Cara Menanam (Budidaya) Sayur Lettuce

Mengetahui Jenis-Jenis dan Manfaat Serta Cara Menanam (Budidaya) Lettuce ala Lembang

menanam lettuce dipot, menanam lettuce dalam pot, cara menanam lettuce, cara menanam lettuce dalam pot, cara menanam lettuce head, cara menanam lettuce

Sayuran Lettuce di ladang
gambar : nutritiondata.self.com/facts

Petani di Lembang menyebutnya lettuce untuk sejenis selada yang daunnya membentuk krop (kepala atau telur). Padahal lettuce yang artinya selada itu terdiri atas beberapa jenis, dan puluhan varietas. Harga lettuce yang tinggi menyebabkan sayuran ini cepat populer di kalangan petani. Bagi penggemar hamburger, sayuran lettuceyang renyah ini merupakan keharusan.

Secara ilmiah, lettuce yang tidak lain Cuma selada ini, dibagi atas beberapa kelompok. Kelompok loose leaf lettuce atau selada daun yang daunnya relatif tipis dan tidak membentuk krop. Selada daun bisa tumbuh baik di daerah dingin, maupun daerah panas. Warna daunnya amat beragam, dari yang hijau muda, hijau tua, sampai merah.

Kelompok kedua adalah kelompok head lettuce (lettuce head) yang bentuknya mirip kubis. Helai-helaian daunnya membentuk krop (kepala atau telur) dan tulang daunnya agak tebal. Warna daun hijau muda, dan renyah. Sedang kelompok ketiga adalah butter head lettuce, yang bentuknya merupakan perpaduan antara lettuce head dan loose leaf lettuce. Daun muda butter head lettuce membentuk krop, tapi tidak sepadat head lettuce, sedangkan daun tuanya menjurai dalam lembaran-lembaran lepas seperti selada daun. Dua jenis yang terakhir ini hanya cocok tumbuh di daerah dataran tinggi.

Lettuce head yang membentuk telur ini, lebih banyak ditanam oleh petani Lembang. Mereka menyebut selada bertelur ini dengan nama lettuce. Sementara jenis lainnya, dipanggil rata saja menjadi selada.

Lettuce yang mirip kubis ini lebih banyak laku di pasaran. Karena itulah, para petani Lembang antusias menanamnya. Lettuce biasa dipakai untuk menghias masakan yang akan dihidangkan, ia juga enak dijadikan lalapan mentah, dan bagian utama dari masakan selada (biasa kita kenal sla atau salad).

Sebetulnya ada hal lain yang menyebabkan selada jenis ini lebih banyak di pasaran. Hamburger, makanan cepat saji ala Amerika punya andil besar mempopulerkan lettuce. Roti yang dibelah dan diisi daging cincang yang dibentuk bulat pipih itu, rasanya kurang “pas” tanpa kehadiran selembar atau dua lembar lettuce. Hotel dan restoran berbau barat juga banyak menggunakan lettuce untuk campuran salad untuk hidangan para pengunjungnya. Tak pelak lagi harganya jadi menggiurkan para petani.

Baca Juga :  8 Tips Sukses Usaha Jasa Belajar Mengemudi

Cara Menanam Lettuce ala Lembang

Lettuce atau Kropsla hanya mau tumbuh bagus di dataran tinggi, dan membutuhkan sinar matahari yang cukup. Sebaiknya jangan menanam sayuran ini pada musim hujan. Penanganan lettuce agak lebih rumit dibanding sayuran lain, tetapi kalau berhasil, panennya sangat memuaskan.

Dari berbagai kelompok selada yang ada, mungkin baru selada cabut atau loose leaf lettuce saja yang bisa ditanam di daerah dataran tinggi dan dataran rendah. Selebihnya, butter head lettuce dan kelompok head lettuce atau kropsla itu lebih cocok ditanam di dataran tinggi. Dan dari sekian banyak jenis selada, Great Lake merupakan varietas kropsla yang dipilih para petani Lembang untuk ditanam karena sudah terbukti kualitasnya baik.

Sayuran Dataran Tinggi

Varietas Great Lake merupakan sayuran daerah dingin. Suhu optimum yang diinginkannya berkisar antara 15 derajat sampai 25 derajat C. Selain itu ia juga membutuhkan cahaya matahari yang panjang. Kebanyakan mendung atau hujan, bisa jadi menghambat pertumbuhan kropnya.

Untuk memperoleh pertumbuhan yang baik, lettuce menghendaki tanah yang gembur dengan pH antara 5,5 sampai 7,5. Kalau pH tanah kurang dari 4,5 tanah bisa diberi kapur, dengan 2 ton dolomit tiap hektarnya.

budidaya tanaman lettuce, budidaya sayur lettuce, budidaya lettuce hidroponik, budidaya lettuce head, cara budidaya lettuce

Budidaya tanaman lettuce
gambar : ariannland.blogspot.com

Lettuce harus disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam di lahan (kebun). Penyemaian ini dilakukan dua kali untuk memperoleh hasil yang paling berdaya tumbuh tinggi. Petani Lembang melakukan cara ini untuk menghemat, agar benih lettuce yang mahal harganya itu dapat tumbuh baik.

Persemaian pertama, dilakukan pada media pasir yang dicampur dengan pupuk kandang yang telah diayak halus. Perbandingan antara pasir dengan pupuk kandang adalah 2 : 1. Pesemaian pertama untuk menghasilkan kecambah lettuce biasa dilakukan dalam kotak kayu, atau tempat yang terbuat dari plastik. Kotak pesemaian ini dilindungi dari sinar matahari langsung dan hujan. Biasanya petani Lembang membuat atap dari plastik untuk menjaga pesemaian dari panas dan hujan. Tebal campuran pasir dan pupuk kandang ini sekitar 5 cm di dalam kotak pesemaian. Benih ditaburkan memanjang, menurut alur yang dibuat berjarak 5 cm atau satu sama lain. Selama masa pengecambahan ini kelembapan media harus dijaga dengan penyiraman dua kali sehari, pagi dan sore. Pada umur 5 sampai 7 hari, benih lettuce mulai tumbuh, dan dapat dipindahkan ke pembibitan atau pesemaian kedua.

Baca Juga :  11 Merek Pakaian Paling Mewah Termahal Di Dunia Tahun 2015

Media pembibitan yang baik menurut para petani ini adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang yang sudah diayak dengan perbandingan sama. Seperti pada pesemaian pertama, pembibitan kedua juga dilakukan di dalam kotak, dan dilindungi dengan atap plastik. Tebal campuran pasir, tanah dan pupuk kandang di dalam kotak sekitar 5 – 7 cm. Sesudah media siap dalam kotak, dibuat alur memanjang yang berjarak 5 cm. Bibit yang berumur sekitar seminggu tadi ditanam satu-persatu dalam alur dengan jarak dalam barisnya 4 cm. Perawatan pada tahap ini mulai dilakukan, dengan cara menyiramnya cukup satu kali dalam sehari, dan tiap tiga hari disemprot dengan insektisida dan fungisida bergantian. Tahap pembibitan di daerah dingin Jawa Barat ini memakan waktu sekitar 7 – 10 hari. Sesudah bibit berdaun 3 helai, tanaman sudah bisa dipindahkan ke bedengan.

Penanaman Lettuce

Sebelum bibit dipindahkan, petani lettuce menyiapkan bedengan tempat tanamnya. Lebar bedengan kira-kira 120 cm, tinggi 10 cm, dan panjang menurut kondisi luas lahan mereka. Jarak antar bedengan biasanya dibuat dengan jarak 30 cm. Seminggu sebelum penanaman, tanah yang sudah diolah dalam bedengan itu, ditaburi dengan pupuk kandang 2 kg, TSP 20 gram, Urea 20 gram, untuk tiap meter panjang bedengan. Bibit kemudian ditanam dengan jarak kira-kira 30 cm.

Baca Juga :  8 Tanaman Berbahaya dan Beracun bagi Hewan Peliharaan Anda

Perawatan Harus Intensif

Lettuce umumnya sangat peka dengan timpaan air hujan. Karena air hujan dapat merobek helaian daun dan membuat kondisi bedengan sangat lembap, sehingga mudah terserang cendawan. Oleh sebab itu, pada penanaman di musim hujan, selada perlu sekali pelindung.

Penyiraman pun dilakukan petani Lembang dengan gembor, atau dengan cara mengalirkan air di parit antar bedengan, cukup satu kali dalam sehari.

Pupuk susulan diberikan pada setiap 10 hari, dengan pupuk urea sebanyak 15 – 20 gram tiap meter panjang bedengan. Pupuk diberikan memanjang menurut larikannya, dan mereka lakukan setelah tanah tempat tanam dibersihkan dari rumput dan tanaman liar yang tumbuh. Pemupukan susulan ini dilakukan tiga kali.

Penyemprotan untuk mencegah serangan hama dan penyakit dilakukan petani lettuce setiap seminggu sekali. Fungisida yang diberikan biasanya Dithane, Manzet, atau Delsene; sedang untuk insektisida dipakai Decis, Ripcord, atau Cymbush dengan konsentrasi yang disesuaikan dengan banyaknya tanaman. Sepuluh hari menjelang panen, penyemprotan ini dihentikan untuk mencegah tersisanya pestisida pada tanaman yang bisa membahayakan manusia. Menurut pengalaman para petani di Lembang, kalau cara perawatan dilakukan dengan betul, lettuce sama sekali bebas dari hama dan penyakit.

Panennya Berbeda

Umur penen pada setiap jenis selada memang berbeda, selada daun yang ditanam di dataran rendah akan lebih cepat dipanen dibandingkan dengan selada daun yang tumbuh di dataran tinggi. Selada daun yang sanggup tumbuh baik di daerah diingin dan panas ini dipanen pada umur 25 – 30 hari setelah tanam. Beratnya sekitar 100 – 200 gram tiap tanaman. Tapi head lettuce (lettuce head) yang cocok untuk hamburger itu baru bisa dipanen pada umur 40 – 50 hari, dan berat kropnya bisa mencapai 600 gram. Panen lettuce yang biasa dilakukan petani ini tidaklah rumit, cukup dicabut perlahan-lahan dari tanah, dan dibersihkan. Helai terluar yang nampak kotor dan kasar dibuang, sehingga yang nampak adalah helaian-helaian lettuce yang berwarna hijau segar. #IT

Loading...
error: