Budidaya Bawang Putih Dataran Menengah

Menanam Bawang Putih di Dataran Menengah

budidaya bawang putih, budidaya bawang putih dalam polybag, budidaya bawang putih tunggal, penanaman bawang putih, budidaya tanaman bawang putih

Budidaya bawang putih dataran menengah

Bawang putih tidak hanya cocok dibudidayakan di dataran tinggi di dataran menengah pun ia dapat berporduksi dengan baik. Kuncinya, menggunakan kultivar tanah suhu tinggi, perlakuan bibit, pemberian mulsa, dan pemupukan berimbang.

Pengembangan bawang putih di dataran menengah telah dilakukan di daerah Bantul, Gunung. Kidul (D.I Yogyakarta) dan Mataram (Nusa Tenggara Barat) Belum lama ini SPP Maja, Majalengka (Jawa Barat) bekerjasama dengan BPSBTPH (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura) Jawa Barat dan DKI Jakarta, serta Balai penelitian Hortikultura Lembang, telah melakukan penelitian terhadap 9 varietas bawang putih yang ditanam di daerah berketinggian 560 m di atas permukaan laut (dataran menengah).

1. Kultivar Unggul

Salah satu kunci keberhasilan penanaman bawang putih di dataran menengah adalah dengan menggunakan kultivar unggul. Dari 9 kultivar yang dicoba di SPP Maja, Majalengka itu diharapkan ada beberapa kultivar yang benar-benar cocok ditanam di dataran menengah dan produktivitasnya tinggi. Kesembilan kultivar itu ialah Lumbu putih, Lumbu hijau, Jalibarang, Banjarsari, Sanur I, Sanur II, Kediri (Bagor), Layur, dan Honya (kultivar lokal Majalengka).

No Kultivar Tinggi Tanaman (cm) Jumlah Daun Jumlah Anakan Umur Panen (hari) Produksi/ha (ton)
Berat Basah Berat Kering
Jatibarang 46,64 14,04 1,60 79 8,142 4,231
Banjarsari 45,59 11,19 1,20 76 6,712 3,039
Sanur I 47,84 11,33 1,24 88 6,015 3,724
Lumbu Putih 47,02 9,53 1,09 79 6,684 5,919
Kediri 41,56 10,47 1,19 79 6,350 3,746
Sanur II 47,06 12,11 1,24 82 7,836 4,391
Layur 42,96 10,78 1,13 79 6,570 3,715
Lumbu Hijau 49,16 12,49 1,20 98 7,210 4,213
Honya 42,30 10,13 1,09 88 4,408 3,413
Baca Juga :  Bakterisida adalah Racun Pembunuh Bakteri

Dari hasil ujicoba yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :

Penanaman kultivar Jatibarang, Lumbu putih, Lumbu hijau, dan Sanur II di dataran menengah menuniukkan tingkat produksi cukup tinggi dibandingkan kultivar lainnya. Meskipun begitu, saat penghitungan produksi berat basah waktu panen, kedelapan kultivar yang dicoba menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan kultivar lokal Honya.

Menurut Rachmat M, Mieke Ameriana, dan Etty Sumiati, Peneliti Balai Penelitian Hortikultura Lembang, daerah alternatif pengembangan budidaya bawang putih di dataran menengah adalah yang berketinggian 200-700 m dpl, jenis tanahnya andosol dan regosol, dengan tipe iklim C3 (5-6 bulan basah dan 5-6 bulan kering).

2. Perlakuan Bibit

garlic, khasiat bawang putih, bawang putih jerawat, khasiat bawang putih bagi kesehatan, harga bawang putih, bawang putih bawang merah, cara menanam bawang merah

Tanaman bawang putih
yang sudah di panen
gambar : motherearthnews.com

Pemilihan kultivar yang sesuai harus didukung dengan perlakuan bibit yang baik sebelum tanam. Bibit yang baik diambil dari kultivar unggul yang dipanen pada umur 100-120 hari. Bawang putih untuk bibit umumnya dipanen pada umur yang sedikit lebih tua dibandingkan bawang putih untuk konsumsi. Selain itu bawang untuk bibit haruslah telah mengalami masa simpan selama 7-9 bulan, bobotnya (beratnya) 1,1 – 2,0 gram /siung, dan bila bagian uiungnya dipotong tampak tunas berwarna hijau. Bibit yang sudah terpilih dan memenuhi kriteria bibit bermutu, selanjutnya direndam dalam air bersih atau zat perangsang tumbuh (ZPT), untuk merangsang tumbuhnya tunas dan meningkatkan hasil panen. ZPT yang digunakan misalnya Dharmasri 5 EC yang mengandung bahan aktif triacontanol. Bibit direndam dalam larutan ZPT Dharmasri 5 EC berkonsentrasi 0,10 ml/liter air, selama kurang lebih 2 jam. Pemilihan dan perlakuan bibit dengan perendaman dalam larutan ZPT ini akan meningkatkan laju pertumbuhan dan hasil panen bawang putih secara nyata.

Baca Juga :  Manfaat Kolang Kaling, si Bening dari Pohon Aren

3. Tanah, Pupuk, dan Mulsa

Tanah gembur sangat diperlukan untuk penumbuhan bawang putih. Mengingat tanaman ini memiliki perakaran dangkal. Penggemburan tanah dilakukan dengan cangkul atau bajak dengan kedalaman sekitar 30 cm. Selanjutnya dibentuk bedengan-bedengan selebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan 40-50 cm.

Sebelum ditanami tanah gembur tadi dicampur pupuk kandang matang sebanyak 10-20 ton per hektar. Bibit bawang putih ditanam satu persatu pada jarak tanam 10 cm x 15 cm, dengan posisi tegak, dua pertiga bagian siung masuk ke dalam tanah. Agar pertumbuhannya sempurna usahakan posisi siung tidak terbalik. Bersamaan dengan waktu tanam bibit, diberikan pupuk dasar TSP dan KCl. Masing- masing sebanyak kurang lebih 746 kg dan 200 kg per hektar. Pupuk diberikan dengan cara disebar merata di atas bedengan atau dibenamkan sedikit dalam larikan di atas bedengan. Usai melakukan penanaman bibit, sebaiknya bedengan ditutup dengan mulsa jerami setebal 3-5 cm. Pemberian mulsa tidak perlu tebal agar tidak menghalangi pertumbuhan bibit. Mulsa jerami ini berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah agar stabil, menekan pertumbuhan gulma, dan merangsang pembentukan umbi bawang, terutama di daerah panas (dataran rendah sampai menengah). Pupuk susulan diberikan secara bertahap pada waktu tanaman berumur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam. Jenis pupuk yang diberikan urea atau ZA dengan dosis 390-560 kg urea atatt 835-1.190 kg ZA per hektar. Pupuk sejumlah itu diberikan 3 kali selama penanaman, tiap kali pemupukan sepertiganya atau rata-rata 130-185 kg urea atau 278-397 kg ZA. (!RA) ~~ Budidaya Bawang Putih Dataran Menengah ~~

Loading...
error: