BENUR YANG BAGUS MENYEBAR KE PINGGIR SAAT DITEBAR

BENUR YANG BAGUS MENYEBAR KE PINGGIR SAAT DITEBAR

Salah satu faktor penting dalam budidaya udang adalah pemilihan benur yang akan ditebar. Tersedianya benur bermutu dalam waktu tepat dan berasal dari induk yang sehat, sangat menentukan keberhasilan budidaya udang.

pembekal benih udang galah, harga benih udang galah, jual benih udang galah, benih udang galah untuk dijual

Benur udang
gambar : alibaba.com

Kualitas benur sangat ditentukan oleh mutu induknya. Meski ruang pertambakan bagus, tapi kalau induk udang sebagai penghasil benih tidak diketahui dengan jelas asal-usulnya bisa timbul masalah.

“Induk udang ada yang membawa penyakit, dan itu bisa menular ke anak-anaknya”, kata Nyoman Nuitja. Ketua Pusat Pengembangan Amphibi Reptil dan mantan Ketua Litbang Tambak Modern di Kendal-milik PT. SGF (Silver General Food) Surabaya. Menurut Nyoman, penularan itu mulai terlihat pada benur PL-20. Setelah benur tumbuh pada stadium juvenil (udang muda) 8-10 cm, mulai terjadi kematian secara massal.

Induk udang yang bagus menurut pendapat Nyoman, sebaiknya dicari di perairan Kepulauan Nias di Sumatera atau Halmahera di Maluku. Kedua daerah itu dapat diandalkan sebagai penghasil benur bermutu dan sehat, sebab habitat hidup udang di sana masih alami. Sebaliknya induk yang berasal dari Laut Jawa dan Selat Malaka sulit diharapkan jadi penghasil benur yang baik, karena lingkungan perairannya sudah tercemar.

Baca Juga :  Dikatakan Tanda Kiamat dan Mirip Dajjal, Inilah 5 Hewan Mata Satu yang Sempat Terkenal di Dunia

1. Ekor membuka 3 atau 5

Konsumen benur udang windu adalah petambak udang yang telah mempersiapkan lahannya dengan baik. Mengingat pengolahan dan persiapan tambak tidak berlangsung serentak, tak jarang persediaan benur di suatu daerah kosong.

“Kebutuhan benur seringkali tidak bisa dipenuhi pada saat petambak membutuhkan”, kata Edy Muammar, Kepala Dinas Perikanan Brebes. Hal itu mendorong petambak di Brebes mencari benur udang sampai ke Cilacap, Pangandaran, Pelabuhan Ratu, Jepara, dan Banyuwangi. Jarak transportasi yang sedemikian jauh dan lama seringkali berakibat jelek bagi mutu dan kondisi benur. Kondisi semula yang sehat dan bagus, bisa jadi lemah dan stres setelah sampai di tambak.

Benur udang windu merupakan benur yang paling banyak dicari orang, karena jenis ini kalau dipelihara dapat mencapai ukuran terbesar dibandingkan jenis udang lain. Ukuran pertumbuhannya sampai saat dipanen dapat memenuhi persyaratan untuk ekspor.

Benur yang daya tahan dan kelangsungan hidupnya baik di pembenihan (hatchery), rata-rata daya hidupnya juga baik setelah ditebar di tambak.

Menurut Ir. Sutaman, konsultan budidaya udang tambak PT Windu Kencana di Pemalang. Benur sudah mulai bisa ditebar ke tambak kalau telah mencapai PL (post larva)-13 atau PL-15, ditandai 3 atau 5 ekor mengambang ketika berenang. Benur ini oleh petambak sering disebut PL-18 atau PL-20.

Baca Juga :  Cara Merawat Ayam Bangkok Sebelum dan Sesudah Diadu

2. Mendekati keadaan alami

Benur sebaiknya dipilih yang pesat pertumbuhannya, kelangsungan hidup tinggi, dan sebelumnya telah dipelihara dalam kondisi mendekati keadaan alami.

Benur yang dihasilkan dari back yard hatchery (Pembenihan Udang Skala Rumah Tangga), yang teknologinya dirintis BPAP Jepara, bermutu paling baik untuk memenuhi kebutuhan benih udang yang siap tebar. Benih itu tahan lama dalam pengankutan maupun penebaran di tambak, karena bak pemeliharaannya sengaja dibuat terbuka. Sehingga sinar matahari yang masuk secara tak langsung membuat benur dapat beradaptasi dengan lingkungan terbuka.

3. Ciri-cirinya Benur yang Bagus

benih udang kara air tawar, benih udang windu, benih udang galah sabah, benih udang putih

Benur udang
gambar : carabudidayalobsterairtawar.blogspot.com

Benur udang windu yang sudah cukup umur, sehat, dan siap tebar di tambak memiliki beberapa ciri sebagai berikut :

  1. Ukuran relatif seragam, bobot dan ukuran tubuh sesuai dengan umurnya. Tubuh ramping seperti lidi, panjang 1,5-2 cm dengan ruas-ruas tubuh relatif panjang.
  2. Kulit dan seluruh bagian tubuh bersih, cerah, serta tembus cahaya. Warna bagian tengah badan kuning kecokelatan mulai dari pangkal sungut sampai ujung ekor.
  3. Aktif berenang kalau diberi makan. Ketika berenang ekornya mengembang seperti kipas dengan bukaan 3 sampai 5.
  4. Gesit bereaksi dengan gerakan melompat ketika tiba-tiba terkena bayangan dari atas kolam. Hal ini menunjukkan kondisinya sehat.
  5. Segera menyebar ke pinggir kalau ditebar dalam ember penampungan sementara.
  6. Keberadaannya di air menyebar. Jika bergerombol, kemungkinan besar kondisi benur kurang sehat.
  7. Gerakannya lincah dan selalu menentang arus, baik yang ditimbulkan oleh gelembung-gelembung akibat aerasi atau air mengalir.
  8. Cenderung menempel pada dinding atau substrat lain yang terdapat dalam wadah.
  9. Tidak terdapat kelainan atau cacat baik pada tubuh maupun anggota tubuhnya, dan tidak tampak warna putih pada ototnya.
  10. Tanah diangkut dalam jangka waktu tertentu.
  11. Tahan terhadap perubahan lingkungan selama diadaptasikan di tempat baru.
Baca Juga :  Merawat Burung Di Perjalanan

Benur yang bergerombol menunjukkan kondisi kurang sehat. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, yakni penanganan yang kurang baik, kepadatan saat pengangkutan terlalu tinggi, atau jangka waktu pengangkutan lebih panjang dari ketentuan yang disyaratkan.

Benur yang bervariasi ukurannya tidak diminati petambak, karena dikuatirkan pertumbuhannya tidak bisa seragam kalau dipelihara.

Agar benur sampai ke petambak dalam kondisi sehat dan segar, perlakuan selama dari tempat pembibitan sampai di tambak untuk ditebar perlu dipersiapkan dengan baik. Perlakuan itu dimulai sejak persiapan panen, pemanenan, pengepakan, pengangkutan, sampai saat penebarannya di tambak. (B. S)

Loading...
error: