MENGEBUNKAN TANAMAN BUAH

MENGEBUNKAN TANAMAN BUAH

Membuka perkebunan buah-buahan untuk tujuan bisnis harus memperhatikan aspek produksi, pemasaran, dan keuangan. Aspek produksi dimulai dari pemilihan jenis tanaman berdasarkan permintaan pasar dan kesesuaian lahan. Dengan pemasaran yang baik serta ditunjang keuangan yang kuat akan diperoleh keuntungan optimal.

tanaman buah buahan, tanaman buah yang cepat berbuah, tanaman buah yang menguntungkan, tanaman buah lengkeng, tanaman buah delima, pengertian tanaman buah, tanaman buah dataran tinggi, bibit tanaman buah

Buah-buahan segar sehat dan mulus
gambar : healthland.time.com

Mengusahakan perkebunan buah-buahan menjadi trend saat ini, baik yang sekedar hobi dan kebanggaan maupun yang dikelola secara profesional untuk memperoleh keuntungan. Meskipun hanya sebagai hobi, pengelolaan kebun yang baik tetap diperlukan untuk mendapatkan hasil optimal. Hanya saja pengelolaan untuk hobi tidak serumit yang untuk bisnis.

Ada tiga aspek penting yang tidak boleh diabaikan dalam mengusahakan kebun buah-buahan untuk tujuan bisnis. Pertama aspek produksi, kedua pemasaran, dan ketiga keuangan. Ketiga aspek ini saling bergantung satu sama lain, hingga diperlukan manajemen yang tepat untuk kelangsungan usaha, tidak sekedar untung.

Manajemen produksi mencakup perencanaan sistem produksi dan pengendalian produksi, termasuk juga pengambilan keputusan dalam bidang persiapan produksi dan proses produksi jangka pendek atau panjang. Manajemen pemasaran yang tepat sangat diperlukan dalam suatu usaha. Tanpa kegiatan pemasaran, produk yang bagus sekalipun tidak akan dapat memasuki pasar dengan lancar. Manajemen keuangan tidak kalah pentingnya dengan aspek produksi dan pemasaran. Kesalahan dalam penanganan keuangan dapat mengakibatkan langkah produksi dan pemasaran menjadi pincang, bahkan dapat berhenti sama sekali.

Penentuan Skala Usaha

Untuk menentukan skala usahatani harus diperhitungkan daya serap pasar yang akan dimasuki, meliputi jumlah permintaan pasar terhadap komoditas tersebut, sifat permintaan itu terus-menerus atau musiman, serta jangka waktu permintaan tersebut lama atau sementara.

Setelah jumlah permintaan pasar diketahui, langkah selanjutnya adalah menentukan jumla hbuah yang akan diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kemudian ditentukan pula luas lahan yang dibutuhkan, jumlah dan kemampuan tenaga kerja yang diperlukan, sarana dan prasarana produksi yang harus disediakan, serta modal yang harus tersedia untuk usaha tani tersebut.

Faktor Iklim

Pemilihan lahan untuk kebun tanaman buah dengan tujuan komersial, tidak dapat terlepas dari pertimbangan agroklimat maupun agroekonomi. Faktor-faktor agroklimat meliputi dua hal, yaitu iklim dan tanah. Yang termasuk dalam iklim adalah radiasi matahari, ketinggian tempat, dan curah hujan. Sedangkan tanah meliputi keadaan tanah dan letak lahan.

Radiasi matahari mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tanaman, sebab energi ini dibutuhkan untuk fotosintesis. Selain itu, radiasi matahari juga mempengaruhi temperatur di sekitar tanaman. Di Indonesia kebutuhan tanaman terhadap sinar matahari cukup terpenuhi, karena panjang siang di daerah ekuator antara 11 jam 53 menit sampai 12 jam 7 menit. Sedangkan pada lintang 10 derajat, panjang siang 11 jam 17 menit – 11 jam 33 menit.

Ketinggian tempat berpengaruh langsung terhadap suhu udara. Rata-rata suhu udara di sekitar pantai per tahun mencapai 32 derajat C. Dan setiap kenaikan 100 m, suhu akan turun 0,57 derajat C. Ketinggian tempat juga menentukan intensitas sinar matahari dan kelembapan udara. Semakin tinggi suatu tempat, intensitas sinar matahari dan kelembapan udaranya akan semakin tinggi.

Selain curah hujan, sumber ari memegang peranan cukup penting dalam usaha tani, karena air merupakan kebutuhan vital tanaman. Sumber air itu bisa berupa air tanah, air sungai, air hujan, air rawa, air danau, air irigasi, atau air PAM. Selain sumbernya, kualitas air juga harus diperhatikan. Air yang hendak digunakan untuk menyiram tanaman seharusnya tidak berbahaya bagi tanaman. Jika air yang ada mengandung bahan kimia atau zat lain yang berbahaya sebaiknya, jangan dipakai dan kita harus mencari sumber air yang lain.

Faktor Tanah

Dalam memilih lahan untuk kebun buah harus diperhatikan kesuburan tanah, karena dengan modal tanah yang subur tanaman akan tumbuh baik tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan yang besar. Lahan ideal untuk tanaman buah adalah mengandung banyak zat makanan, daya kapiler harus tinggi, dan daya penahan air dari tanah tersebut baik. Untuk mengetahui secara pasti kondisi tanah tersebut, lebih baik dilakukan analisa tanah di lembaga-lembaga terkait yang memiliki laboratorium tanah, seperti Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat-Bogor, Balai Penelitian Tanah, atau perguruan tinggi yang memiliki jurusan tanah.

Untuk mendapatkan lahan datar dengan keadaan tanah yang baik saat ini tidak mudah. Jika kita hanya memiliki lahan miring, hal ini tidak menjadi masalah dan masih dapat diatasi. Kemiringan lahan dibedakan menjadi tiga tingkatan, yaitu lahan dengan kemiringan 9% atau 4,05 derajat, kemiringan 15% atau 6,75 derajat, dan kemiringan 100% atau 45 derajat.

Lahan dengan kemiringan 9% atau 4,05 derajat lebih baik dibuat terasering. Jika tidak memungkinkan, hal ini masih dapat ditolelir asal penanaman disesuaikan dengan garis kontur (baris tanaman tegak lurus dengan kemiringan). Pada kemiringan 15% atau 6,75 derajat, lahan harus dibuat terasering untuk mencegah erosi. Untuk memperkuat tepi teras dapat ditanam pisang atau lamtoro. Lahan dengan kemiringan mulai 100% atau 45 derajat tidak baik diusahakan karena sangat berbahaya, bisa longsor. Lahan seperti ini hanya cocok dihutankan.

Selain aspek-aspek di atas, kita juga tidak bisa mengabaikan ketentuan-ketentuan pemerintah mengenai tata guna alahan maupun rencana pengembangan daerah. Sehingga lahan kita tidak tergusur oleh kebijakan yang memang sudah ada tapi tidak kita ketahui. Di samping itu, juga perlu pertimbangan agroekonomi yang mencakup ketersediaan tenaga kerja, sarana produksi, jarak lahan dari gudang atau pasar, prasarana transportasi, dan saluran irigasi.

Penentuan Waktu Produksi

cara budidaya belimbing, ip budidaya belimbing, budidaya belimbing manis, budidaya belimbing dewa, peluang usaha belimbing, belimbing unggul

Pohon buah belimbing

Beberapa jenis tanaman yang berbuah sepanjang tahun, seperti jeruk atau belimbing, pengaturan waktu berbuahnya mudah dilakukan. Apalagi bila tanaman itu ditanam dalam pot. Sedangkan penanaman dalam skala luas bisa diatur panennya bila ditanam di daerah yang memiliki musim kemarau yang nyata. Caranya, tanaman yang stres karena kekurangan air mencapai optimal, langsung diairi untuk merangsang pembungaan. Diikuti dengan pengaturan pengairan yang baik hingga bunga yang terbentuk akan berkembang menjadi buah.

Baca Juga :  MENANAM TANAMAN BUAH SRIKAYA DALAM POT

Agar panen dapat dilakukan secara kontinyu harus dilakukan pengaturan produksi. Dari cara ini dapat diperoleh beberapa keuntungan, yakni kita bisa menghindari jatuhnya harga karena stok yang menumpuk, harga buah tinggi karena penawaran sedang sepi, dan kontinuitas pasokan buah dapat dipertahankan.

Pengaturan saat berbuah dapat juga dilakukan pada tanaman yang berproduksi secara musiman, dengan teknologi budidaya dan perlakuan-perlakuan tertentu. Perlakuan ini akan mudah dilaksanakan apabila tanaman ditanam dalam rumah kaca. Kalau harga rumah kaca dinilai cukup mahal, perlakuan ini dapat diterapkan pada daerah yang memiliki musim kemarau yang nyata. Di daerah itu tanaman bisa dimasukan atau diundur waktu produksinya, bahkan dapat pula dirangsang berbuah di luar musimnya.

Pengaturan Tenaga Kerja

Ada tiga macam tenaga kerja, yakni manusia, hewan, dan mesin. Tetapi tenaga kerja manusia sangat besar peranannya dalam keberhasilan proses produksi. Tenaga kerja ini digolongkan sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh, ada tenaga staf yang merupakan tenaga ahli dan berpendidikan sarjana atau sarjana muda. Mereka bertugas sebagai perencana, pengawas, dan pengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan pemasaran hasil.

Selain tenaga ahli, masih ada tenaga harian tetap lulusan sekolah menengah pertanian yang bertugas sebagai mandor atau pengawas lapangan, dan tenaga harian yang melakukan pekerjaan penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan. Tenaga kerja lepas yang mengerjakan pembukana lahan, pembuatan kontur awal, dan sebagainya dilakukan dengan sistem borongan.

Pemilihan Jenis Tanaman Buah

Sebelum memulai usaha perkebunan buah, perlu dilakukan pemilihan jenis buah yang akan ditanam. Pemilihan dilakukan terhadap jenis buah yang permintaan pasarnya tinggi tapi volume pasoknya masih terbatas. Dengan kata lain yang berprospek cerah. Bentuk produk yang dipasarkan juga perlu dipikirkan, apakah akan dijual segar, olahan, atau keduanya, sebab menyangkut hal penyimpanan dan pengiriman. Di samping itu penting untuk diperhatikan keadaan buah itu sendiri. Mulai dari rasa, aroma, keadaan daging buah, warna kulit, bahkan bentuk buahnya.

Selera konsumen terhadap jenis buah-buahan sangat bervariasi, maka sebelum memulai usaha ini kita harus mengumpulkan data jenis buah apa yang paling banyak penggemarnya, dan berapa besar permintaan pasar terhadap komoditas tersebut.

Selanjutnya kita memilih jenis tanaman buah yang akan ditanam. Tanaman itu harus cocok dengan kondisi lingkungan dan lahan yang kita punyai, atau kita harus tahu kondisi lahan serta lingkungan seperti apa yang dikehendaki tanaman tersebut. Sebab kondisi lingkungan ini akan mempengaruhi pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman. Berikut ini diuraikan beberapa syarat tumbuh tanaman buah yang banyak diminati konsumen serta mempunyai prospek bagus, seperti durian, mangga, rambutan, nangka, belimbing, jambu cincalo, duku, dan manggis.

DURIAN (Durio zibethinus)

okulasi durian, cara berkebun durian, budidaya durian montong pdf, budidaya durian petruk, budidaya durian bawor, budidaya durian montong, budidaya durian organik

Pohon buah durian

*   Tinggi Tempat

Dilihat dari daerah penyebarannya yang meliputi daerah sekitar khatulistiwa yang beriklim basah, maka tanaman durian lebih cocok ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 800 m di atas permukaan laut. Suhu yang diinginkan 20 derajat – 32 derajat C dengan intensitas cahaya berkisar 60-80%. Meskipun demikian, pada daerah dengan ketinggian 1.000 m dpl durian masih bisa berbuah, hanya jumlah buahnya sedikit.

Selain hal-hal tersebut, kemiringan tanah dan keadaan erosinya perlu diperhatikan. Demikian juga keadaan tumbuhan yang terdapat pada lokasi. Pohon tahunan yang ada, pertumbuhan rumput serta semak yang mungkin ada dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan.

Daerah yang sangat curam kemiringannya dan berat erosinya akan menghambat pertumbuhan tanaman durian. Selain itu, daerah yang gundul memerlukan pengelolaan agak berat dan pemakaian pupuk kandang atau kompos dalam jumlah besar. Sebaliknya tanah datar dan subur yang tampak pada pertumbuhan vegetasinya akan memudahkan pengelolaan serta memerlukan modal yang lebih kecil.

*  Curah Hujan

Tanaman durian menghendaki tempat dengan hujan sepanjang tahun, meskipun tidak lebat. Curah hujan yang dibutuhkannya 1.500-2.500 mm per tahun. Pada daerah yang memiliki 3 bulan kering, tanaman durian masih bisa diusahakan asal daya ikat air tanah cukup kuat atau keadaan air tanahnya dangkal. Jika bulan-bulan kering itu berlangsung lebih dari 3 bulan, maka bunga dan buah muda akan rontok.

*  Tanah

Tanaman durian menginginkan tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik. Drainase air juga harus baik, karena pada tanah yang drainasenya buruk, air akan menggenang dan memberi kesempatan munculnya penyakit busuk akar. Kedalaman air yang baik untuk tanaman itu sekitar 1 m, tetapi pada kedalaman air 2 m, durian masih dapat ditanam.

Di samping drainase baik, tanah ringan lebih disukai durian daripada tanah berat, karena tanah berat (banyak mengandung lempung/liat) mudah menjadi padat sehingga dapat menyebabkan pembusukan akar. Durian juga tidak bisa ditanam pada tanah yang bercadas karena air tanah akan menggenang (tidak cepat meresap) sehingga akar tanaman tidak berkembang. Jika terpaksa menggunakan tanah bercadas, cadasnya harus dibongkar dahulu agar air dapat meresap dengan baik.

Derajat keasaman tanah yang cocok untuk durian adalah 5,5-6,5. Pada pH 4,6 pohon durian bisa ditanam tetapi sangat lambat berbuah, sekitar 12 tahun setelah tanam. Pasalnya, pada tanah asam berbagai unsur hara banyak yang terikat oleh Al dan Fe sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Sedangkan unsur Al dan Fe yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit justru tersedia dalam jumlah besar dan meracuni tanaman.

MANGGA (Mangifera indica)

makalah budidaya mangga, cara budidaya mangga, budidaya mangga golek, budidaya mangga harum manis, budidaya mangga manalagi, budidaya mangga madu

Pohon buah mangga

*  Tinggi Tempat

Di daerah tropis seperti Indonesia, mangga dapat tumbuh sampai ketinggian 1.300 m dpl, tetapi di dataran tinggi produksi dan kualitasnya menurun. Jadi apabila kita hendak mengusahakan perkebunan mangga untuk memperoleh hasil yang baik, sebaiknya kita memilih lahan pada ketinggian maksimal 500 m dpl.

Baca Juga :  11 Pohon Buah yang Cocok Kamu Tanam di Halaman Rumah, Enak dan Menguntungkan!

Pertumbuhan tanaman mangga di ketinggian 630 m dpl memang masih normal, percabangan banyak, dan daunnya rimbun. Namun pembungaan akan mundur 4-5 hari, hasil pembungaan maksimal hanya mencapai 75% dengan keberhasilan buah maksimal 50%, mudah terserang cendawan, dan gejala nekrosis (kematian sekelompok sel dari tanaman yang masih hidup) mencapai 30%.

Jika ditanam di tempat yang lebih tinggi, sekitar 760 m dpl, pertumbuhan tanaman sudah tidak normal lagi. Waktu pembungaan mundur 7-12 hari, bunga mudah terinfeksi cendawan, hasil pembungaan maksimal 60% dengan tingkat keberhasilan buah paling tinggi 40%. Selain itu tanaman jadi sangat peka terhadap serangan cendawan, dan gejala nekrosis mencapai 40%.

Syarat lain agar tanaman tumbuh optimal, temperaturnya sekitar 24-27 derajat C.  Apabila pada musim kemarau temperatur mencapai 46-49 derajat C dan disertai angin kencang, bisa terjadi buah luka, terbakar matahari. Selain itu, temperatur yang tinggi dengan kelembapan rendah akan menyebabkan kerontokan bunga dan daun. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya di tepi kebun ditanam pohon pelindung.

*  Curah Hujan

Curah hujan akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman mangga dan pembentukan bunga serta buah. Apabila pada masa berbunga banyak turun hujan, banyak kabut, atau udara berawan, maka pembentukan buah akan terganggu serta serangan penyakit dan hama meningkat.

Banyaknya curah hujan tidak begitu penting. Yang terpenting adalah pembagian curah hujan dalam setahun. Primordia bunga akan terbentuk setelah musim hujan selesai, dan timbul bunga saat musim kering. Curah hujan yang dikehendaki kurang lebih 1.000 mm per tahun dengan musim kering 4-6 bulan. Curah hujan per bulan tidak lebih dari 60 mm.

Secara garis besar ada 2 golongan mangga, yakni yang cocok untuk daerah basah, dan yang cocok untuk daerah kering. Jenis mangga yang termasuk kelompok daerah basah antara lain mangga cengkir atau idramayu dan mangga gedong. Mangga jenis ini cocok tumbuh di daerah yang tergolong basah, yakni memiliki 7-8 bulan basah dalam setahun dengan curah hujan rata-rata 2.000 mm per tahun dan kedalaman air tanahnya 50-200 cm. Apabila mangga kelompok daerah basah ditanam di daerah kering maka harus dicarikan tempat tumbuh yang air tanahnya dangkal. Selain itu, pengairan juga harus intensif saat musim kemarau tiba agar mangga tidak kekurangan air dan pertumbuhannya tidak terganggu.

Sedangkan jenis mangga yang termasuk dalam kelompok daerah kering antara lain arumanis/gadung, golek, dan manalagi. Mangga ini menyenangi daerah dengan bulan basah arata-rata hanya 2-4 bulan dan bulan keringnya bisa mencapai 8-10 bulan. Curah hujan bervariasi 254-1.016 mm per tahun. Kedalaman air tanahnya bisa lebih dari 200 cm.

Mangga daerah kering ini bila ditanam di daerah basah akan menjadi sangat peka terhadap penyakit bakteri, cendawan busuk akar, busuk buah, hama penyebab rontok buah, buah berulat, serta penggerek batang. Di samping itu akibat curah hujan tinggi banyak bunga yang rontok dan gagal berbuah. Upaya untuk menyelamatkan mangga yang ‘salah tempat’ itu antara lain dengan membuat drainase dan penggemburan tanah agar air tidak gampang menggenang. Selain itu disemprotkan fungisida untuk mengatasi busuk buah. Sedang untuk menghindari lalat buah bisa dilakukan pembungkusan tanah.

*  Tanah

Pada prinsipnya tanaman mangga dapat tumbuh di tanah ringan maupun tanah berat, asalkan lapisan tanahnya tebal, sekurang-kurangnya 2 m. Namun tanah bertekstur berat seperti tanah liat kurang baik untuk tanaman mangga, karena peresapannya kurang baik. Sehingga saat musim hujan akar mudah tergenang air, dan sebaliknya pada waktu musim kemarau tanah menjadi keras serta pecah-pecah, airnya terikat erat pada tanah sehinga tanaman sulit memperoleh air dan kekeringan.

Tanah yang paling baik untuk pertumbuhan mangga adalah yang ber-pH 5,5-7,5, namun untuk pertumbuhan optimal mangga ini menghendaki pH 5,5-6,0. Struktur tanah yang dikehendaki remah dan berbutir-butir, mempunyai lapisan solum cukup tebal dan kandungan bahan organik yang tinggi. Secara umum tanah seperti ini berwarna hitam, dan apabila diremas mudah hancur tetapi bukan pasir.

Apabila lahan kita kemiringannya cukup tinggi, sebaiknya diterasering untuk mencegah erosi. Di tanah yang tererosi, tanaman mangga mudah kekurangan air dan unsur hara.

Selain itu pada tanah cekung juga tidak dianjurkan untuk bertanam mangga, karena air susah mengalir dan mudah tergenang. Keadaan ini tidak dikehendaki tanaman mangga, sebab bila tergenang dalam waktu lama, akar akan kekurangan oksigen dan hidupnya menjadi merana bahkan mati.

RAMBUTAN (Nephilium lappaceum)

jenis cara membudidayakan tanaman rambutan, makalah budidaya rambutan, budidaya rambutan pdf, budidaya rambutan binjai, budidaya rambutan rapiah, budidaya rambutan lengkeng

Pohon buah rambutan

*  Tinggi Tempat

Rambutan merupakan tanaman asli daerah tropis. Oleh karena itu tanaman ini akan tumbuh dan berkembang dengan baik dalam kondisi alam tropis. Umumnya rambutan dapat tumbuh baik di dataran rendah pada ketinggian 30-500 meter dpl. Pada tempat yang ketinggiannya kurang dari 30 m, rambutan bisa tumbuh namun pertumbuhannya tidak begitu baik. Di Kalimantan ada petani yang mencoba menanam rambutan di rawa-rawa. Usaha ini berhasil baik, namun memerlukan perhatian dan perawatan yang lebih dibandingkan dengan penanaman di tanah kering.

Menanam rambutan di rawa-rawa tidak berbeda dengan di sawah. Sebelumnya harus dibuat guludan yang cukup tinggi, bisa lebih dari 1 m. Car ayg mudah, untuk satu tanaman dibuat satu guludan. Di Kalimantan guludan seperti ini disebut terumbuk atau guludan soliter. Karena guludannya cukup tinggi maka akar tanaman terhindar dari genangan air dan dapat tumbuh dengan baik.

*  Curah Hujan

Curah hujan yang dikehendaki rambutan berkisar 1.500-2.500 mm per tahun dan merata sepanjang tahun. Tapi saat musim berbunga, rambutan membutuhkan 3 bulan kering. Musim kering yang lamanya lebih dari 4 bulan mengakibatkan bunga yang baru terbentuk gugur, dan bila sudah menjadi buah tumbuhnya tidak sempurna (kempes). Sebaliknya, apabila pada musim berbunga hujan turun terus-menerus tanaman bisa gagal berbuah. Biasanya rambutan berbunga pada musim kemarau, sekitar bulan Juli sampai September. Sedangkan musim berbuahnya terjadi antara bulan November sampai Februari, bertepatan dengan musim penghujan.

Baca Juga :  Burung Hwa Mei (Wam Bie) Burung Kicau Bersuara Emas

*  Tanah

Rambutan tumbuh baik pada tanah yang subur dan gembur serta mengandung sedikit pasir. Namun pada prinsipnya rambutan mampu tumbuh dan berkembang pada semua jenis tanah. Bahkan di daerah Bogor rambutan tumbuh subur pada tanah liat dan sedikit berpasir. Rambutan masih dapat tumbuh pada tanah liat asalkan cukup mengandung bahan organik.

Rambutan tidak tahan hidup di lahan dengan air tanah yang dangkal dan menggenang. Oleh karena itu, kelembapan tanahnya perlu dijaga dengan cara melakukan sistem pengairan yang baik. Kedalaman air tanah yang ideal untuk tanaman rambutan adalah 100-150 cm dari permukaan tanah.

BELIMBING (Averrhoa carambola)

cara budidaya belimbing, ip budidaya belimbing, budidaya belimbing manis, budidaya belimbing dewa, peluang usaha belimbing, belimbing unggul

Pohon buah belimbing

*  Tinggi Tempat

Belimbing merupakan salah satu tanaman yang tahan terhadap suhu tinggi. Pertumbuhannya optimal di daerah dekat pantai atau di dataran rendah yang panas dan lembap. Secara umum tanaman belimbing dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada ketinggian 0-500 m dpl. Ketinggian tempat ini akan mempengaruhi waktu pembungaan dan pembuahan. Meskipun dapat tumbuh dengan subur, tetapi jika ditanam di dataran tinggi tanaman belimbing akan mengalami keterlambatan waktu berbunga dan berbuah.

*  Curah Hujan

Tanaman belimbing memerlukan curah hujan yang tinggi. Pertumbuhannya tidak akan terhambat sekalipun ditanam di daerah yang cukup basah. Curah hujan sangat penting bagi pertumbuhan tanaman, karena air merupakan pelarut zat-zat hara tanah yang mudah diserap akar. Air juga digunakan sebagai media pengangkut zat hara dan hasil fotosintesis.

Tanaman belimbing yang kekurangan air daunnya akan mengering, menguning, lalu rontok. Namun air yang berlebihan dan menggenangi tempat tumbuhnya juga menyebabkan busuk akar. Selain itu, curah hujan yang tinggi akan merontokkan bunga dan buah belimbing.

Meskipun tumbuh di tempat terlindung, tempat yang paling baik untuk tanaman belimbing adlaah yang mendapat sinar matahari langsung minimum 7 jam/hari. Jika kekurangan sinar matahari, pertumbuhan tanaman akan terhambat dan kondisi tanaman menjadi lemah. Selain digunakan untuk memacu proses asimilasi, sinar matahari juga diperlukan untuk membantu pembentukan bunga dan buah.

*  Tanah

Pada dasarnya, belimbing tidak banyak menuntut persyaratan tanah. Belimbing siwalan misalnya, mampu berproduksi baik di tanah kritis yang kurang subur. Walaupun begitu, secara umum tanaman belimbing menghendaki anah yang gembur, berdrainase baik, tetapi mampu menahan air sehingga keadaan tanahnya selalu lembap namun tidak becek dan tergenang air. Jika kebetulan dijumpai tanah yang demikian, di sekitarnya dibuat saluran yang mampu mengalirkan air yang berlebihan.

Tanah dengan kandungan unsur hara yang seimbang sangat cocok untuk pertumbuhan belimbing. Derajat keasaman tanah yang cukup baik dan masih bisa ditolelir oleh tanaman belimbing 5,5-7,0. Pada kondisi tanah seperti itu, diperkirakan ada keseimbangan unsur-unsur hara yang diperlukan tanmaan.

Karena perakaran tanaman belimbing ini termasuk dangkal air tanah pun tidak boleh terlalu dalam. Kedalaman air tanah yang ideal untuk pertumbuhannya 50-200 cm. Jika air tanahnya lebih dalam tanaman perlu disiram untuk membantu pertumbuhannya.

MANGGIS (Garcinia mangostana)

budidaya manggis pdf, budidaya manggis download, bibit manggis, gambar budidaya manggis, budidaya manggis 2010, mitra budidaya manggis, makalah budidaya manggis

Pohon buah manggis

*  Tinggi Tempat

Manggis merupakan tanaman tropis basah. Umumnya pohon manggis tumbuh berdampingan dengan durian. Tanaman ini tumbuh subur pada suhu udara dan kelembapan tinggi. Ia menghendaki musim kemarau yang pendek untuk merangsang pembungaan.

Manggis menyukai daerah bertemperatur 20 derajat sampai 40 derajat C. Jika kurang dari 20 derajat C, pertumbuhannya akan lambat. Sedangkan jika lebih dari 40 derajat C, baik daun maupun buahnya akan tampak seperti terbakar. Untuk itu pohon manggis perlu diberi naungan selama hidupnya, dengan menggunakan pohon pelindung. Tanaman ini bisa ditanam di daerah dataran rendah sampai 1.000 m dpl, tetapi hasil optimal dicapai pada ketinggian 500 m dpl.

*  Curah Hujan

Manggis lebih banyak tergantung pada faktor curah hujan daripada air tanah. Tanaman ini membutuhkan daerah dengan curah hujan tinggi atau lingkungan lembap yang panas. Manggis menyukai tempat yang selama 12 bulan mendapatkan hujan terus-menerus meskipun tidak deras, atau di daerah-daerah yang memiliki 9 bulan hujan. Walaupun begitu, tanaman manggis dapat tumbuh dengan baik di daerah yang kurang curah hujannya, asalkan ada pengairan pada musim kemarau.

*  Tanah

Jenis tanah yang agak berat hingga ringan, gembur, dan banyak humus, sangat sesuai untuk tanaman manggis. Ia tidak dapat tumbuh pada daerah yang tergenang. Sehingga diperlukan drainase yang baik. Selain itu, pada tanah berat dengan air yang tidak dapat meresap baik, perlu dibuat tempat penampung air. Manggis dapat mengisap air tanah pada kedalaman 50-200 cm.

LENGKENG (Dimocarpus longan)

budidaya lengkeng dataran rendah, budidaya lengkeng pingpong, budidaya lengkeng ebook, budidaya lengkeng download, makalah budidaya lengkeng, skripsi budidaya lengkeng, tesis budidaya lengkeng

Pohon buah lengkeng

*  Tinggi Tempat

Lengkeng dapat tumbuh di daerah berketinggian 300-1.000 m dpl. Ia merupakan tanaman subtropis yang dapat tumbuh baik di daerah tropis. Dari pengalaman petani terbukti, makan tinggi suatu daerah makin lambat waktu lengkeng berbunga.

*  Curah Hujan

Lengkeng cocok tumbuh di daerah dengan curah hujan cukup, 1.500-2.000 mm per tahun, dan kelembapan di atas sedang. Di tempat yang kering, musim buah lengkeng kurang teratur. Agar dapat berbunga, lengkeng memerlukan rangsangan berupa perubahan cuaca yang nyata yaitu musim hujan yang pendek, 2-3 bulan, dengan suhu dingin 15 derajat -22 derajat C.

*  Tanah

Tanaman lengkeng menginginkan tanah lempung berpasir yang gembur, dengan lapisan tanah tebal dan dapat mengikat air dengan baik. Tanah itu dapat meneruskan dan meresapkan kelebihan air, namun di musim kemarau tanah masih cukup basah dan tidak terlalu kekurangan air. Tetapi lengkeng tidak menyukai tanah becek dengan permukaan air tanah kurang dari 50 cm dengan pH yang agak rendah. #GTW

Loading...
error: