10 Film Barat yang Menderita Kerugian Lebih Dari 100 Juta Dollar

10 Film Barat yang Menderita Kerugian Lebih Dari 100 Juta Dollar

john carter synopsis, contact john carter, sinopsis john carter, john carter download, lynn collins, viola lynn collins, john carter trailer john carter bookMembicarakan film, apalagi setingkat Hollywood, kita memang akan akrab dengan air mata. Di suatu waktu, para pembuat film akan mengeluarkan air mata bahagia dan haru. Mereka senang dan bangga, sebab karyanya bisa menembus penjualan besar di minggu-minggu pembukaan pasca rilis. Namun di waktu lain, mata mereka akan mengeluarkan airmata kesedihan. Apalagi ketika buah karya itu mengorbankan budget besar, usaha melelahkan, namun hanya memeroleh timbal-balik yang sedikit. Malah, mereka bisa berpeluang menderita kerugian yang besar.

Tak ada yang bisa menjamin kesuksesan film. Studio yang besar dan tenar, dana yang super tebal serta para pemain andal pun bisa gagal. Belum lagi dengan adanya ‘bencana-bencana’ tak terduga yang terjadi. Sehingga pada akhirnya, keputusan ada di tangan penonton. Mereka begitu memberi peranan lebih atas sukses-tidaknya film.

Nah, film malang apa saja yang menenggak kerugian sampai lebih dari seratus juta dollar? Jom!

1. Film “47 Ronin”

47 ronin story, kou shibasaki, the 47 ronin 1941, 47 ronin indowebster, 47 ronin synopsis, makam 47 ronin, 47 ronin movie cast, 47 ronin full movie

Film “47 Ronin” rilis pada tahun 2013 di Jepang. Serentak di 753 bioskop di negeri sakura tersebut. Namun jumlah bioskop sebanyak itu tidak menjamin keuntungan kotor yang diperoleh film. Mereka hanya mendapat 1,3 juta dollar. Padahal pemainnya merupakan para aktor asal Jepang yang populer. Cerita filmnya pun sangat kesohor di sana. Konon, orang-orang Jepang tidak terlalu antusias dengan film remake ala Hollywood. Mungkin dianggap kurang mirip dengan versi aslinya.

Tak hanya di Jepang, di Amerikanya saja film ini tidak terlalu disambut antusias. Lima hari pasca rilis, mereka hanya meraup 20,6 juta dollar. Sementara biaya produksinya mencapai 175 juta dollar. Itu diluar biaya distribusi dan iklan. Sehingga kerugian mereka ditaksir mencapai 149 juta dollar atau setara denfan 1,93 Trilyun rupiah. Tak ayal, film ini menduduki posisi teratas list ini.

2. Film “Mars Needs Moms

Walau produksi Disney, namun tak menjamin kalau sebuah film bakal sukses. Termasuk film yang rilis pada tahun 2011 ini; “Mars Needs Moms”. Bahkan karya ini dianggap sebagai film Disney yang paling parah. Minggu-minggu awal pasca rilis, film ini hanya menghasilkan 6,83 juta dollar.

Baca Juga :  6 Film Korea gengster antar sekolah terbaik dan terpopuler

Banyak yang memperkirakan kenapa film ini tidak terlalu mendapat sambutan. Ceritanya kurang asik untuk tontonan keluarga, yakni tentang ibu yang diculik dan terpisahkan dari anaknya. Gaya animasinya juga kurang menarik penonton. Lebih lagi para pengguna media sosial menganggap kalau film ini hanya menitikberatkan pada teknologi ketimbang ceritanya. Tak ayal, film ini dikabarkan menderita kerugian sebanyak 130 juta dollar atau 1,7 Trilyun rupiah.

3. Film “Final Fantasy: The Spirits Within”

Sebelum rilis, sebagian besar fans sudah pesimis kalau film ini bakal mendapat perolehan laba yang besar. Idenya memang bagus, yakni membuat film yang diadaptasi dari video game. Namun firasat fans nampaknya memang enggak bisa disepelekan. Lebih lagi sang sutradara, Hinorobu Sakaguchi, juga kurang meyakinkan kalau sampai mencapai kesuksesan atau mungkin ia yang dijadikan kambing hitam.

Sebenarnya film ini cukup mendapat apresiasi di New Zealand, Korea Selatan dan Australia, namun sisanya tidak. Di tahun 2001 itu, total kerugian mereka sebanyak 94 juta dollar. Namun karena inflasi, nominalnya bisa mencapai 125 juta dollar atau 1,62 Trilyun rupiah. Hal itu dikarenakan teknologi CGI-nya juga mahal. Si perusahaan produksi, Square Pictures, mestinya merayakan usaha mereka yang perdana. Namun bukannya merayakan untung melimpah, mereka malah menelan kerugian yang besar.

4. Film “R.I.P.D”

Film yang rilis pada tahun 2013 ini hanya memeroleh penjualan sebanyak 10 % dari total anggaran film, yakni 130 juta dollar. Film ini diangkat dari buku komik karya Peter M. Lenkov, dengan judul “Rest in Peace Department” atau disingkat “R.I.P.D”. Para pemainnya meliputi Jeff Bridges, Kevin Bacon, Mary Louise Parker dan Ryan Reynolds. Sebenarnya Zach Galifianakis juga hampir mau ikutan, tapi karena ada konflik di jadwal, dia enggak jadi. Ada hikmahnya, sebab film ini malah menderita kerugian sampai 119 juta dollar atau 1,54 Trilyun rupiah.

5. Film “Sahara”

judul film gagal, sepuluh film terburuk

Padahal film yang rilis pada tahun 2005 ini diproduksi oleh Paramount. Namun lagi-lagi tidak menjamin kesuksesan karyanya. Sudah rugi, mereka juga mesti menanggung malu. Sebab, pengarang asli cerita film ini menyeret perusahaan produksinya ke meja hijau.

Baca Juga :  8 Film Yang Layak Tonton Di Momen Valentine Day

Breck Eisner, sang sutradara, niatnya ingin menjadikan film ini seperti Indiana Jones. Meski sampai melibatkan 20 produser dan penulis script, namun harapan dan kenyataan nyatanya tidak sejalan. Plotnya dinilai berantakan, sountracknya aneh dan pemilihan castingnya dianggap aneh. Sama seperti film sebelumnya, “Sahara” juga menanggung kerugian sebanyak 119 juta dollar atau 1,54 Trilyun rupiah.

6. Film “John Carter”

john carter synopsis, contact john carter, sinopsis john carter, john carter download, lynn collins, viola lynn collins, john carter trailer john carter book

Produksi Disney lagi. Waktu film ini tengah diproduksi, kepala Studion Walt Disney mengalami pergantian. Rich Ross, yang sudah mensukseskan Disney Channel, memegang posisi ini. Para staf eksekutif sebenarnya sudah pesimis akan proyek ini. Ross sebenarnya bisa saja menghentikan proses produksinya, atau memotong dana filmnya. Namun dia tidak memutuskan apa-apa sehingga film ini makin anjlok saja. Bahkan ruginya sampai 109 juta dollar atau 1,42 Trilyun rupiah.

Atas kerugian ini, Ross menyalahkan pihak Pixar. Sementara studio tetap melihat Ross yang bertanggung jawab. Ia pun segera berhenti. Orang-orang marketing kena getahnya juga. Mereka disalahkan, sebab tidak mencantumkan bahwa “John Carter” ini diadaptasi dari novelnya Edgar Rice Burroughs. Padahal hal itu tentu bisa membawa pengaruh bagi fans.

7. Film “Jack The Giant Slayer”

Film yang rilis pada tahun 2013 diprediksikan bakal mencetak keuntungan sebanyak 30 juta dollar di minggu-minggu pembukaan. Namun prediksi tersebut melenceng jauh. “Jack the Giant Slayer”  nyatanya hanya menghasilkan 400 ribu dollar.

Bryan Singer, sang sutradara, sebenarnya menginginkan film ini lebih ke cerita yang rumit dan gelap. Namun pihak studio memiliki pendapat lain. Mereka ini “Jack the Giant Slayer” jadi film keluarga yang menghibur. Pada akhirnya, hasil dari film tidak memuaskan kedua belah pihak. Bagaimanapun, perselisihan kreativitas memang jadi awal yang kurang baik. Film ini pun menderita kerugian sampai 101 juta dollar atau 1,31 Trilyun rupiah.

8. Film “The 13th Warrior”

Film ini aslinya berjudul “Eaters of the Dead; The 13th Warrior”. Namun karena banyak yang enggak suka, jadinya diganti. Budgetnya sekitar 100 juta dollar, lalu ditambah dengan biaya marketing dan reshoot scenes yang menelan biaya sampai 60 juta dollar.

Baca Juga :  10 Film Horror Barat Terbaru 2015

Ketika rilis, timingnya memang kurang tepat. Penonton tengah fokus pada film lain, yaitu “The Sixth Sense”. Mirip dengan “Jack the Giant Slayer”, mereka pun menderita kerugian sampai 101 juta dollar atau 1,31 Trilyun rupiah. Bahkan Omar Shariff, sang pemerannya, sampai memutuskan untuk mengundurkan diri. Dia bilang, gambar yang buruk itu sangat memalukan. Dia juga begitu tersiksa sebab mesti mengucapkan dialog dari script yang jelek. Belum lagi sutradaranya yang kurang mumpuni. Intinya, Shariff saja bilang kalau filmnya memang kurang bagus.

9. Film “Stealth”

Film berikutnya rilis pada tahun 2005. Padahal dana film ini cukup besar, yakni 135 juta dollar. Biaya itu belum meliputi marketing. Namun biaya besar bisa memunculkan drama yang besar juga. Adalah Leo Stoller, seseorang yang mengaku sebagai “enterpreneur properti intelektual”, mengatakan bahwa dialah yang berhak atas kata “Stealth”. Dia meminta dan mengancam agar Coumbia Pictures mengganti judulnya. Selain oleh perseteruan, film yang rilis pada tahun 2005 ini juga mendapat apresiasi kurang bagus. Para kritikus banyak yang memberi komentar negatif. Mereka menyebutkan kalau film ini tidak masuk akal dan mudah ditebak. Diperkirakan, “Stealth” menderita kerugian sebanyak 100 juta dollar atau 1,3 Trilyun rupiah.

10. Film “The Lone Ranger”

the lone ranger trailer, the lone ranger 2013, the lone ranger movie trailer, the lone ranger trailer 2012, the lone ranger trailer 2013, the lone ranger theme song, the lone ranger tv series, the lone ranger song

Masih di minggu-minggu pembukaan saja, media sudah memberi cap negatif pada film ini. Karya yang melibatkan aktor kelas kakap macam Johnny Depp ini dianggap gagal. Sama buruknya dengan nasib Depp di film “Transcendence” dan “Mortdecai”. Media pertama yang memberitakannya yaitu “The New York Times”. Berdasarkan data dari mereka, film Disney (lagi) ini menghabiskan dana sebesar 375 juta dollar. Namun berdasarkan respons penonton, film ini diperkirakan menderita kerugian antara 94 sampai 119 juta dollar. Bahkan seorang Dave Holls, wakil kepala Disney-nya sendiri, pernah berkomentar bahwa film ini… sangat mengecewakan.

Kita tentunya dibikin menggeleng-geleng atas modal film yang besar namun berpenghasilan minim. Namun, kita juga cukup mengagumi kegigihan dan totalitas mereka. Iya, ‘kan? 10 Film Barat Mahal yang Gagal [#RD]

Loading...