang dan pemburu menjadi pelaku utamanya. Tak heran kalau nominalnya diperkirakan tinggal selusinan. Itu pun harus dilindungi di tempat penangkaran yang beroperasi di kawasan Mongolia dan Tiongkok. Jika terus-terusan begini, kemungkinan besar unta ini akan punah dalam waktu singkat. 8 Jenis Hewan yang Terancam Punah di Asia. #RD