Tips-Tips Memelihara Ayam Hias

Tips-Tips Memelihara Ayam Hias

Ayam hias anda sering stes, bulunya kusam, dan terjangkit penyakit ? 8 tips di bawah ini mudah-mudahan membantu mengatasi masalah tersebut, sehingga ayam anda akan senantiasa terlihat tegap, sehat berbulu mengkilap dan juga bersuara nyaring.

“Ayam apapun tidak mungkin bersuara bagus bila sedang sakit”, tutur seorang pakar ayam bekisar. Beberapa tipsnya disertai informasi dari Balai Penelitian Peternakan (BPT) di bawah ini :

1. Tips Mengangkut Ayam ke Tempat Jauh

types of pheasants, silver pheasant feathers, jual ayam hias, ayam hutan, ayam hias onagadori

Jenis ayam hias Silver pheasant.
gambar : ayamhiasjogja.wordpress.com

Agar ayam tidak mengalami stress perjalanan, ayam yang akan diangkut ke tempat jauh perlu diperlakukan secara khusus. untuk mengangkut 1 – 2 ekor ayam remaja atau dewasa, cukup dipakai keranjang bambu khusus yang banyak dijual di pasaran. Namun untuk mengangkut anak ayam, diperlukan kotak-kotak kemas dari kayu atau kardus yang telah diberi lubang angin secukupnya. Untuk ayam bekisar dan ayam hutan yang masih agak liar, sebaiknya kemasan ditutup kain berwarna gelap. Pengangkutan sebaiknya dilakukan pada malam hari untuk mencegah stress yang berlebihan. Pembiusan ayam obat bius dosis rendah juga dapat membantu.

2. Tips Mengatasi Ayam Stress di Lingkungan Baru

Apapun jenis-jenis ayamnya, pasti akan mengalami stress jika kondisi lingkungan dan kebiasaan hidupnya diubah secara mendadak. Bekisar yang baru datang dari Jawa Timur misalnya, pasti akan mengadakan aksi “mogok makan” jika penggemar di Jakarta langsung memberinya pakan voer yang banyak dijual.

Ayam tersebutmemang tidak terbiasa dengan voer, karena pemiliknya di Jawa Timur biasa memberinya cantel, beras merah, dan jagung. Karena itu, kondisi lingkungan dan kebiasaan ayam di tempat lama perlu diketaui untuk menghindari perubahan-perubahan yang sifatnya mendadak. Setelah kebiasaannya diketahui, barulah perubahan dilakukan perlahan dalam rangka adaptasi di lingkungan baru. Misalnya dengan memberikan 2 tempat pakan, yang satu diisi pakan kebiasaannya dan tempat yang lain diberi pakan jenis baru. Lama-kelamaan ayam akan memakan pakan jenis baru tersebut. Selain itu, untuk mengurangi stress ayam dapat diberikan antistress berupa multivitamin seperti B kompleks atau B12.

3. Tips Memilih Kandang yang Tepat

Kesalahan memilih kandang yang tepat dapat merugikan pemiliknya. Untuk ayam bekisar yang bertabiat agresif, was-was, dan curiga, misalnya. Kalau diberi ruang gerak yang besar (ukuran kandang besar), dia akan leluasa bergerak ke mana-mana sehingga mudah lelah dan mempengaruhi kesehatannya. Sebaiknya, jika ayam yokohama (Onogadori Tosa : bahasa Jepang) yang anggun dan berekor panjang dimasukkan dalam kandang kecil, akan menyebabkan kerusakan ekor.

Baca Juga :  Empat Jenis Chameleon

4. Tips Menghilangkan Bau Kotoran

Bau kandang ayam yang sering mengganggu biasanya berasal dari kotoran ayam dan sisa pakan. Kotoran ini juga sering mengundang tungau, dan menjadi sumber penyakit ayam. Untuk menghilangkan bau kandang, kebersihan perlu dijaga. Karena itu setiap kali terdapat kotoran dan sisa pakan yang berserakan hendaknya selalu dibuang. Kotoran di seluruh bagian kandang disapu dengan sapu lidi setiap hari, dan permukaan tanah di kolong kandang dibersihkan dari kotoran yang menumpuk sampai bersih. Jika tidak ingin memberishkannya setiap hari, kotoran ayam dapat ditaburi kapur tohor untuk membunuh hama penyakit dan menghilangkan bau kotoran. Dan agar kotorannya tidak berbau, ayam dapat diberi minum air kunyit setiap hari.

Seminggu sekali kandang dicuci dengan air, sambil lantainya disikat menggunakan sikat ijuk, kemudian dijemur sampai seluruh bagian kandang kering. Selama dijemur, pintu kandang dibuka agar sinar matahari leluasa masuk ke kandang. Untuk mengusir tungau yang mengganggu, seluruh bagian kandang disemprot minyak tanah dan diratakan dengan lap. Ayam baru dapat dimasukkan kembali ke kandang setlah bau minyak tanah hilang. Selain kandang, tempat pakan dan tempat minum juga perlu dibersihkan setiap hari. Pada saat membersihkan tempat pakan, sisa pakan diambil dan ditempatkan di wadah sementara. Setelah tempat pakan selesai dibersihkan, pakan baru diberi setengah bagian, dan di atasnya ditempatkan lagi pakan lama agar lebih dahulu dimakan ayam.

5. Tips Mengatasi Sifat Kanibal Ayam

Sifat kanibal merupakan tingkah laku yang umum diperlihatkan anak-anak ayam dalam satu kandang. Apalagi jika jumlah ayam terlalu padat, udara dalam kandang terlalu panas, atau kurang minum dan pakan, terutama protein hewani. Dalam keadaan demikian, anak ayam dalam satu kandang biasanya akan saling mematuk pada bagian tunggir (bokong) dan sayap. Sifat ini cukup merugikan, sebab anak ayam akan mengalami pendarahan akibat patukan temannya, dan sering menyebabkan kematian. Untuk mengatasinya, kepadatan kandang harus dikurangi, sirkulasi udara dalam kandang diperhatikan, serta diberikan pakan dan minum dalam jumlah cukup. Kebutuhan protein hewani dapat dipenuhi dengan memberikan tepung ikan, ulat hongkong, atau jangkrik. Selain itu, ujung paruh ayyam perlu dipotong agar menjadi tumpul.

Baca Juga :  6 Hewan Reptil Terbesar di Dunia Saat Ini

6. Tips Menjaga Kesehatan Ayam

Apapun jenis ayam hiasnya, tidak akan memberikan kepuasan kepada pemiliknya jika kondisinya tidak sehat atau sakit. Bekisar dan pelung misalnya, tak mungkin bersuara baik jika sedang sakit. Ayam hias seperti ayam kate dan ayam yokohama pun tidak mungkin cantik bulunya dan anggun jika tidak sehat. Karena itu kesehatan merupakan faktor penting dalam pemeliharaan ayam.

Penyakit-penyakityang banyak menyerang ayam adalah lumpuh, cacar ayam, kolera, snot, berak kapur, dan tetelo. Umumnya penyakit-penyakit ini disebabkan kondisi kandang tidak sehat, kualitas dan kuantitas pakan tidak seimbang, kondisi iklim tidak sesuai karena mengalami stress berat. Untuk mencegah penyakit ayam, kuantitas dan kualitas pakan dan minuman perlu diperhatikan. Selain memberi voer, beras merah, bekatul, kacang hijau, ketan hitam, jagung, dan biji-bijian lainnya, ayam juga perlu diberi hijauan seperti kangkung atau rumput muda. Perlu juga diberi minyak ikan, tepung hati, tepung tulang, daging dan lain-lain. Dianjurkan agar biji-bijian diberikan pada pagi dan sore hari, dan voer diberikan dalam bentuk basah pada siang hari.

Sedangkan hijauan dan pakan tambahan lain dapat diberikan 3 – 7 hari sekali. Selain itu setiap 3 hari perlu pula diberi vitamin seperti vitachick, vitamix, AD-plex, atau obat-obatan sejenis dengan cara dicampurkan dalam air minum.

Ayam yang telah terlanjur sakit, sebaiknya segera dipisahkan dari ayam yang sehat. Kemudian ayam sakit itu diberi obat-obatan seperti antisep dan antibiotik sesuai dosis. Jika ayam telah sulit disembuhkan, sebaiknya segera dimusnahkan. Ayam yang baru didatangkan dari tempat lain juga sebaiknya tidak langsung dikumpulkan bersama ayam lain. Ayam tersebut harus dikarantina dulu sambil dikontrol kesehatannya. Jika dipastikan sehat, ayam baru itu dapat disatukan dengan ayam lainnya.

7. Tips Memandikan Ayam

Untuk menjaga kebersihannya, ayam perlu dimandikan secara rutin dengan air yang mengandung obat antikutu neoantisep. Sebaiknya dilakukan seminggu sekali. Namun perlu diingat bahwa cara memandikannya berbeda-beda untuks etiap jenis ayam. Ayam cemani misalnya, cukup diceburkan ke dalam air selama 1 – 2 menit, setelah itu dijemur. Ayam kate dan ayam bangkok cukup dipegang dan diguyur air mandi lalu dilepas lagi.

Baca Juga :  12 Hewan Paling Pandai dan Pintar di Dunia

Sedangkan ayam bekisar dan ayam hutan tidak boleh dipegang, karena akan menyebabkan stress. Cara terbaik memandikan ayam bekisar ini adalah dengan menggunakan sprayer atau selang air.

Selain memandikan dengan air, ayam juga perlu melakukan mandi pasir untuk menghilangkan kutu di tubuhnya, sekaligus untuk berolahraga.

8. Tips Membibitkan Ayam

Agar ayam dapat menghasilkan anakan yang baik, perlu dipilih induk yang baik, sehat terjamin keasliannya, serta cukup umur. Pejantan dipilih yang berbadan bagus, tidak cacat, perawakannya tegar, jengger besar dan tegak, berbulu bagus dan mengkilap, serta umurnya telah mencapai 9 – 10 bulan. Sedangkan induk betinanya dipilih yang berbadan bagus, tidak cacat, berbulu mengkilap, dan umurnya telah mencapai 6 – 7 bulan. Agar daya tetas telur yang dihasilkan tinggi, sebaiknya ayam dijodohkan dengan perbandingan jantan dan betina 1 : 4 atau 1 : 5 di dalam areal kandang yang bersih dan cukup luas.

Telur yang baik untuk ditetaskan dipilih yang berbentuk normal, ukuran sedang, kulit tidak terlalu tipis dan tidak kasar. Telur-telur tersebut dapat ditetaskan sendiri oleh induknya atau menggunakan mesin tetas. Setelah menetas dan bulunya kering, anak ayam sebaiknya dipindahkan ke dalam kotak yang memiliki pemanas lampu. Jumlah anak ayam di dalam kotak jangan terlalu padat. Untuk kotak seluas 0,5 m persegi dan tinggi 30 cn cukup dimasukkan 10 – 14 anak ayam. Setelah satu bulan, anak ayam perlu dipindahkan ke kotak lebih besar, atau kepadatan kotak dikurangi agar gerak anak ayam bisa leluasa. Pakan anak ayam sampai berumur 2 bulan dapat berupa pakan starter halus seperti pada anak ayam pedaging. Setelah berumur 2 minggu anakan diberi pakan tambahan seperti hijauan dan pakan lainnya.

Anakan umur sehari sudah diberi vaksin ND secara tetes pada mata sampai berumur 1 bulan. Tetes mata dilakukan seminggu sekali. Anakan 1 – 2 bulan divaksin secara tetes hidung. Selanjutnya vaksinasi dilakukan setiap 3 bulan. (FR) ~~ Tips-Tips Memelihara Ayam Hias ~~

Loading...
error: