Budidaya Ikan Cupang Hias Juara

Budidaya Ikan Cupang Hias Juara

Menjadi juara di arena kontes bukan hanya kebanggaan, ia bisa mendongkrak harga dan pamor pemilik. Jika harga cupang biasa Rp. 15.000; harga cupang juara, bisa mencapai Rp 3 juta/ekor. Nama kesohor juga jadi modal mencari pasar. Itulah alasan hobiis dan peternak berlomba-lomba menghasilkan jawara.

Mahalnya harga jual cupang berkualitas kontes, tentu saja menjadi daya tarik. Sayang “Paling-paling 5% – 10% yang berkualitas kontes,’’ ungkap Yamin, peternak di Slipi, Jakarta Barat. Kesulitan itu tetap dialami, walaupun ia berpengalaman sejak 1990. Hal serupa dialami M. Soheh, peternak di Slipi, Jakarta Barat. Walaupun berbekal 6 kolam ukuran 1m x 2 m dan mampu memproduksi lebih dari 2.000 cupang setiap bulan, toh yang berkualitas kontes hanya 10%. Hellen, hobiis yang kini jadi peternak menyiasati dengan memijahkan ikan juara.

cara mengawinkan ikan cupang, harga ikan cupang, budidaya ikan cupang hias juara, cara merawat ikan cupang, jual ikan cupang giant, ikan cupang aduan, ikan cupang giant, budidaya ikan cupang hias juara, jenis ikan cupang

budidaya ikan cupang hias juara

Jauh panggang dari api, alih-alih ingin mendapat keturunan mirip sang induk , malah mendapat cupang yang mayoritas kelas ecek-ecek, “Dari 2.000 ekor, 20 yang terpilih,” ungkap Hellen. Kalau diupayakan sungguh-sungguh saja sulit, apalagi yang sembarangan. Mendapat cupang bagus pun belum berarti bisa menang kontes. Sejak sortir pertama sampai melatih harus teliti. Kiat mencetak cupang juara mulai dari persiapan sarana hingga menjelang kontes dari para peternakberprestasi bisa dicontoh.

1. Siapkan Sarana

Pemijahan cupang hias tidak perlu tempat luas. Tempat pemijahan yang umum digunakan bak semen, akuarium, bak fiber, drum bekas, atau galon bekas air mineral ukuran 19 liter yang dipotong 2 bagian. Pilih sesuai dengan kemampuan dan paling mudah didapatkan. Akuarium agak mahal dibanding bahan lain, tapi mudah diatur di rak sehingga terkesan rapi dan gampang dikontrol. Ukuran yang ideal untuk sepasang induk 100 cm x 50 cm x 50 cm.

Wadah untuk pembesaran menggunakan botol bekas air minum, stoples, dan akuarium kecil. Botol bekas air minum mudah diperoleh dan murah. Botol volume 1,5 liter dipotong separuh. Botol dan stoples untuk wadah cupang sortiran pertama. Akuarium ukuran 30 cm x  15 cm x 15 cm dipakai untuk membesarkan cupang berkualitas. Jumlah botol diperbanyak untuk mengantisipasi lonjakan populasi. Wadah-wadah itu ditempatkan di ruangan yang tidak terkena cahaya matahari langsung atau kehujanan. Selain  pemberi pakan, selang untuk sipon, dan mangkuk kecil. Jangan lupa baskom atau ember untuk menampung kutu air atau cuk (larva nyamuk). Antibakteri dan garam dapur perlu juga disiapkan untuk mengobati cupang sakit.

2. Kualitas air

Cupang hias memiliki labirin sehingga tahan oksigen terlarut minim di dalam air. Ia sanggup hidup dengan konsentrasi oksigen lebih kecil daripada ikan umumnya, 3—5 mg/l. Air yang baik bila memenuhi kriteria pH 6,2—7, kesadahan (hardnes) 8˚—10˚HD, dan kandungan nitrit atau nitrat tidak melebihi 0,2 mg/l. Mutu air kurang baik akan menghambat pertumbuhan dan sirip tidak mengembang sempurna. Kualitas air sangat tergantung dari sumbernya.

Jika berasal dari sungai sebaiknya disaring dengan pasir, ijuk, dan zeolit lalu ditampung di bak terpisah. Sebelum dipakai air perlu diendapkan semalam. Air PAM banyak mengandung klorin, sehingga perlu diendapkan semalam. Lebih baik diaerasi minimal 8 jam. Cara lain menetralisir klorin dengan menggunakan kristal K²S²O³ yang dilarutkan dalam 30 liter air. Air tanah sebaiknya diberi perlakuan sama sebelum digunakan untuk budidaya.

3. Pemilihan Induk

cara mengawinkan ikan cupang, harga ikan cupang, budidaya ikan cupang hias juara, cara merawat ikan cupang, jual ikan cupang giant, ikan cupang aduan, ikan cupang giant, budidaya ikan cupang hias juara, jenis ikan cupang

Postur tubuh ikan cupang proporsional

Induk harus dipersiapkan sejak awal. Ada 3 prtimbangan pemilihan calon induk sebelum dikawinkan, yaitu syarat fisik, warna, dan bentuk serit. Pilih cupang jantan yang sehat, berpostur besar, tapi proposional. Pangkal ekor lebar mampu menompang sirip belakang yang lebar. Tulang-tulang serit yang kasar memperkokoh saat ia ngendok sempurna. Ciri-ciri pejantanseperti itu diharapkan akan menurun ke anak-anaknya.
Umur pejantan berkisar 4—8 bulan. Lebih dari itu kualitas sperma menurun sehingga tidak mampu membuahi telur dengan baik. Tanda-tanda ia minta kawin atau lebih dikenal dengan istilah shobu, muncul gelembung udara di oermukaan air yang semakin banyak.

Pejantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval 2—3 minggu. Selama 2 minggu ia mengasuh anak-anaknya di lubuk hingga mandiri. Pemisahan induk jantan langsung sesuai pemijahan akan berakibat anak-anaknya mati lantaran tidak ada yang mengasuh. Kalau kondisi pejantan fit bisa langsung dikawinkan lagi. Yang loyo sebaiknya diistirahatkan dulu selama 1 minggu. Umur betina yang baik 3—4 bulan. Postur tubuhnya tidak sebesar pejantan dan tidak terlalu garang. Pilih yang memiliki perut besar karena memiliki banyak telur.  Betina bisa dikawinkan berkali-kali seperti halnya pejantan. Namun, persentase anak-anak yang diperoleh lama-kelamaan dominan betina. Pijahan pertama persentase muncul jantan 75% : betina 25%, yang ke-2 seimbang, dan ke-3 kelamin betina lebih banyak. Jika stok betina banyak sebaiknya dikawinkan sekali saja.

Ibarat mode yang bakal tren, warna cubang juga bisa dicetak sesuai permintaan konsumen. Pemilihan warna induk yang tepat menentukan keturunannya kelak. Sayangnya, induk yang dipakai selama ini bukan galur murni sehingga warna keturunan terkadang acak. Biasanya induk yang digunakan tergantung parent stock di lubuk tanpa pertimbangan warna.

Kini, peternak sudah mulai sadar pentingnya silsilah induk. Karena itu calon induk perlu dipersiapkan sejak awal. Ikan hasil ternakan sendiri mudah dideteksi orang tuanya. Induk yang dibeli dari lubuk peternak lain sebaiknya ditanyakan asal-usulnya. Dengan cara ini warna cupang bisa dicetak sesuai keinginan. Untuk memperoleh induk bergalur murni cukup sulit dan perlu waktu lama. Pengalaman peternak selama ini banyak yang memakai ilmu feeling alias coba-coba. Toh, hasil ternaknya cukup lumayan. Tidak ada salahnya bila “resep” mereka diterapkan di lapangan.

Warna pejantan dan betina biru akan menurunkan anak yang dominan biru. Ada kemungkinan keluar warna kombinasi merah-biru, biru-kelabu, atau biru-hijau tapi persentasenya kecil. Munculnya kombinasi ditengarai gen kakek ikut di ibu atau bapak. Kasus lain, pejantan dan betina merah seharnya warna merah lebih dominan. Kenyataannya yang banyak muncul cokelat atau kombinasi merah-hijau.

Untuk mendapatkan warna dasar diakui peternak paling susah. Sedangkan untuk memperoleh warna kombinasi pilihannya banyak. Pejantan dan betina berlainan warna dipastikan keturunannya dominan kombinasi. Jika pejantan merah dikawinkan dengan betina biru, maka anak-anaknya bervariasi mulai dari biru dominasi merah hingga merah dominasi biru. Terkadang muncul maskot dan warna dasar merah atau biru.
Warna maskot paling gampang diperoleh. Pejantan dan betina maskot akan menurunkan anak-anak maskot pula.

Sangat jarang kejadian perkawinan itu menghasilkan warna dasar atau kombinasi. Hingga saat ini jumlah serit belum dipertimbangkan untuk penyilangan. Semakin banyak serit akan menambah keindahan dan keunikannya. Berdasarkan pengalaman peternak, pejantan yang memiliki serit dua bisa menurunkan anak berserit tiga atau empat. Sebaiknya, pejantan berserit tiga menghasilkan keturunan berserit dua atau empat, bahkan delapan.

Baca Juga :  MEMBUAT ANGGUR BERBIJI MENJADI TANPA BIJI

4. Pemijahan

budidaya kutu air, mengawinkan ikan cupang, jenis ikan cupang, makanan ikan cupang, budidaya ikan cupang hias, merawat ikan cupang, makalah budidaya ikan cupang, budidaya ikan cupang pdf

memelihara ikan cupang bisa juga di atap rumah

Sebelum dijodohkan, baik betina maupun jantan sebaiknya ditempatkan di wadah tersendiri. Tujuannya agar birahinya memuncak dan segera kawin. Kedua calon induk dirawat dengan baik. Pakan diberikan 2 kali sehari. Pakan pejantan kutu air; betina, cuk yang mengandung nutrisi cukup sehingga meningkatkan kualitas telur. Ganti air rutin dilakukan sehari sekali dengan membuang 50%, 2 hari berikutnya diganti total.

Pejantan dan betina sudah siap kawin dimasukkan ke akuarium.

Kedua cupang yang belum kenal itu dibiarkan saling mendekat. Tunggu reaksinya beberapa saat hingga mereka berjodoh. Jika terlihat tanda-tanda pejantan mulai menyerang betina, segera pisahkan keduanya. Terlambat mengantisipasi, sirip betina akan koyak. Bahkan bila terjadi perkelahian betina tewas. Jika khawatir pejantan bakal menggigit betina sebaiknya tidak dijampur dulu. Pejantan dan betina dimasukkan ke akuarium terpisah. Tunggu beberapa saat hingga pejantan mulai shobu. Setelah itu mereka boleh dicampur dalam satu akuarium.

Cara lain, dengan menerapkan teknik yang biasa digunakan untuk melatih mental cupang. Pejantan dimasukkan ke akuarium terlebih dulu, disusul yang betina. Kali ini pejantan tidak akan menyerang betina karena betina dimasukkan stoples. Tunggu reaksinya hingga pejantan shobu dan mau berjodoh. Metode seperti ini biasanya berhasil. Perkawinan ikan cupang umumnya pada pukul 08.00—10.00.

Pejantan akan melilitkan tubuhnya ke betina tepat di bagian perut. Tujuannya untuk “memeras” telur agar keluar dari dalam perut betina. Sambil menekan perut, pejantan juga mengeluarkan sperma. Perkawinan seperti itu bisa terjadi berulang-ulang hingga telur di dalam perut betina habis. Proses perkawinan selesai bila pejantan melepas jepitan betina. Sesudah itu betina ngibrit ke dasar air. Yang jantan akan menjaga telur. Betina segera diambil agar tidak diserang pejantan dan terkadang makan telurnya sendiri. Telur-telur itu menetas pada keesokan hari. Pejantan mulai menyuapi anak-anaknya melalui mulut hingga mereka mandiri, umur 1—2 minggu. Ia juga bertugas sebagai “satpam” anak-anaknya dari bahaya.

Perawatan di bak pemijahan dengan pemberian kutu air sehari 2 kali. Dosis pakan meningkat seiring umur burayak. Terkadang anak-anak cupang mampu makan kutu air berukuran kecil. Ganti air tidak dilakukan hingga ia berumur 2 minggu. Setelah itu bisa disapih dengan mengangkat sang jantan. Pada saat itu burayak berukuran 0,5 cm dan sudah pandai berenang bebas dipermukaan air.

Burayak dibiarkan berdiam di akuarium atau bak pembesaran selama 1,5 bulan sejak menetas. Pakannya kutu air sehari 2 kali dengan kuantitas secukupnya. Terlalu banyak menyebabkan air lekas kotor. Karena itu air ganti rutin dilakukan setiap 2 hari sekali dengan mengganti 50%.

5. Pemindahan

Setelah melewati 1,5 bulan cupang mulai beranjak remaja. Ia sudah bisa diseleksi berdasarkan jenis kelamin. Sortiran pertama masukkan cupang hias jantan ke akuarium khusus jantan. Jika sudah terlihat tanda-tanda ingin menyerang, seleksi kualitas segera dilakukan. Perawatan selanjutnya di botol atau akuarium. Pakan kutu air sehari 2 kali, pagi pukul 07.00 dan sore 17.00. Dosis kutu air secukupnya asal ia kenyang, jika kutu air tidak ditemukan bisa diganti cuk, cacing sutera, atau blood worm. Ganti air rutin  dilakukan setiap hari sebanyak 50%. Seminggu kemudian air harus diganti total. Cupang remaja diseleksi setiap hari berdasarkan kualitas. Yang layak kontes dipindah ke akuarium. Seleksi berikutnya setiap hari, 2 hari, atau mingguan hingga mendapatkan cupang kualitas kontes.

6. Perawatan Ikan Cupang

Merawat cupang hias siap kontes tidaklah sulit. Yang diperlukan yang ketekunan dan ketelitian pemeliharaan setiap hari, seperti pakan, ganti air, dan latihan mental. Tak jarang peternak menghabiskan waktu dari pagi hingga menjelang malam mengentrol kesehatan cupang.

a. Pakan Cupang

makanan ikan cupang, betta fish food, cupang dikasih makan apa bagusnya, bagusnya ikan cupang diberi makan apa, apakah makanan ikan cupang, apasih makanan cupang

Pakan Ikan Cupang

Cupang hias diberi pakan alami, seperti kutu air. Pemberian pakan sehari 2 kali, pukul 07.00 dan 17.00. Berikan pakan secukupnya. Terlalu banyak pakan akan dikhawatirkan mengenap dan membusuk di dasar air.

Pemakaian takaran, seperti sendok teh biasa mengontrol jumlah pemberian pakan. Botol air mineral yang diberi selang juga bisa dimanfaatkan untuk membantu pemberian pakan. Alat itu selain murah juga mudah dioperasikan. Kutu air dimasukkan ke botol lalu disemprotkan ke akuarium satu per satu. Kutu air yang telah dibekukan dalam freezer pemberiannya cukup dicuil-cuil.
Jentik nyamuk dapat diberikan sebagai selingan setiap 2 hari sekali. Bisa juga diberikan sebagai pakan pokok. Toh, cupang umur di atas 1,5 bulan sudah mampu makan pakan berukuran besar. Cuk sebaiknya diambil yang baik, tidak bongkok atau terlalu tua.

Ada cara untuk menyeleksi cuk. Jentik nyamuk yang diambil dari selokan atau empang biasanya masih kotor dan tercampur dengan larva hewan lain. Masukkan cuk ke air es. Secara otomatis mereka akan teler, cuk akan mengendap ke dasar; noncuk, mengambang. Cuk diambil dengan saringan halus, lalu masukkan ke air yang telah ditetesi PK, dosis ½ tetes per ember ukuran 15 liter. Ini untuk “membangunkan” cuk. Setelah itu cuk dicuci dengan air bersih dan siap disajikan. Jika cuk susah diperoleh, cacing sutera, cacing rambut, atau cacing rambut, atau cacing darah bisa digunakan. Namun, penggunaannya terkadang menyebabkan cupang kembung. Sebaiknya cacing dibersihkan berulang-ulang dengan air bersih sebelum disajikan.

b. Ganti air

makalah budidaya ikan cupang, budidaya ikan cupang pdf, budidaya kutu air, mengawinkan ikan cupang, jenis ikan cupang, makanan ikan cupang, budidaya ikan cupang hias, merawat ikan cupang

Kolam ikan cupang

Pengelolaan air sangat penting agar cupang tetap sehat. Ganti air 50% sebaiknya dilakukan setiap hari. Semakin sering ganti air pertumbuhan cupang kian cepat. Batas maksimal ganti air 3 hari. Caranya, cukup menyedot dengan selang plastik. Semiggu sekali air diganti total. Botol atau akuarium dicuci bersih lalu dijemur matahari agar kuman-kuman mati. Cara lain untuk membunuh cendawan atau bakteri dengan merendam wadah itu ke larutan PK berdosis tinggi selama 1—2 jam. Setelah itu wadah dibilas dengan air bersih lalu dijemur. Terlambat mengganti air menyebabkan penyakit. Sisa pakan dan kotoran cupang mengendap di dasar. Tempat itu menjadi sarang berbagai penyakit, seperti white spot, velvet, busung, dan berak putih. Serangan white spot ditandai bercak-bercak putih di sekujur tubuh ikan. Penyebabnya cendawan Ichtyophthirius multifillis. Obati dengan memasukan ikan ke dalam air yang sudah ditetesi obat anticendawan, seperti blitz itch. Dosis 1 tetes per 4 liter air.

Cara sederhana dengan memasukkan 1 sendok teh garam dapur ke akuarium. Atau ikan dimasukan ke baskom yang telah dibubuhi garam dapur, dosis 2—3 sendok makan/liter. Karena reaksi cepat, perendaman ikan yang sakit tidak perlu lama. Begitu dicelup langsung diambil. Ciri serangan velvet sirip ekor cupang hias menguncup. Penyebabnya parasit Saproglenia sp. Cara pengobatan dengan memberi anticendawan, seperti blitch itch, dosis 2 tetes per 4 liter air. Kemudian bubuhi 4 sendok makan garam. Ikan dimasukkan ke larutan itu selama 10 menit. Selanjutnya ikan dipindah ke 4 wadah lain dengan kosentrasi obat makin berkurang. Cara lain dengan pemberian obat anticendawan, seperti Fismate, atau Root stop. Konsentrasi 0,3—0,5 ml/liter air. Ikan dibiarkan selama 30 menit. Setelah itu dimasukkan ke air yang telah dibubuhi antibiotik, seperti Furazolidon, Tetracycline, dan Octazine selama 2—3 jam. Dosis yang dianjurkan setiap tablet 250 g dilarutkan 20 liter air. Penyakit busung sulit dideteksi ciri-cirinya karena yang diserang organ dalam. Biasanya hanya ditandai perut ikan tampak membuncit. Penyebabnya bakteri Salmonella sp. Pengobatannya dengan merendam ikan selama 1—2 jam ke dalam larutan antibiotika Flagil 500.

Baca Juga :  JENIS-JENIS SANGKAR BURUNG DAN PENEMPATANNYA

Berak putih disebabkan cacing Ascaris sp. Ia tidak menyebabkan kematian, tapi pertumbuhan ikan terhambat dan warna kusam. Cara pengobatan dengan obat cacing, seperti Verminox atau Worm X, dosis 1 tetes per 5 liter air. Setelah perlakuan terus menerus selama seminggu kondisi ikan putih kembali. Penyakit lain banyak disebabkan salah perawatan, seperti bacul dan gigit ekor. Bacul ditandai warna menjadi pucat. Kondisi ini selain disebabkan air kotor juga terlalu lama ditantang cupang hias lain yang ukurannya lebih besar. Gigit ekor ditandai ikan sering menggigit sendiri. Ini disebabkan ikan kurang pakan, sering dtantang, atau gatal karena air terlalu kotor. Meskipun banyak obat-obatan di pasar, pencegahan jauh lebih baik dibanding pengobatan. Perawatan secara hati-hati dan teratur, seperti ganti air dan pakan higienis bisa mencegah penyakit. Salah perawatan cupang “jagoan” akan kalah sebelum tanding.

c. Melatih Mental Ikan Cupang

Cupang unggulan diletakkan di tempat terpisah sesuai kategori. Maskot usahakan tidak dicampur dengan yang warna dasar atau kombinasi. Ukuran ikan pun diupayakan seragam. Hal itu untuk membiasakan cupang bertemu sesama jenis. Tak jarang mental cupang turun ketika lomba melihat lawan berukuran lebih besar dan berbeda warna. Cupang hias siap kontes perlu dirawat di rak sendiri, pakan menjelang kontes bervariasi, lain hobiis berbeda caranya. Yang umum dipakai seperti perawatan biasa. Namun, ada juga yang memberi 1—2 kroto per ekor cupang. Jumlah cuk pun dibatasi, 5—7 ekor sekali pemberian. Blood worm tidak diberikan untuk menceah cupang kegemukan sehingga tampak kurang sehat dan tidak lincah. Saking sayangnya, ada hobiis yang memelihara cupang jagoannya dengan air mineral.

Satu jam setelah pemberian pakan sekat diambil satu per satu untuk melatih mental. Jika ruangan dianggap kurang sinar cupang hias bisa dijemur matahari selama 1,5 jam. Sinar matahari pagi atau sore lebih baik. Terlalu panas mengakibatkan cupang hias gampang loyo. Akuarium yang tidak dibatasi sekat diubah-ubah posisinya. Misalnya, akuarium A pindah ke tempat B, lalu pindah ke C. Untuk sekedar coba-coba, tidak ada salahnya maskot didekatkan dengan warna dasar, atau yang lainnya. Cupang hias pun mulai dilatih bersebelahan dengan yang lebih besar.

7. Cara Kemas Ikan Cupang

cara mengawinkan ikan cupang, harga ikan cupang, budidaya ikan cupang hias juara, cara merawat ikan cupang, jual ikan cupang giant, ikan cupang aduan, ikan cupang giant, budidaya ikan cupang hias juara, jenis ikan cupang

Seleksi ikan cupang hias juara sebelum kontes

Kontes merupakan ajang yang dinanti-nantikan hobiis untuk menguji sang unggulan. Di sana selain cupang hias diadu keindahan juga tempat berpromosi. Cupang hias layak kontes disiapkan seminggu sebelum lomba. Kondisi fisik dan mental dicek kembali. Jika sudah yakin akan kelebihan cupang segera daftarkan sesuai kategori. Selama ini pendaftaran kontes cupang harus dipesan terlebih dulu. Ini dilakukan untuk memprediksi jumlah peserta. Untuk mengantisipasi cupang hias kontes down saat lomba sebaiknya membawa cadangan lebih dari satu untuk kelas yang sama. Cara membawa cupang ke arena kontes harus hati-hati. Jarak lokasi lomba menjadi pertimbangan untuk persiapan cara kemas.

Jakarta-Bandung ditempuh 4—5 jam perjalanan darat, ikan dikemas 4 jam sebelum berangkat. Untuk lokasi yang jauh, seperti Semarang, Surabaya, dan Malang ikan bisa dikemas 2—3 jam sebelum berangkat. Lebih baik ikan diterbangkan melalui pesawat udara, pemilik menggunakan kendaraan darat. Karena alasan biaya mahal biasanya memakai kereta api atau kendaraan pribadi. Cupang hias relatif tahan guncangan. Wadah yang umum dipakai stoples plastik atau kaca. Tutup bagian pinggir dengan koran atau dicat dengan warna gelap. Ini untuk memberi kenyamanan cupang saat pengangkutan. Jumlah air 2/3 dari tinggi air. Selain untuk menghindari air tumpah juga mengurangi ruang geraknya.

Jika membawa kontestan lebih dari satu sebaiknya menggunakan kotak atau boks styrofoam. Ukuran boks diusahakan sesuai jumlah stoples untuk menjaga posisinya tetap berdiri. Bila boks terlalu longgar selipi kertas koran sampai padat. Selain stoples, plastik ukuran 0,5—1 kg bisa dipakai mengemas cupang, air yang dipakai cukup 1/3 tinggi wadah. Plastik berbahan lunak sehingga mengurangi guncangan. Plastik dilapisi kertas koran untuk memberi kenyamanan cupang. Boks atau plastik wadah cupang hias sebaiknya diletakkan di rungan yang tidak terlalu dingin atau panas. Tempat yang teduh dan aerasi udara cukup lebih baik. Di mobil, boks bisa diletakkan di tengah atau belakang.

Begitu tiba ditempat kontes, cupang diistirahatkan dulu selama beberapa jam. Oleh karena itu 1 jam menjelang kontes sudah tiba dilokasi lomba. Cupang pun perlu penyesuaian. Stoples dikelurkan dari boks, lalu buka tutupnya. Cupang hias diharapkan bisa adaptif  dengan lingkungan kontes. Caranya, masukkan cupang ke baskom yang sebelumnya telah diisi air. Biarkan ia menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Setelah itu cupang bisa dimasukkan ke akuarium berdasarkan kelas lomba. Perhatikan cara memasukkan cupang ke akuarium. Bila khawatir cupang jatuh dan sirip rusak sebaiknya tidak menggunakan tangan. Pakai saja serok halus asal hati-hati. Cara lain, masukkan mangkuk ke dalam stoples lalu ambil cupang berikut airnya baru dimasukkan ke akuarium.

Penjurian dimulai dari akuarium bagian pinggir atau sesuai urutan pendaftaran. Juri mengamati cupang satu per satu. Kriteria penilaian cupang hias ada lima yaitu ukuran, bentuk, sirip, warna, dan perilaku. Setiap kriteria berbeda bobotnya. Cupang memperoleh nilai tinggi bila memiliki ukuran maksimum, bentuk tubuh langsing, padat, dan bibir tebal. Keserasian sirip mengikuti pola bentuk tubuh, tidak cacat, jari-jari sirip terbagi merata, dan tampak sehat. Apalagi sirip seritnya mengembang membentuk setengah lingkaran penuh dan bulat.

Warna harus tegas dengan pola-pola yang jelas dan cerah. Perilaku ikan normal dengan gerakan yang mantap, tidak miring, respon terhadap aksi tinggi, tidak tampak gejala penyakit, atau stres.
Penentuan pemenang ditentukan juri berdasar kelas lomba. Juara pertama ditentukan yang paling banyak mengumpilkan nilai tinggi. Juara setiap kelas diadu untuk merebutkan mahkota grand champion. Terkadang ada 2 cupang yang mengumpulkan nilai sama. Kedua cupang diadu kembali berdasarkan ukuran tubuh, warna, bentuk serit, atau tipe serit.

7 Tips dan Cara Budidaya Ikan Cupang Hias Bagus #GTW

error: