Membudidayakan Tanaman Bunga Anggrek

Budidaya Tanaman Bunga Anggrek

orchid care, orchid growing, orchid hotel, orchid types, orchid pharma, how to take care of an orchid, orchid band, orchid pronunciation

Bunga anggrek ungu (Purple and Pink Orchid)
gambar : pinkorchidstudio.com

Jenis bunga potong ini sudah banyak dikenal jenisnya, serta telah banyak pula dikembangkan oleh para hobiis. Namun demikian merawat tanaman ini tidak semudah yang kita bayangkan. Ada beberapa cara yang harus diperhatikan agar memperoleh hasil yang baik.

Meskipun terdiri dari berbagai jenis pada daarnya jenis tanaman bunga potong ini dapat dibagi menjadi dua jenis. Pertama jenis anggrek lahan terbuka (Terestial) dan jenis anggrek Epifit. Kedua jenis anggrek ini, mempunyai cara pembudidayaan yang berbeda. Pada jenis anggrek terestial, tanaman ditanam pada tempat terbuka.

Untuk jenis anggrek ini usahakan harus mempunyai bedeng lebar 20 – 30 cm, panjang 1 – 5 m dan tinggi 20 – 25 cm. arah bedeng sebaiknya menghadap Utara-Selatan, agar tanaman mendapat sinar matahari penuh. Pada pinggiran bedeng sebaiknya dibatasi dengan batu bata, sedangkan ujung bedeng diberi tiang bambu/kayu untuk menopang tanaman.

Untuk jenis anggrek terestial yang memerlukan sedikit naungan seperti Aeridachnis Bogor Var, Apple Blossom white atau Vanda Miss Dinger Var, dapat menggunakan tanaman singkong, dracaena, gunakan tanaman singkong, dracaena, petai cina dan sebagainya sebagai pengganti naungan dari bambu. Agar memperoleh hasil yang memuaskan, air siraman harus sedikit mengandung garam bicarbonat dengan Ca atau Mg agar tidak meracuni tanaman. Pembebasan garam dapat dilakukan dengan menambah asam nitrat, untuk menurunkan pH air (pH yang dibutuhkan 5 – 7) bisa ditempuh dengan cara menambah air siraman dengan pupuk TSP, sedangkan untuk menaikkan cukup dengan pengapuran. Khusus untuk air siraman ini, bisaanya pada air sumur dalam (Deewell) perlu diadakan pembebasan garam (desalting) sebelum dipakai.

Dari keseluruhan jenis anggrek terestial ini, jenis Vanda daun (strap leaved vanda) merupakan jenis yang paling sensitif pada kualitas air, oleh karenanya untuk menyiram tanaman tersebut air yang digunakan harus benar-benar sesuai. Bekas potong/stek dari tanaman anggrek jenis ini, sebaiknya diolesi dengan obat merah/yodium tenture untuk menghindari terjadinya infeksi bakteri.

1. Anggrek epifit

jenis anggrek, budidaya anggrek bulan, budidaya tanaman anggrek, budidaya anggrek vanda, makalah budidaya anggrek, budidaya anggrek cattleya, budidaya anggrek pdf, budidaya anggrek tanah

Anggrek putih
gambar : whiteorchidsthaicuisine.com

Anggrek jenis ini merupakan jenis tanaman yang harus ditanam dibawah naungan, sesuai dengan kebutuhan sinar matahari yang dikehendaki jenis-jenis anggrek ini. Bahan untuk naungan dapat digunakan : paranet, tildenet, sherlon shade, bambu, kasa atau kayu. Usahakan suhu yang ada di bawah naungan tersebut sekitar 10 – 40 derajat C, dengan suhu optimum 21 derajat C. sedangkan kelembaban udara yang paling baik antara 60 – 80 derajat C.

Penanaman jenis anggrek ini dapat dilakukan dengan atau tanpa pot, medium yang digunakan bisa arang kayu bakar, arang kayu jati, cincangan pakis, serutan kayu yang ditambah pupuk kandang (khusus untuk jenis Oncidium). Diantara beberapa jenis medium tersebut, yang terbaik adalah campuran cincangan pakis ditambah arang, potongan kulit pinus+arang, dan mos+arang. Khusus untuk penanaman dengan pot, perlu dibuat air dari bambu untuk tempat mengikat dan jika menggunakan pot dari tanah maka setiap pot baru harus direndam dulu dalam larutan air yang telah dicampur fungisida (1 gr/liter) selama 12 jam. Kualitas air siraman yang diinginkan tanaman anggrek jenis ini, hampir sama dengan anggrek tanah (terestial).

2. Tekhnik perbanyakan Tanaman Anggrek

jenis anggrek, cara merawat anggrek, budidaya anggrek, jual anggrek, anggrek macan, anggrek bulan, mega anggrek, anggrek vanda, cara merawat anggrek

Tanaman bunga anggrek bulan
gambar : alibaba.com

Pada jenis anggrek terestial, cara perbanyakan dapat dilakukan dengan dua cara, yakni vegetatif dengan stek batang Keiki (ofshoot) atau merekloon. Ukuran stek sekitar 50 – 90 cm dengan jumlah akar minum 2 buah. Kedua cara generatif (dari silangan atau seedling). Medium yang digunakan pada cara perbanyakan ini adalah agar-agar yang ditambah nutrisi-nutrisi lain yang sering digunakan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. Untuk anggrek, bisaanya digunakan formula Knudson’s (tabel 1), Vacintt & Went (tabel 2) dan formula temuan Yamada’s 5 – 5,2 dan botol yang berisi media harus dimasak dahulu dalam autoclaf agar steril.

Baca Juga :  10 Negara dengan Utang Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?

Untuk jenis anggrek apifit, cara perbanyakan vegetatif dan generatif dapat dilakukan sama dengan anggrek tanah (terestial), dengan offshot (Keiki) berukuran sekitar 6 cm dari tanaman yang sudah diseleksi sebagai bibit unggul.

Yang harus diperhatikan dalam tehnik perbanyakan ini adalah cara mengeluarkan bibit dari botol. Bisaanya bibit-bibit dalam botol sebagian besar sudah nampak berakar, paling tidak 2 buah. Ciri yang demikian berarti tanaman tersebut sudah siap untuk dikeluarkan, jika mulut botol terlalu kecil, maka mengeluarkannya botol harus dipecah.

Ambil bibit tersebut perlahan-lahan dengan menggunakan pinset, satu demi satu dan masukkan dalam baskom yang telah diisi air. Setelah selesai, cuci bersih-bersih tanaman kecil tersebut dengan air yang mengalir. Saat mencuci ini usahakan tidak ada agar-agar yang masih menempel pada akar. Selanjutnya, rendam bibit dalam larutan air yang telah dicampir fungisida (1 gr/cc per liter air) selama 15 menit, lalu tiriskan hingga kering. Untuk tanaman bunga anggrek yang menggunakan pot dengan medium sabut kelapa, arang kayu atau cincangan pakis ada baiknya diberikan juga siraman air (dengan menggunakan sprayer) setiap pagi sekitar pukul 10:00 selama satu bulan dan tempatkan di bawah naungan yang mempunyai intensitas cahaya 30%. Setelah berumur 1 bulan bari diberi pupuk buatan seperti urea green seed dan sebagainya.

3. Pemeliharaan dan Perlindungan Tanaman

Pada anggrek terestial, tanaman yang telah desa (stek batang atau offshot/Keiki) sebaiknya diberi naungan sejak awal pertumbuhan sampai berumur 1 bulan. Hal ini untuk mencegah penguapan dan sengatan matahari, naungan dapat dibuat dari bambu atau daun pisang kering dan selama 1 bulan tanaman cukup disiram 2 kali sehari (jam 10:00 dan sebelum pukul 16:00). Setelah tanaman berukur 1 bulan lebih, medium tanaman bisa ditambah dengan pupuk kandang + NPK (1 kg NPK untuk 1 M kubik media yang sudah matang) + Furadan atau insektisida jenis lain untuk mencegah serrangan rayap.

gambar bunga anggrek, tanaman anggrek bulan, tanaman anggrek tanah, tanaman anggrek hitam, budidaya tanaman anggrek, klasifikasi tanaman anggrek, pengertian tanaman anggrek, manfaat tanaman anggrek

Tanaman anggrek dalam pot di dalam ruangan
gambar : proflowers.com

Pupuk daun atau pupuk pada akar cukup diberikan 1 minggu sekali dengan konsentrasi 2,5 gr per 1 liter air. Untuk pemupukan bibit kompos atau pot single plant dapat dilakukan bila tanaman telah berumur 1 bulan sejak dikeluarkan dari botol bibit. Sebelum mencapai masa tersebut, tanaman cukup disiram air bisaa (dengan sprayer) 1 hari sekali setiap pagi, ditambah dengan pemberian fungisida atau bacterisida 1 mg satu kali pemberian dengan konsentrasi 0,2 – 0,5 cc/sati liter air.

Pemberian insektisida untuk melindungi tanaman bisa diberikan satu minggu sekali dengan konsentrasi 1,5 – 2 gr/cc per satu liter air. Pemberian fungisida tersebut dapat ditingkatkan menjadi 1 minggu sekali pada saat musim penghujan dan khusus pada serangan hama atau virus yang berat konsentrasi dapat ditingkatkan menjadi 3 gr/cc per satu liter air. Untuk bibit, baik itu kompos atau pot single plant kecil. Berikan insektisida/fungisida satu minggu sekali dengan konsentrasi 1 cc/liter air.

Sebagaimana jenis tanaman hias lainnya, pengairan untuk tanaman anggrek terestial pada media tanaman juga perlu dilakukan berkali-kali, untuk mencegah tumbuhnya rumput pengganggu dan mencegah media tetap kering.

Untuk jenis anggrek epifit, bibit yang berasal dari offshot atau sobekan ada baiknya direndam dahulu pada larutan fungisida yang berkonsentrasi 12 gr/cc per satu liter air, selama 20 menit. Setelah itu tempatkan bibit dalam pot yang bersih serta berintensitas cahaya sekitar 30%. Pada saat berumur 2 minggu, berikan pupuk (pupuk daun dan pupuk pada akar) dengan konsentrasi 1,5 gr/satu liter air, yang diberikan 3 – 7 hari sekali. Khusus untuk tanaman yang dipupuk dengan pupuk Urea, TSP dan K 2 NO 3 usahakan juga ditambah dengan pupuk mikro (mikro + hormon) dan diberikan 1 bulan sekali secara berturut-turut sebanyak 2 kali, pada masa pertumbuhan.

Baca Juga :  Bertanam Keprok Siem

Pada jenis anggrek epifit, untuk melindungi tanaman, bibit dewasa cukup diberikan fungisida 2 minggu sekali dan 1 minggu sekali bila musim hujan. Sedangkan insektisida cukup satu minggu sekali. Khusus untuk serangan virus, segera pisahkan tanaman yang terserang dari tanaman lain agar tidak menyebar.

4. Hama Penyakit Tanaman Bunga Anggrek

Bisaanya, baik anggrek jenis terestial ataupun epifit seringkali diserang oleh jenis penyakit yang hampir sama. Beberrapa dari penyakit tersebut adalah :

jenis jenis hama bunga-bungaan, hama bunga anggrek, cara merawat anggrek, budidaya anggrek, jual anggrek, anggrek macan, anggrek bulan, mega anggrek, anggrek vanda, cara merawat anggrek

Spider mites, salah satu hama tanaman bunga anggrek
gambar : wikipedia.org

  • Antraksona. Gejala yang timbul dari penyakit yang disebabkan oleh cendawan Gloeosporium sp dan Colletotrium sp ini adalah, pada daun terdapat bercak coklat kehitaman berbentuk bulat, tidak beraturan dan agak cekung. Sedangkan gejala yang terlihat pada bunga, ditandai dengan timbulnya pustul hitam atau coklat pada kuncup dan batang bunga. Pengendalian penyakit ini pada tanaman yang telah terserang, cukup dengan membakar daun-daun yang terinfeksi dan sisa-sisa tanaman yang sakit. Pengendalian secara kimiawi bisa juga dilakukan dengan penyemprotan satu sendok teh Banlate, Captan atau Dithane M-45 yang dicampur dengan 4,5 liter air.

  • Busuk hitam, penyakit ini disebabkan oleh phytophthora paimivora (P. Palmarum) dan P. coctorum. Gejala yang nampak daun terlihat berbercak air berwarna coklat kekuningan. Bercak ini akan meluar dan warnanya berubah menjadi coklat tua kehitaman. Pada akhir serangan bagian yang terserang menjadi kering dan hitam. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan mensteril pot sebelum dipakai dengan larutan alkohol 70% selama 12 – 24 jam.
  • Virus mosaic, penyakit yang disebabkan serangan virus Mozaic Cymbidium (CyMv) ini, pada tanaman Cattleya spp gejalanya berupa garis-garis nekrotik pada daun dan bunga. Gejala ini bisaanya terlihat pada daun yang telah tua dan terlihat nyata pada bagian permukaan bawah daun. Sedangkan pada bunga akan terlihat setelah 3 – 4 hari setelah bunga membuka. Untuk mengendalikan penyakit ini, tanaman yang sakit harus dipisahkan dari tanaman sehat, kemudian dimusnahkan. Rendam gunting/pisau bekas memotong anggrek sakit dengan alkohol 70%, sebelum digunakan untuk memotong anggrek yang sehat. Selain adanya serangan ketiga jenis penyakit tersebut, pada umumnya tanaman anggrek juga sering diganggu oleh beberapa jenis hama seperti:
  • Hama Thirps (Anaphothrips corbettipriesn), hama ini menyebabkan dain menjadi kerdil, daun mahkota bunga kering sejak dari pinggir yang kemudian meluas ke tengah, tangkai bunga mengalami kekerdilan. Hama ini dapat dibasmi dengan menyemprotkan Malathion, Bayrusil 2 cc/satu liter air satu minggu sekali. Untuk memperoleh hasil yang memuaskan, pada saat penyemprotan dapat juga ditambahkan dengan perekat Tritor B 1966.
  • Spider mites, hama ini mengisap cairan daun, sehingga daun nampak berbercak kuning, perkembangan daun sangat cepat dan menurunkan produksi bunga. Pemberantasannya dapat dilakukan dengan Kelthane 1 – 3 gr/liter air (diberikan sesuai dengan tingkat serangan).
  • Kumbang gajah, kumbang ini umumnya menyerang jenis anggrek epifit, dengan cara menggerek daun. Daun yang digerek akan berlubang-lubang hingga akhirnya kering dan mati. Sedangkan larvanya yang bersarang di dalam batang, akan memakan isi batang sehingga tanaman menjadi lemah. Untuk membasminya, bisa dilakukan dengan memotong bagian-bagian yang terserang, kemudian membakarnya atau dapat juga dilakukan dengan penyemprotan insektisida sistemik 2 – 3 kali dengan selang waktu satu minggu.
  • Kumbang anggrek kuning (Lemajacobsoni Wse), selain merusak bunga, kuncup dan daun terkadang kumbang juga menyerang buah dan akar. #DAR
error: