Tertawa itu Sehat “LACHEN IST GESUND”

Posted on

“LACHEN IST GESUND” (*Jerman). Tertawa itu sehat, kata orang. Laughter is the best medicine–tertawa adalah obat yang paling mujarab. Pahamkah kalian maksudnya? Kalau belum paham, baca terus tulisan saya.

Entah berapa kali dalam sehari atau seminggu orang waras tertawa, tapi belum tentu dia paham apa yang sesungguhnya membuat dia terbahak-bahak. Ulah Mr. Bean atau banyolan Sule di layar kaca? Atau kekonyolan anak-anak di rumah anda? Menertawakan banyolan adalah bentuk tertawa yang paling mendasar dan selepas itu anda tidak mendapat apa-apa selain mungkin cuma hiburan sementara. Reda tawa anda, kembali anda dipusingkan oleh berbagai persoalan di dunia nyata.

cara tertawa yang sehat, contoh tertawa itu sehat, fakta tertawa itu sehat, humor tertawa sehat, kenapa tertawa itu sehat, mengapa tertawa itu sehat, sehatnya tertawa, tertawa bikin sehat, tertawa itu sehat, tertawa itu sehat menipu itu jahat, tertawa itu sehat photos, tertawa membuat sehat, tertawa sehat, tertawa yang sehat, tips tertawa sehat, artikel tertawa itu sehat

Tertawa bisa menyehatkan, menentramkan, bermakna, mencegah anda terjerumus ke dalam dosa, dan bahkan mungkin juga membawa pahala. Quality laughter is what you need. Tawa yang berkualitas, bukan hanya mangap lalu tergelak sepuas-puasnya tapi jiwa anda tetap merana karena karena gagal mendapat penawar duka.

Sesungguhnya tertawa adalah cara paling mujarab untuk mengobati segala sakit hati, dendam kesumat, bahkan kegagalan hidup anda. Masa iya hati yang cabik-cabik bisa sembuh dengan ngakak semata. Iya, sumpah–kalau anda pintar memilih obyek untuk anda tertawakan.

Anda disakiti seseorang? Dikhianati? Didurhakai? Kebaikan anda dibalas pengkhianatan? Reaksi yang paling instan adalah menekuk muka, misuh-misuh, menggebrak meja, berpidato mengumukan semua kebaikan dan pengorbanan diri anda yang sia-sia, uluran tangan yang dia campakkan? Itu wajar, tapi sungguh kekanak-kanakan! Tertawalah ketika hatimu sedang perih-perihnya.

Tertawakan kebodohanmu sendiri yang keliru menanam investasi kebaikan. Keliru memilih kawan, keliru menolong orang. Kalau bisa tertawalah di depan bangsat atau kecoa yang membuat hati anda remuk-redam. Tertawakan dia sebagai manusia kacangan, manusia tidak bermutu yang mencoba bermain-main dengan kesabaran dan toleransi kalian. Tertawalah dan tunjukkan bahwa dirimu terlalu tangguh untuk dia bikin frustrasi. Bahwa pengkhianatannya tidak sedikit pun berdampak pada stabilitas kejiwaanmu.

Tertawa bisa jadi metode balas dendam yang paling keji. Dia juga bisa menjadi sarana provokasi yang paling efektif. Balaslah kebusukan manusia di depan anda itu dengan tertawa. Kalau dia manusia punya perasaan, seketika dia akan sadar bahwa dirinya bukan tandingan bagi ketegaran jiwamu. Kalau dia ikut tertawa? Sudah jelas dia orang yang kurang sehat otaknya.

Tertawalah saat hatimu perih. Bukan tawa hambar yang kerap kita saksikan di tayangan-tayangan sinetron. Tawa yang dibuat-buat hanyalah mekanisme pertahanan diri untuk menyamarkan luka karena ego anda terkoyak. Biasakan tertawa saat kau luka hati. Tertawakan kegagalanmu, kekurang-cermatan strategimu, kebodohanmu, kepongahanmu.

Tertawakan dirimu sendiri dengan rasa syukur, sebagai ungkapan kepuasan bahwa anda sudah belajar dan memahami sesuatu. Anda tak perlu kuatir dianggap gila, sebab orang gila adalah mahluk yang paling tenteram dan bahagia: dia tidak lagi dibebani kewajiban untuk bersandiwara. Jiwanya bahkan sudah bebas sebelum malaikat maut mengakhiri hidupnya. Tertawa dalam keadaan sadar dan tahu persis apa yang harus ditertawakan adalah tanda kedewasaan, ketangguhan, keberanian untuk mengejek segala kendala dalam kehidupan. Whenever the world caves in on you, keep your head high and laugh it off. Tertawa itu Sehat “LACHEN EST GESUNDArif Subiyanto.