TIPS MEMILIH BURUNG BAKALAN

TIPS / CARA MEMILIH BURUNG BAKALAN

1. Apa Sih Burung Bakalan itu ?

Bagi kaum hobis, tujuan utama memelihara burung adalah sekedar untuk kesenangan. Kesenangan bisa diperoleh dengan cara menikmati kaindahan fisik dan kemerduan alun suaranya. Tapi untuk pemeliharaan burung dengan hasil yang benar-benar baik bukanlah suatu pekerjaan mudah, karena dalam perawatannya tidak sekedar memberi makan dan menjaga kesehatan burung saja.

burung bayan pulling, burung bayan jantan, burung bayan untuk dijual suara burung bayan nuri, burung bayan tanau

Burung bayan

Tapi yang lebih penting, seorang hobiis yang baik harus mempunyai rasa cinta yang mendalam terhadap burung kesayangannya. Ia selalu menaruh perhatian, tidak pernah jemu mengamati dan mengikuti tahap-tahap perkembangan burung piaraannya. Ia tak segan-segan mempelajari dan mendalami sifat-sifat burung piaraannya, sehingga suatu saat dapat menetapkan mana burung piaraannya yang bermutu baik mana yang tidak. Mana yang memiliki bakat yang istimewa, mana yang biasa-biasa saja.

Burung piaraan yang kini banyak dipajang sebagai burung hias dan kicauan, sebagian besar berasal dari hasil tangkapan di alam. Bahkan banyak diantaranya untuk dimiliki dan diperdagangkan. Cuma sebagian kecil saja burung hias dan kicauan yang diperoleh dari hasil ternak. Misalnya ayam bekisar, ayam pelung, ayam kate, perkutut, kenari, parkit dan putar. Dan biasanya pemeliharaan dimulai ketika burung masih berumur muda.

Jadi yang disebut burung bakalan adalah burung berumur muda yang belum pandai bernyanyi. Mendapatkan burung bakalan yang nantinya bisa diharapkan menjadi burung biduan dalam sangkar dengan suara yang jernih, jelas dan baik mutunya bukanlah pekerjaan gampang. Banyak orang penggemar menilai; pekerjaan memilih burung bakalan serupa ini seperti membeli lotere.

Baca Juga :  Kotoran Sapi Sebagai Pupuk

Bersifat gambling satau untung-untungan. Sebab bunyi suara yang bermutu, salain ditentukan oleh cara pemeliharaan dan pemberian makanan yang baik, juga sangat ditentukan oleh bakat alamiah burung bersangkutan, pekerjaan memilih burung bakalan ini akan lebih sulit lagi bila burung yang akan diambil untuk dipiara berasal dari hasil tangkapan di alam. Burung hasil tangkapan ini biasanya penakut, liar dan sering menderita stress dalam jangka waktu lama. Untuk menjadi jinak, banyak membutuhkan waktu. Karena harus melakukan penyesuaian dulu dengan lingkungan yang baru.

Bagi orang awam, biasanya lebih cenderung memberi burung yang sudah jadi daripada yang masih bakalan. Burung yang sudah jadi jelas sudah pandai bernyanyi dan ketahuan mutu suaranya. Cuma saja, burung yang sudah jadi rata-rata mahal harganya. Harga yang sudah mahal ini akan meningkat lebih mahal lagi, bila burung penyanyi bersangkutan memiliki mutu suara yang prima atau pernah menang lomba.

2. Tips Membeli Burung Bakalan

Lalu, bagaimana seharusnya kita membeli burung bakalan? Sebelum membeli, sebaiknya kita melakukan ancang-ancang dulu dan mempertimbangkan. Dimana burung bakalan akan dibeli? Di pasar burung, di pedagang pengumpul, di tempat pemelihara atau peternak? Nah, bila tempat pembelian sudah ditetapkan, tindakan selanjutnya yang harus dilakukan adalah menelusuri asal-usul burung bakalan yang calonnya akan dibeli. Tanyakan pada pemilik atau penjualnya, burung tersebut merupakan hasil ternak atau tangkapan?

Baca Juga :  Ikan Merakan atau Kerapu Kembang

Kalau hasil tangkapan, burung tersebut sudah lama atau baru saja ditangkap dan sudah berapa lama atau baru saja ditangkap dan sudah berapa lama dipiara? Biasanya burung yang baru saja ditangkap harganya masih sangat murah, karena sifatnya masih liar dan masih takut bila didekati orang. Burung yang sudah lama ditangkap dan dipiara, harganya sudah meningkat mahal. Tinggi rendahnya harga sering tergantung dari mutu bibit induknya dan keaslian ras atau varietasnya. Keuntungan burung bakalan hasil ternak, ia suah jinak, mudah dipiara, tidak takut pada orang, sifat-sifatnya mudah dipelajari, cepat berkicau bila latihannya dilakukan secara teratur dan baik.

harga burung kepodang, suara burung kepodang, ciri burung kepodang jantan, cara merawat burung kepodang, harga burung kepodang emas

Burung Kepodang

Dalam membeli burung bakalan, jelas harus dipilih burung yang kondisi badannya normal dan sehat. Burung yang sehat biasanya bermata jernih dan jeli, bulu tubuh pertumbuhannya rata dan berwarna cerah mengkilap, periang dan gerakannya lincah, bulu dubur bersih dan tidak tercemar kotoran, jinak atau tidak takut pada orang. Selain itu juga harus diketahui berapa usia burung yang pasti, jenis makanan apa saja yang biasa dimakan dan paling digemari, serta perlakuan apa saja yang diperlukan dan harus dilakukan. Sebab setiap jenis burung mempunyai kebiasaan makan sendiri-sendiri, terutama menyangkut waktu makan dan jenis-jenis makanannya. Kebiasaan makan ini harus dipelajari baik-baik dan diterapkan sesuai dengan kehendak sang burung.

Baca Juga :  10 Burung Terbesar di Dunia yang Masih Hidup

Nah, bila asal-usul burung telah diketahui, tindakan selanjutnya adalah menetapkan pilihan burung jantan calon biduan. Sebab di dunia burung, rata-rata yang mampu berlaku sebagai biduan alias penyanyi adalah burung jantan, ciri-ciri burung bakalan jantan yang kemungkinan besar bisa diharapkan bisa bersuara baik, antara lain sebagai berikut :

  1. Memiliki bentuk paruh yang panjang, tebal dan kukuh, untuk perkutut dipilih yang bentuk ujung paruhnya agak mbendol.
  2. Perhatikan bentuk lubang hidung, pilihlah burung yang lubang hidungnya tidak lebar melompong, tapi lubang hidung terlihat kecil karena tertutup atau terlindung sayap hidung.
  3. Bentuk kepala sebaiknya tidak cembung, tapi agak mendatar. Untuk menentukan datar tidaknya, batok kepala harus diraba tangan. Sebab kadang-kadang batok kepala tidak begitu cembung, tapi karena kedudukan bulu kepala, batok kepala terlihat seolah-olah cembung.
  4. Leher panjang, pangkal leher agak menggembung.
  5. Dada bidang, punggung agak bongkok.
  6. Bentuk mata agak oval, bola mata agak melotot, dan kelopak mata nampak lebar.
  7. Kulit ketiak bila diraba terasa agak halus dan lemas, tidak tegang.
  8. Tulang paha kanan dan kiri agak merapat, jari kaki kuat dan panjang, cengkeramannya sempurna.
  9. Bulu sayap panjang, bulu dada lembut, serta nampak mengkilap becahaya.
  10. Bulu ekor panjang mengumpul, makin ke ujung makin mengecil runcing.
Loading...
error: