Merawat Durian di Pekarangan

MERAWAT DURIAN DI PEKARANGAN

Durian akan tumbuh baik di pekarangan kalau ditanam di tempat yang memenuhi syarat hidupnya. Akan tetapi pohon durian yang tumbuh gemuk dan rimbun belum tentu bisa menghasilkan buah yang diidamkan. Agar bisa berbuah, syarat apa saja yang mesti dipenuhi?

1. Pekarangan Rumah Untuk Bertanam Tanaman Buah

pohon durian cepat berbuah, pohon durian monthong, pohon durian bawor, pohon durian montong, nama latin durian, tentang durian, sầu riêng, sau rieng

Pohon buah durian
gambar : lintasnusabunga.com

Rumah adalah tempat tinggal yang nyaman bagi manusia, baik sebagai perorangan maupun kelompok keluarga. Rumah tinggal yang baik dibangun di atas sebidang tanah yang luasnya lebih besar dari bangunan rumah itu sendiri.

Kelebihan areal tanah di sekitar rumah itu lazim disebut halaman atau pekarangan. Sisa tanah itu manfaatnya besar sekali bagi penghuni rumah, karena dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan. Fungsinya antara lain sebagai pembatas dan penghubung antara rumah satu dengan lainnya, tempat menjemur cucian, tempat bermain anak-anak, dan tempat menanam berbagai tanaman kesayangan, misalnya pohon durian.

Tentu saja untuk menanam durian Anda harus mempertimbangkan luas-sempitnya areal tanam yang tersedia. Selain itu, dibutukan juga berbagai pertimbangan lain agar tanaman durian bisa tumbuh dengan baik, seperti iklim setempat, sifat dan keadaan tanah, situasi lingkungan, cara perawatan dan pemupukannya.

2. Durian Sebagai Penghias Pekarangan

Tata cara menanam pohon durian di pekarangan dengan di kebun yang luas agak berbeda. Penanaman di kebun tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan hasil buah sebanyak-benyaknya. Tanaman tersebut diperlakukan sebagai komoditas usaha tani, sehingga mutlak ada perhitungan untung-ruginya. Sebaliknya, untuk penanaman durian di pekarangan, hasil buah adalah nomor dua. Yang terpenting justru bagaimana agar tanaman itu bisa tumbuh bagus dan sedap dipandang, potongan tajuknya serasi dengan situasi lingkungan sekitar, besarnya pertumbuhan pohon tidak mengganggu kegiatan keluarga sehari-hari, rindangnya pohon bisa memberi kenyamanan tempat tinggal dan tempat sekitarnya.

Menanam pohon durian di pekarangan kini telah menjadi trend baru di kalangan penggemar durian di daerah perkotaan dan penduduk kompleks perumahan. Tanaman itu ada yang menghiasi pekarangan rumah mewah berhalaman luas, ada juga yang ditanam di pekarangan sempit rumah-rumah KPR-BTN.

Sosok tanaman durian pekarangan itu tampak berbeda jauh dengan sosok tanaman durian yang tumbuh di tengah-tengah kebun di desa. Durian kampung tumbuhnya kekar perkasa, batang pokoknya besar, dan tinggi menjulang di atas permukaan tanah. Sebaliknya, sosok tanaman durian di pekarangan tumbuhnya rendah, berbatang pokok pendek, dahan dan percabangan rantingnya hampir menyentuh tanah, tajuk pohonnya nampak rimbun mungil, sehingga lebih mengesankan sebagai tanaman hias daripada pohon penghasil buah. Namun justru penampilannya yang tidak kampungan itulah yang menarik simpati penggemarnya.

Sayang seribu sayang, pohon pendek yang sudah rindang berdaun rimbun itu sering dikeluhkan pemiliknya, karena tak kunjung menghasilkan buah. Kalau toh suatu saat berbunga, bunga itu akhirnya gugur sebelum menghasilkan pentil buah. Kenapa bisa terjadi demikian? Kesalahan apa yang telah terjadi dalam perawatan, lalu perlakuan yang bagaimanakah yang harus dikerjakan agar tanaman itu kembali berbunga dan mau menghasilkan buah?

3. Pilihlah Tempat Tanam Yang Tepat

Ada orang bilang, bertanam itu gampang-gampang susah. Kalau kondisi tanahnya memadai, biasanya tanaman bisa tumbuh dengan baik. Namun kalau kondisi tanahnya kurang cocok untuk tempat tanam, walau diperlakukan bagaimanapun, pertumbuhan tanmaan tidak akan menjadi baik. Agar pertumbuhannya baik, hendaknya dipilih lokasi atau tempat tanam yang tepat.

Umumnya durian tumbuh baik kalau ditanam di daerah pada ketinggian 50-600 m dpl. Walau begitu tak jarang kita jumpai tanaman itu bisa tumbuh dengan baik di daerah setinggi 800 m dpl dan di daerah dataran rendah setinggi 10 m dpl. Akan tetapi paling cocok jika durian ditanam pada daerah berketinggian 400-600 m dpl.

Tipe tanah yang dikehendaki durian adalah lempung berpasir, yang subur dan banyak mengandung bahan organik. Tanah tipe ini mampu mengikat dan merembeskan air, tidakmudah tergenang air kalau hujan. Kedalaman air tanahnya 50-200 cm dari permukaan tanah. Keasaman tanahnya hampir netral sampai netral, berkisar antara pH 6,0-7,0.

Di alam, durian tumbuh dengan baik di daerah beriklim basah dengan curah hujan antara 1.500-2.500 mm per tahun, curah hujannya merata sepanjang tahun. Namun pada masa pembungaan dan pembuahan, durian membutuhkan musim kering selama sekitar 3 bulan. Curah hujan itu mungkin tidak menjadi masalah bagi durian yang ditanam di daerah beriklim kering, asalkan setiap hari disiram.

Di daerah kompleks perumahan atau lingkungan yang tanahnya sudah padat dan banyak mengandung sisa-sisa bahan bangunan dan pecahan tembok beton, struktur tanahnya yang sudah mengeras itu harus diperbaiki lebih dulu sebelum pohon durian ditanam. Caranya dengan mencangkulinya dan menambahkan kompos atau pupuk kandang banyak-banyak agar bertekstur gembur. Pengolahan tanah diutamakan di lubang tanam yang akan digunakan untuk menanam bibit durian.

Jika ditanam di tempat yang tanahnya gembur, subur, cukup kandungan air tanahnya, tanaman durian itu bisa tumbuh dan memberikan hasil yang baik. Dalam perawatannya, masalah pengairan perlu mendapatkan perhatian utama, karena tanaman durian yang masih muda itu sangat rawan terhadap kekurangan air.

4. Bibit Dipilih Yang Sesuai

Tajuk pohon durian bentuknya bermacam-macam, ada yang sempit bagai piramida dan ada pula yang melengkung lebar seperti payung. Jenis pohon yang cocok ditanam di pekarangan sempit adalah durian bertajuk sempit bagai piramida seperti durian unggul introduksi dari Bangkok, Muangthai. Bisa dipilih misalnya durian monthong (di Indonesia biasanya disebut durian otong) dan chane (kani).

Kedua varietas durian unggul itu pertumbuhan mahkota tajuknya tidak cepat melebar, percabangannya cenderung mengarah ke atas. Keduanya tidak cepat besar karena lambat pertumbuhannya. Rentangan jari tajuknya paling lebar 5 m saja panjangnya untuk tanaman dewasa. Pekarangan sempit seluas 10 x 10 m bisa ditanami dua pohon durian otong atau kani.

Kalau Anda menginginkan durian lokal, sekarang juga sudah tersedia 5 varietas yang keunggulannya sudah diakui oleh Depertemen Pertanian RI, antara lain durian sitokong, simas, sunan, petruk, dan sukun. Durian simas, sitokong, dan sukun mahkota tajuknya berbentuk menjulang. Durian sunan mahkota tajuknya seperti payung, dan petruk berbentuk kerucut.

Bibitnya dijual dalam bentuk okulasi seperti halnya durian bangkok. Bibit siap tanam tingginya berkisar antara ½ – 1½  m. Pertumbuhannya sebagai pohon umumnya kuat, karena tanaman memiliki akar tunggang yang mampu merasuk jauh di kedalaman tanah. Untuk mendapatkan bibitnya, sebaiknya Anda membeli di tempat pembibitan terpercaya atau bibit bersertifikat, agar keaslian bibitnya bisa dipertanggungjawabkan.

5. Penanaman Bibit

Bibit yang baru saja dibeli jangan langsung ditanam. Akan tetapi sebaiknya dirawat dulu di dekat tempat tanam, misalnya di pojok pekarangan yang teduh, agar ia menyesuaikan diri dulu dengan lingkungannya yang baru. Selama perawatan, bibit itu perlu dipupuk dan disiram, agar tetap sehat dan baik pertumbuhannya. Pemupukannya bisa menggunakan pupuk daun Gandasil D atau 1 sendok makan NPK (15 : 15 : 15) dicampur pupuk kandang secukupnya. Bibit itu membutuhkan penyesuaian selama 1-2 bulan sebelum ditanam dalam lubang penanaman.

Baca Juga :  Tips Memelihara Landak Mini

Letak penanaman diatur di tempat yang paling tepat, sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Lubang tanam dibuat berukuran 80 x 80 x 80 cm, kalau tanahnya gembur. Kalau tanahnya liat atau banyak pecahan batu, lubang tanamnya diperbesar dan diperdalam, misalnya panjang dan lebarnya 125 x 125 cm dan dalamnya 2 m. Lubang tanam dibiarkan dulu terjemur selama 7-10 hari. Tanah cangkulan dimasukkan kembali setelah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos, sebanyak 40-80 kg/lubang. Satu minggu kemudian tempat itu sudah siap digunakan untuk menanam bibit.

Lubang yang semula sudah tertutup kembali oleh tanah, digali kembali dengan ukuran yang lebih kecil. Ukuran lubang sedikit lebih besar dibanding gumpalan tanah yang membungkus akar bibit. Pembungkus akar bibit dari plastik atau keranjang bambu dibuang. Kalau akar tanaman berbelit-belit atau melingkar-lingkar, diluruskan dulu dengan hati-hati. Bibit dimasukkan persis di tengah-tengah lubang sampai batas leher akar, lalu ditutup dengan tanah galian.

6. Perawatan tanaman

Durian membutuhkan banyak air pada awal pertumbuhannya. Penyiraman perlu dilakukan secara teratur setiap pagi dan sore hari, lebih-lebih kalau bibitnya itu ditanam pada musim kemarau. Penyiraman dianggap cukup jika tanah tempat penanaman sudah lembap.

Akibat penyiraman itu, tanah di sekitar tanaman sering menjadi padat. Sebulan sekali tanah yang sudah mulai memadat itu digemburkan dan disiang seperlunya, agar peresapan air dan sirkulasi udara dalam tanah kembali lancar. Penggemburan dan penyiangan itu jangan sampai merusak akar tanaman.

Pemupukan membutuhkan perhatian layak, agar pertumbuhannya subur. Setelah 3 bulan ditanam, tanmaan diberi pupuk buatan atau NPK (15 : 15 : 15) sebanyak 200 g/pohon. Selanjutnya, pemupukan dengan pupuk buatan itu dilakukan rutin setiap 4 bulan sekali sampai tanaman berumur 3 tahun. Pupuk organiknya berupa 60-100 kg pupuk kandang atau kompos per tahun.

Pemupukan itu tidak akan sulit dilakukan kalau pohonnya masih kecil, areal tanamnya masih cukup luas, dan mahkota tajuk tanamannya belum melebar menutupi batas pekarangan. Sampai tajuk pohon belum membengkak menutupi batas tembok pekarangan dan dinding rumah, pemupukan bisa dilakukan dengan cara biasa, yaitu menggali lubang mengelilingi batang di bawah mahkota tajuk paling luar dari tanaman.

Tanaman durian yang telah berumur 3 tahun lebih biasanya sudah mulai membentuk pohon yang cukup besar. Penampilannya sudah rindang dan mahkota tajuknya mulai melebar menutupi luas pekarangan. Oleh karena itu, pemupukan tak bisa dilakukan seperti sebelumnya, yakni dengan menggali lubang parit mengelilingi batang tanaman. Cara lain bisa dilakukan sebagai berikut :

1)  Membuat Lubang Patah-Patah

cara pemupukan pohon durian, gambar kebun durian, cara berkebun durian lengkap

Cara pemupukan tanaman buah durian dengan lubang patah-patah

Dibuat lubang patah-patah melingkari batang pohon, berjarak 200 cm dari batang pohon, sebanyak 8 lubang. Tiap lubang berdiameter 25-30 cm, dalamnya 30-50 cm. Lubang digali menggunakan linggis. Sebanyak 50 kg pupuk kandang dicampur dengan 250 g NPK, lalu campuran pupuk itu dimasukkan ke dalam lubang galian, ditekan-tekan agar memadat sebelum ditutup kembali dengan tanah. Fungsi pupuk kandang itu selain membuat struktur tanah tidak memadat, juga berguna untuk mengikat pupuk buatannya agar tidak hanyut terbawa air siraman. Pemupukan dilakukan dua kali setahun, pembuatan lubangnya bergeser pada sisi sebelahnya.

2)  Membuat Lubang Kecil-Kecil

pemupukan tanaman buah, memupuk tanaman buah

Cara pemupukan pohon buah durian dengan lubang kecil-kecil

Dibuat lubang kecil-kecil dari dekat batang pohon sampai dekat batas pekarangan yang posisinya diatur sedemikian rupa sedalam 30-50 cm, berdiameter sekitar 10 cm. Banyaknya lubang bergantung pada tempat yang tersedia, dengan jarak antarlubang sekitar 15-20 cm. Pupuk kandang yang telah dicampur dengan NPK dimasukkan ke dalam lubang, lalu ditutup dengan tanah. Sisa tanah galian diratakan pada permukaan tanah lainnya.

Pemakaian linggis sebagai alat gali itu tidak akan banyak merusak akar tanaman, kalau cara penggaliannya baik. Karena akarnya tidak rusak, diharapkan tanmaan akan tumbuh lebih baik dan sehat.

Setelah melewati umur 3 tahun, setiap tahunnya tanaman membutuhkan tambahan 20-25 persen pupuk NPK dari dosis sebelumnya. Kalau pada tahun ketiga dipupuk dengan 500 g NPK, maka pada tahun keempat dosisnya menjadi 600-625 g NPK per pohon. Kebutuhan pupuk kandangnya juga meningkat, berkisar antara 120-200 kg/pohon. Menjelang berbunga, tanaman juga membutuhkan NPK 10 : 30 : 10.

7. Pembentukan Tanaman

menanam durian, bertanam durian, budidaya durian, menanam durian di depan rumah

Luas pekarangan 10 x 10 meter bisa dipakai untuk menanam dua batang pohon durian

Luasnya tempat dan pengaturan letak tanam sangat menentukan bentuk tanaman yang tumbuh di pekarangan, apakah pohon itu akan dibuat pendek atau jangkung batang pokoknya. Tanaman yang berada di pekarangan sempit, sebaiknya dibentuk agar berbatang pokok tinggi sampai melampaui atap rumah, baru kemudian mahkota tajuknya dibiarkan rindang di atas genting rumah. Dengan demikian halaman pekarangan di bawah pohon tampak berkesan luas, lapang, dan bisa dimanfaatkan untuk keperluan lainnya. Misalnya untuk menanam tanaman hias yang cocok ditaruh di tempat teduh.

Kalau Anda menginginkan tanaman berbatang pokok tinggi, bibitnya dipilih dari tanaman yang berbatang pokok lurus atau belum bercabang. Kalau bibitnya sudah terlanjur bercabang, cabang yang lebih jelek pertumbuhannya dipangkas saja. Kalau menghendaki tanaman berbatang pokok rendah, bisa dipilih bibit yang sudah bercabang setinggi 100 cm pada batang pokoknya. Bibit itu bercabang tiga di atas batang pokoknya, letak cabang tidak saling berdekatan, kedudukannya merata di sekeliling batang pokok, dan kondisi tanaman sehat. Akan tetapi bibit berbatang pokok rendah ini paling cocok ditanam di pekarangan luas, agar leluasa mendapatkan sinar matahari.

budidaya durian, cara menanam durian, durian recipes, durian furniture

Membentuk dahan memakai ikatan tali agar tumbuh mendatar

Pertumbuhan bibit yang pesat dan berdaun rimbun merupakan pertanda bahwa akar di dalam tanah pertumbuhannya juga baik. Pembentukan tanaman sudah bisa dimulai setelah tanaman berumur 2 tahun sejak bibit ditanam. Itu pun perlu dilihat dulu pertumbuhan tanamannya. Kalau pertumbuhannya tidak begitu pesat dan belum banyak cabang-cabangnya, pemangkasan bentuk sebaiknya ditunda dulu. Yang lebih diperlukan adalah pemangkasan perawatan, yaitu membersihkan bagian-bagian tanaman yang rusak dan tidak sehat pertumbuhannya.

Agar pertumbuhan batang pokok tanaman tetap lurus sampai di atas permukaan genting, pertumbuhan cabang samping (dahan) dijaga jangan sampai terlalu besar, kalau posisinya masih berada di bawah genting. Baru setelah batang pokoknya tumbuh melewati genting, cabang samping dipelihara dan ditata agar tumbuh kuat, besar, dan berbentuk memanjang horizontal (mendatar) yang bertumpu pada kelanjutan batang pokoknya yang semakin ke atas semakin mengecil bentuknya. Agar calon dahan itu tumbuh mendatar, pembentukannya bisa dibantu dengan menariknya ke bawah menggunakan ikatan tali plastik atau kawat. Setelah dahan itu berkayu kuat, ikatannya dilepaskan. Jadilah dahan yang tumbuh mendatar yang membentuk sudut siku pada batang pokoknya.

Pemangkasan tanaman, cara memangkas tanaman buah, pemangkasan pohon

Pemangkasan bentuk pada tanaman durian

Selama pembentukan itu, harus diusahakan agar ada keseimbangan antara bentuk pohon dengan percabangannya sehingga berkesan serasi. Dengan demikian udara dan sinar matahari pun dapat meresap ke dalam tajuk pohon seluruhnya, sehingga proses asimilasi berlangsung sempurna.

Baca Juga :  Menanam Manggis Dalam Pot

Selama proses pertumbuhan dahan, tunas-tunas liar yang tumbuh di sekitar dahan harus disingkirkan. Dahan yang kelewat panjang tumbuhnya sebaiknya dipotong kelebihannya, agar bentuknya serasi dengan dahan lain. Dengan demikian mahkota tajuk pohon bisa dibentuk, cembung seperti payung terbuka atau piramida terbalik dengan tangkai batang pokok yang cukup panjang. Sepanjang 3-4 m pohon berupa tajuk mahkotanya, sedangkan 3 m ke bawahnya berupa batang pokok yang kukuh menyangga tajuk mahkotanya itu. Dengan demikian tinggi keseluruhan pohon durian pekarangan berkisar antara 6-7 m dari permukaan tanah. Kalau pohon itu masih terus tumbuh meninggi, sisa pucuk batang tengah yang lebih tinggi 3-4 m dari dahan yang pertama bisa dipangkas.

mahkota tajuk, cabang primer, batang pokok, cabang tersier, cabang sekunder, batang pokok

Cara pemangkasan tanaman buah durian

Dengan perlakuan tersebut puncak mahkota tajuk tidak berbentuk kerucut lagi, tetapi malah berbentuk mendatar seperti meja, karena dahan-dahannya dipaksa tumbuh mendatar juga. Dengan pemangkasan itu pertumbuhan dahan horizontal akan semakin kuat dan batang pokoknya menjadi lebih kekar, karena makanan yang semula tersalurkan untuk pembentukan puncak anaman termanfaatkan oleh dahan horizontal tadi. Untuk memangkas dan merawat tanaman itu bisa digunakan tangga segitiga yang kuat. Bekas luka pangkasan ditutup dengan aspal atau cat, agar tidak tercemar penyakit.

8. Kalau Sudah Berbunga

Pada umur 5-6 tahun tanaman durian dari bibit okulasi itu sudah tiba saatnya berbunga dan berbuah pertama kalinya. Proses pembuahannya akan berjalan lancar kalau serbuk sari dan kepala putiknya dalam keadaan subur. Serbuk sari berdaya tumbuh tinggi, sedang putiknya merupakan media yang subur bagi perkembangan serbuk sari selanjutnya.

Penyerbukan bunga durian berlangsung ketika tanaman berbunga lebat. Mekarnya kuncup-kuncup bunga merupakan pertanda kepala putiknya sudah masak dan siap merima serbuk sari untuk pembuahan. Penyerbukan sendiri akan terjadi kalau serbuk sari dan kepala putik bersamaan masaknya.

Sayangnya durian tergolong tanaman yang menyerbuk silang. Bunganya baru akan berkembang  menjadi buah kalau mendapat serbuk sari dari pohon durian lain. Serbuk sari yang membuahi itu bisa menempel karena terbawa angin (bisa mencapai 1000 m dari pohonnya) atau terbawa oleh serangga atau binatang lain yang sedang mencari madu. Kalau pada waktu bunga mekar tak ada angin berembus atau binatang yang membantu penyerbukan, bunga itu tak akan terserbuki. Pembuahan pun gagal terjadi. Penyerbukan bunga durian berlangsung malam hari.

Gagalnya penyerbukan bunga durian umumnya terjadi pada tanaman yang tumbuh terpencil, sampai pada radius jarak 1.000 m tak ada pohon durian lain yang sama-sama berbunga. Akibatnya pohon yang sudah mekar bunganya gagal berbuah.

Gagalnya pembuahan bisa juga terjadi pada pohon durian yang pendek tumbuhnya, percabangannya rapat, dan tajuk mahkotanya terlalu rimbun, karena serbuk sari beterbangan di atas mahkota tajuk pohon sehingga sulit melakukan penyerbukan.

Kegagalan penyerbukan itu terjadi karena durian berbunga dalam lingkungan mahkota tajuk pohon. Bunganya tumbuh berkelompok pada dahan atau cabang yang tak jauh letaknya dari batang pokok. Kalau batang pokok terlalu pendek, mahkota tajuknya rimbun, benang sari yang terbawa embusan angin tak dapat menerobos menembus tajuknya karena beterbangan terlalu tinggi di atas mahkota pohon.

Untuk mengatasi kedua masalah itu perlu dicarikan pohon durian lain yang masa berbunganya bersamaan. Serbuk sarinya kemudian dikumpulkan. Setelah terkumpul, dilarutkan dalam aquades, lalu disemprotkan-menggunakan botol semprot kecil berukuran 1 liter-pada pohon durian yang bunganya sedang mekar. Mekarnya bunga durian berlangsung pada malam hari antara pukul 19.00-20.00.

Kalau di sekitar pohon durian itu terdapat pohon durian lain, sebaiknya diusahakan agar masa berbunga kedua durian itu bersamaan waktunya. Tanaman yang berbunga lebih awal bisa ditunda pembungaannya sampai pertengahan musim dengan menyiraminya setiap hari secara rutin selama dua bulan pada awal kemarau. Kalau kedua durian itu pembungaannya bersamaan waktunya, penyerbukan silang tak akan mengalami kesulitan.

Keberhasilan penyerbukan belum menjamin proses pembuahan akan berlangsung lancar. Kalau serbuk sari dan kepala putik dalam keadaan mandul, atau serbuk sarinya tidak cocok bergabung dengan kepala putiknya, kegagalan bunga menjadi buah tetap bisa terjadi. Turunnya curah hujan yang lebat dan tidak teratur sering membuat serbuk sari melekat satu sama lain, membentuk gumpalan-gumpalan yang tak bisa dibawa terbang oleh angin, sehingga tak bisa menyerbuki bunga durian dari pohon lain. Bunga yang basah dan serbuk sarinya yang menggumpal itu akhirnya rusak, layu dan membusuk.

Peliharalah buah yang tumbuh dekat pangkal dahan

gambar orang naik tangga, gambar tangga kartun, cara merawat tanaman buah yang tinggi

Tangga segitiga untuk merawat durian di pekarangan

Kalau penyerbukannya berhasil, bunga akan membentuk pentil buah. Kalau buah yang terbentuk kelewat banyak per cabang tanaman, sebaiknya dijarangkan. Kalau rata-rata per pohon menghasilkan 100 butir buah muda, kurangilah sampai tersisa sekitar 40 butir saja. Maksudnya, agar tanaman tidak terlalu sarat menanggung beban buah. Peliharalah buah yang tumbuh dekat pangkal itu karena umumnya akan menjadi buah yang lebih besar, berdaging tebal, dan lebih manis rasanya dibandingkan dengan yang tumbuh di tempat lain.

Penjarangan bisa dilakukan dengan memetiknya menggunakan gunting kecil, sehingga lebih teliti dalam melakukan seleksi. Yang cacat bentuknya, otomatis disingkirkan. Boleh juga penjarangan itu menggunakan hormon Auxin A tatkala pentil buah berumur sekitar 1 bulan tetapi di sekitarnya masih ada bunga yang sedang mekar. Pentil buah dan bunga yang sudah terbuahi akan tetap meneruskan proses pembuahannya, sedangkan bunga lain yang tersemprot mati dengan sendirinya.

Buah durian yang sudah masak biasanya akan jatuh sendiri setelah berusia 4-5 bulan sejak penyerbukan bunga berlangsung. Jatuhnya buah yang cukup besar ukurannya itu bisa membahayakan keselamatan orang lain. Sebaiknya ketika buah durian sudah cukup besar berumur 3-3,5 bulan, buah itu diikat menggunakan rafia yang kuat, dan perpanjangan talinya diikatkan pada dahannya itu. Dengan demikian kalau tangkai buah durian lepas dari tempatnya bergantung, ia tidak akan jatuh ke bawah, melainkan tetap tergantung karena terikat oleh tali rafia. Karena pohon durian di pekarangan cukup rendah, pengikatan buah itu tak akan banyak menemui kesulitan kalau dibantu dengan tangga segitiga dari batang bambu yang tua dan kuat.

Setelah buahnya dipanen semua, tanaman kembali dirawat dengan memangkas seperluny6a bagian-bagian cabang yang rusak dan memupuknya. Cara pemupukannya seperti yang diutarakan dalam Bab Perawatan Tanaman. Dengan demikian kondisi tanaman akan kembali sehat, mampu berbunga dan berbuah lagi pada tahun berikutnya. #GTW

Loading...
error: