JENIS-JENIS SANGKAR BURUNG DAN PENEMPATANNYA

1. Syarat Sangkar Burung Untuk Burung Berkicau

Sejak masih bakalan sampai menjadi burung yang mampu berkicau atau bernyanyi, jelas diperlukan perhatian dan perawatan yang baik. Agar kehidupan burung bisa tenang dan nyaman, sebaiknya burung ditempatkan pada sangkar tunggal yang memenuhi persyaratan.

Sangkar yang hendak dipakai sebaiknya sangkar gantung yang ringan diangkat dan mudah dipindah-pindah, tapi kuat. Selain itu awet dan mudah dibersihkan. Biasanya terbuat dari bahan utama kayu dan bambu.

sangkar burung kenari, sangkar burung pleci, sangkar burung besi, harga sangkar burung

Sangkar burung dekorasi.
gambar : ronggolawe.info

Sangkar yang hendak dipakai, sesuaikan dengan besar kecilnya burung yang akan dipiara. Sangkar boleh berbentuk bundar atau persegi. Yang penting luas sangkar harus cukup luas dengan kebutuhan burung, sehingga ia bisa cukup leluasa bergerak dan merasa nyaman. Sangkar yang terlalu kecil akan menimbulkan rasa tidak enak, kurang leluasa bergerak, sehingga lama kelamaan burung akan mengalami stress dan tekanan mental. Bila tekanan mental ini berlangsung lama, burung akan berubah bersifat liar dan penakut. Selanjutnya ia tidak akan mau berkicau sama sekali.

Burung yang sifatnya gesit, sebaiknya ditempatkan pada sangkar yang ruji-rujinya rapat. Sedang bagi burung yang termperamennya jinak, dapat ditaruh dalam sangkar yang ruji-rujinya renggang. Dalam sangkar juga harus dilengkapi dengan sarana-sarana yang diperlukan burung. Diantaranya kayu tangkringan, lantai sangkar, tempat makan, tempat minum dan lain-lain. Pada alas sangkar, sebaiknya terdapat ruji-ruji untuk menghindari kaki burung menginjak-injak kotorannya sendiri.

Baca Juga :  12 Jenis Burung yang Tidak Bisa Terbang

Kayu tangkringan yang baik bentuknya bulat, dan besarnya disesuaikan dengan besar kecilnya cengkeraman kaki burung bersangkutan. Ukurannya jangan terlalu besar atau terlalu kecil. Paling bagus tangkringan terbuat dari kayu alam yang tidak berbau. Selain itu jendela atau pintu sangkar lebarnya juga harus memadai. Sehingga mudah dibersihkan dan gampang menaruh atau mengganti makanan dan minuman. Begitu pula lantai sangkar, mudah dicopot dan dipasang kembali, sehingga gampang dibersihkan dan dicuci kotoran yang hinggap di atasnya.

Syarat lain, sangkar tidak berbau. Terutama bau cat, vernis, maupun bau-bauan lain yang keras dan bersifat merusak pernafasan burung. Akibat sampingan lain, burung tidak mau makan, selalu gelisah, terbang kian kemari dan akhirnya akan menderita stress. Bagi sangkar yang baru saja dibeli, berishkan dahulu segala bau-bauan dengan cara mencuci dan menyemprotnya pakai air berulang-ulang. Setelah bersih disemprot dengan obat pencuci hama, lalu dicuci atau disemprot dengan air lagi sampai bersih. Kemudian dijemur sampai kering, setelah kering baru dipakai untuk tempat tinggal burung, setelah segala sarana dan pelengkapannya disiapkan dulu.

Ukuran diameter sangkar dan tangkringan

Baca Juga :  Mencampur Ikan Arwana dengan Ikan Lain

untuk beberapa jenis burung berkicau

No Jenis Burung Diameter sangkar Tangkringan
Cucak Rawa 45 – 65 cm 20 – 23 mm
Hwa Mei 35 – 40 cm 15 – 18 mm
Murai Batu 40 – 60 cm 15 – 18 mm
Kacer 40 – 60 cm 18 – 20 mm
Jalak 45 – 60 cm 20 – 23 mm
sangkar burung kenari, sangkar burung pleci, sangkar burung besi, harga sangkar burung

Salah satu contoh sangkar burung kenari.
gambar : websiteurfan.blogspot.com

Bila burung sudah berada dalam sangkar, selanjutnya penempatan sangkar juga harus diperhitungkan. Umumnya burung kicauan menyukai tempat-tempat yang tenang, tidak berisik. Ia juga menyukai tempat yang hawanya sejuk tapi kering (tidak lembab), cukup berangin (tapi tidak terkena angin langsung yang kencang atau tempat yang ruangannya ber-AC). Penempatan sangkar yang tidak ideal adalah di suatu tempat yang mudah diawasi, tempatnya terang karena cukup cahanya dan bebas dari ancaman binatang pemangsa. Misalnya kucing, anjing, tikus dan lain-lain.

Daerah di sekitar rumah, sangat baik untuk tempat menaruh burung kicauan. Kebanyakan burung-burung kesayangan ini dipajang atau digantung di emper-emper rumah atau di beranda yang agak terbuka. Tempat peletakan sangar serupa ini, biasanya terhindar dari sengatan matahari pada siang hari serta tempias air hujan bila hujan turun.

Baca Juga :  Pedoman Lengkap Budidaya Anggur Dalam Pot

Jarak peletakan sangkar antara satu dengan lainnya, sebaiknya juga dipehatikan. Jangan sampai terlalu berdekatan. Jarak sepanjang 3 meter sudah cukup bagus, karena diantara mereka sudah tidak akan saling melihat. Dengan demikian masing-masing burung akan merasa hidup bebas berdaulat dan tenang. Tapi antara satu dengan lainnya masih bisa saling mendengar kicauan suaranya. Jarak yang cukup jauh ini sangat penting untuk memiliki kekuatan mental yang berlainan atau tidak semuanya kuat. Bila jarak penempatan sangkar kurang dari 3 meter, dikuatirkan suara kicauan burung lain yang lebih kuat akan merusak burung yang mentalnya masih lemah. Terutama burung yang telah jadi atau baru saja jadi.

Walau burung menyukai tempat yang suasananya sejuk dan tenang, tapi sebaiknya penempatan sangkar perlu diusahakan di daerah yang tidak terasing dari manusia (tidak ramai tapai tidak terlalu sepi), agar burung tidak takut pada manusia dan terbiasa dengan lingkungan sekitarnya. Burung yang tidak pernah melihat dan didekati manusia lain, akan terbang kian kemari dan mudah menjadi liar kembali bila suatu saat didekati orang. Hal ini bisa menyusahkan, bila burung akan dipindahkan di tempat lain atau disertakan dalam lomba / kontes burung berkicau. Karena untuk keperluan ini jelas diperlukan burung yang bermental kuat, tidak takut pada orang ramai dan mau berkicau dalam berbagai suasana.

Loading...
error: