Pembibitan Tanaman Buah

Pembibitan Tanaman Buah

membibitkan tanaman buah-buahan, pengertian budidaya tanaman, cara membibitkan tanaman, rpp membibitkan tanaman perkebunan, cara membibitkan tanaman anggur, budidaya tanaman buah buahan, tujuan mencangkok dan okulasi

Tanaman buah jeruk
gambar : indocoffeebeans.com

Banyak cara membibitkan tanaman buah, baik secara generatif maupun vegetatif. Tapi tiap jenis tananan minta perlakuan khusus. Lalu bagaimana cara yang terbaik untuk tanaman buah favorit Anda ?

Dari ratusan jenis tanaman buah yang disediakan alam ini, puluhan jenis di antaranya sudah luas pembudidayaannya. Orang pun sudah lama menemukan berbagai cara membibitkannya. Bibit bisa berasal dari biji, anakan, rundukan, ataupun dengan teknik cangkok, stek, dan okulasi. Namun di jaman Yang serba ingin cepat seperti sekarang ini, khusus bagi tanaman buah, pembibitan melalui biji hampir-hampir ditinggalkan orang. Kecuali beberapa jenis tanaman yang memang tidak bisa ditangkarkan jika tidak dengan bijinya. Buah manggis misalnya. Memang bibit yang berasal dari biji memiliki beberapa kelemahan. Butuh waktu lebih lama untuk berbuah. Dan setelah ditunggu sekian lama, buahnya pun belum tentu mutunya sama dengan induknya, baik ukuran besamya maupun kelezatannya. Lebih sial lagi, bila bibit asal biji ini lama sekali tidak mau menghasilkan buah yang sangat kita harapkan. Ini berarti bibit tadi adalah tanaman berkelamin satu, jantan atau betina saja. Kelemahan-kelemahan ini tentu saja tidak menunjang kelancaran bisnis buah-buahan, yang makin tahun makin membengkak nilai uangnya. Jadi tidak heran jika kita membeli bibit tanaman buah, hampir bisa dipastikan tanaman itu adalah hasil cangkokan, stek, ataupun okulasi. Dengan metode ini, kecil sekali kemungkinan adanya penyimpangan sifat baik induknya. Dan yang lebih penting, tanaman akan cepat berbuah.

1. Dikeringkan Terlebih Dahulu

Perbanyakan dengan biji hanya kita lakukan bila tidak ada cara lain yang harus dilakukan. Tanaman induk tidak bisa dicangkok, diokulasi, atau distek. Lagipula dengan menanam bijinya (setelah diseleksi), tanaman muda tersebut tidak menyimpang dari sifat induknya, bahkan mungkin tumbuh lebih sehat dan lebih panjang umumya ketimbang tanaman induknya. Guna memperoleh biji-biji yang bermutu tinggi, tentu saja kita harus memilih pohon induk yang benar-benar memenuhi syarat. Pohon induk tersebut harus sudah dewasa benar. Paling tidak harus sudah berbuah sampai empat kali.

Buahnya pun harus berkualitas baik dan banyak jumlahnya. Kalau hendak menanam biji, hendaknya biji-biji dikumpulkan dari buahnya yang sudah masak betul. Dicuci bersih pakai air hingga tidak ada lagi sisa daging buah yang menempel. Biji-biji ini kita keringangkan dulu selama beberapa hari, sampai. benar-benar kering. Tapi jangan sekali kali mengeringkannya dengan menjemur di bawah sinar matahari, bisa pecah kulitnya nanti.

Biji kering tersebut, lantas diwadahi dan disimpan di tempat yang kering juga. Misalnya di dalam lemari yang tidak lembab. lamanya penyimpanan ini tidak tentu. Tergantung dari jenis tanaman yang kita simpan. Tapi sebagai patokan, paling tidak jangan menyimpan biji lebih dari tiga bulan. Meskipun sekarang ini sudah ada perusahaan bibit tanaman yang mampu memasarkan benih berupa biji yang tahan disimpan sampai enam bulan.

Pengeringan tersebut selain bertujuan menghilangkan uap air (uap air yang lembab menyebabkan jamuran), juga bertujuan menambah kemasakan biji. Dan jangka waktu yang tiga bulan ini merupakan waktu paling lama yang di perkenankan agar biji tidak turun daya tumbuhnya. Lebih lama dari itu, biasanya daya tumbuh biji sudah menurun dan kurang baik kalau ditanam nanti. Tapi biji yang tidak disimpan terlebih dahulu, melainkan langsung ditanam begitu ia sudah kering, biasanya juga tidak baik. Biji seperti ini daya kecambahnya masih rendah, lantaran masih terlalu lembab.

Baca Juga :  BUDIDAYA KODOK BULLFROG

2. Memilih Induk Cangkokan

Pohon yang akan dipilih untuk cangkok, sebaiknya juga yang sudah dewasa. Paling sedikit sudah terbukti menghasilkan buah yang bagus tiga musim berturut-turut. Ia belum pemah terkena penyakit, tumbuh subur dan kuat. Dari pohon ini, kita pilih salah satu (atau beberapa kalau ada) cabang yang sudah dewasa, sekurang-kurangnya berumur setahun. Cabang ini harus lurus dan letaknya sedemikian rupa sehingga bila diambil nanti, ia tidak mengubah keindahan bentuk pohon. Mengenai cara menyangkok, agaknya kita semua sudah tahu. Kalau mau menyangkok, sebaiknya kita lakukan pada permulaan musim hujan, sekitar bulan Oktober-Nopember. Tapi seandainya terpaksa menyangkok pada musim kemarau, jangan lupa menyiraminya dua kali sehari. Jika Anda tak punya waktu buat menyirami cangkokan sehari dua kali, maka kita bisa mengakalinya dengan memasang bumbung bambu berisi air di

atas cangkokan. Tabung bambu ini telah dilubangi dulu pada ujung bawahnya, lantas diikatkan pada batang tepat diatas cangkokan. Dengan sendirinya air akan menetes menyirami cangkokan di musim keringnya kemarau itu. Tapi kita mesti selalu memeriksa isi bumbung, jika kosong, segeralah isi kembali. Agaknya kita perlu mendaftar beberapa jenis tanaman buah beserta kemungkinan cara perbanyakannya (ditandai dengan x) pada tabel dibawah ini :

No Nama Tanaman Biji Anakan Rundukan Stek Cangkokan Sambungan/Okualasi
Alpukat X X
Anggur X X X
Apel X X X X X
Arbei X X
Belimbing Manis X X X
Blewah X
Ceremai X
Delima X X X
Duku X X
Durian X X
Jambu air X X X X
Jambu biji X X X
Jambu bol X X
Jambu monyet X X X X
Jaruk Bali X X X
Jeruk manis X X X X
Kedondong X X X
Kecapi X
Kesemek X X
Leci X X X
Lengkeng X X X
Mangga X X X
Mundu X X
Manggis X
Nangka X X
Pepaya X X
Pisang X
Rambutan X X X
Salak X X
Sawo X X X
Srikaya X X
Sirsak X X

3. Menyetek

cara tanam lengkap dan budidaya tanaman buah buahan, membibitkan tanaman buah-buahan, pengertian budidaya tanaman, cara membibitkan tanaman, rpp membibitkan tanaman perkebunan, cara membibitkan tanaman anggur

Bibit tanaman buah jeruk
gambar : bibit-tanamanbuah.blogspot.com

Pada cangkokan, anak pohon bisa tumbuh berkat bantuan induknya. Namun pada stek, tanaman baru akan membentuk akar hanya dengan kekuatan sendiri, sama sekali terpisah dari induknya. Stek bisa tumbuh asal dia mempunyai mata tunas yang sehat. Untuk pohon buah-buahan, biasanya yang distek adalah dahan kecil yang cukup keras dan minimal berumur satu tahun. Cara seperti itu disebut stek kayu. Dan yang dipakai hanyalah pangkal dan bagian tengah dahan saja, kira-kira sepanjang 20 sampai 30 cm. Titik yang dipotong pada bagian pangkal haruslah di bawah tunas, sedang di bagian ujung ialah sedikit di atas tunas. Memotongnya harus memakai pisau yang tajam, agar irisan yang terbentuk bisa rata dan licin serta runcing, agar nanti gampang ditancapkan.

Selain stek kayu, ada beberapa pohon yang bisa distek akarnya. Misalnya jambu biji, dan jambu sukun (yang tak berbiji). Caranya ialah memilih akar yang baik, yang garis tengahnya 1-2 cm. Akar ini dikerat sependek 4-6 cm saja. Potongan akar ini lantas ditanam di tempat yang teduh dengan sedikit ditimbuni tanah (plus pupuk tentunya). Setelah beberapa lama, ia bakal memunculkan tunas tanaman baru.

Baca Juga :  10 Langkah Sukses Bisnis Kursus atau Les Private Anak

Untuk stek kayu, biasanya ditanam tanpa daun. Ini untuk menghindari penguapan air. Tempat penanamannya sebaiknya tanah yang gembur dan halus. Lebih baik jika stek tersebut ditanam pada campuran pasir halus dengan jerami atau kulit padi, dalam perbandingan 3 : 1, sementara kita harus terus membasahinya. Tapi jangan sampai terlalu basah, sebab akar yang baru muncul bisa busuk nanti.

4. Okulasi

Tujuan okulasi sendiri sebenarnya adalah untuk memperbaiki sifat tanaman semula dengan cara menggabungkan dua sifat unggul dari dua pohon induk. Misalnya tanaman yang kuat dan tumbuh subur, serta tahan penyakit, disatukan dengan tanaman yang berbuah lezat lagi besar (dan tentu mahal harganya). Jika kita menyambungkan suatu ranting kepada ranting lain dari pohon yang menjadi batang sawah, ini disebut enten. Tapi jika kita hanya menempelkan mata tunas, maka disebut okulasi.Kedua cara ini sudah banyak diterapkan, dan umumnya orang lebih mengenal sebagai okulasi saja.

Cabang yang hendak disambungkan atau diambil matanya, sebaiknya cabang yang sudah cukup umur (1 tahun atau lebih sedikit). Mula-mula kita sayat mata dari sebuah ranting, kira-kira 2 cm dari atas dan dari bawah. Untuk itu kulit ranting haruslah yang gampang dikelupas. Bagian kayu yang ikut tersayat sebaiknya dibuang saja. Tapi hati-hati jangan sampai mata yang hendak ditempelkan tersebut ikut rusak. Mata ini mempunyai “nyawa”, berupa saluran

kayu yang terletak di bawah mata di balik kulit. Jika nyawa ini masih menempel pada kulit, berarti ada kemungkinan ia hidup.

Lantas kita sayat juga batang pohon yang akan ditempeli mata tadi. Sayatan diusahakan sebesar ukuran mata yang bakal ditempelkan. Sayatan yang sudah terbuka, dipotong setengahnya (bagian atas), lalu masukkan mata dan ditutup dengan sisa sayatan tadi. Kemudian diperkuat dengan ikatan tali. Untuk melihat berhasilnya okulasi, kita sentuh saja tangkai daun yang menempel pada mata (menyentuhnya harus pelan-pelan benar). Bila tangkai daun ini rontok, berarti okulasi berhasil.

Pada okulasi yang jadi (berhasil), tali pengikat sudah bisa dibuang setelah 8-14 hari pelaksanaan okulasi. Lalu pohon pangkal dipotong sekitar l0 cm di atas mata okulasi. Lukanya ditutup parafin supaya tidak kejangkitan penyakit, juga agar lekas sembuh. Bila kemudian tunasnya (dari mata okulasi) sudah tumbuh sekitar 15 cm panjangtya, sebaiknya ia kita ikatkan pada dahan terdekat yang lebih kuat. Dengan demikian tunas baru itu akan menjadi cabang baru yang tumbuh tegak serta menghasilkan buah yang lebih baik mutunya.

5. Anakan dan Rundukan

Kiranya tentang anakan, kita semua sudah tahu juga. Misalnya pisang, nanas, atau pun salak. Yaitu menanam dengan memisahkan anakan yang menggermbol atau menempel di sekitar pangkal batang induknya. Anak-anak ini memang harus dipisah, agar nanti membentuk rumpun sendiri dan tidak menganggu perolehan makanan induknya. Sedang yang dimaksud dengan rundukan, agaknya kurang banyak kita lakukan. Rundukan ialah membibitkan tanaman dengan jalan membenamkan bagian cabang (yang panjang) agak jauh dari induknya. Bagian yang dibenamkan (bisa juga ditimbun) tanah ini, nantinya akan mengeluarkan akar dan menjadi tanaman baru (induk baru). Anggur dan apel bisa diperbanyak dengan rundukan.

Akhirnya terserah, mana yang Anda pilih. *** (JP)

error: