Membuat Kebun Mangga

Cara Berkebun Mangga

Kebun mangga, bagi seorang pengusaha antara lain untuk mendapatkan produksi buah yang bermutu dan untuk perdagangan besar atau ekspor.

Untuk memperkecil risiko, hendaknya ditanam lebih dari satu jenis mangga. Malahan lebih baik lagi beberapa jenis mangga yang ditanam berselang-selang barisannya.

Pohon mangga merupakan tanaman keras yang memerlukan ruangan, maka untuk sementara waktu selama tidak mengganggu bisa ditanami tanaman sela atau tanaman tumpang sari. Maksudnya untuk menutup tanah dan memperoleh hasil tambahan. Tanaman sela yang bisa digunakan diantaranya kacang-kacangan, ubi-ubian, sayuran jagung dan buah-buahan seperti pisang, pepaya dan nenas. Jarak tanaman sela dari mangga diperhitungkan agar tidak mengganggu dan bersaing unsur hara satu sama lain khususnya untuk pertumbuhan mangga. Sebaiknya menanam pupuk hijau.

bisnis perkebunan yang paling menguntungkan, bisnis perkebunan karet, bisnis perkebunan kelapa sawit, bisnis perkebunan buah, bisnis perkebunan jabon, bisnis perkebunan yang menguntungkan, usaha perkebunan kelapa sawit, usaha perkebunan yang menjanjikan

Berkebun mangga merupakan salah satu bisnis yang menguntungkan

1. Persiapan Lahan

Lahan untuk kebun mangga sebaiknya dibajak terlebih dahulu sebelum musim hujan, kemudian tempat yang akan ditanami ditandai dengan ajir. Untuk pohon mangga yang bertajuk lebar dengan garis tengah tajuk 12 meter atau lebih, ajir ini diberi jarak 12 – 14 meter. Jurusannya adalah Timur-Barat dan Utara-Selatan, hingga matahari akan leluasa menyinari barisan pohon mangga.

Setelah selesai diajir, lubant tanaman mulai digali, lebarnya 60 x 60 cm dan dalamnya 60 cm juga. Ketika menimbun tanah bagian bawah didahulukan, lalu ditimbuni dengan tanah bagian atas. Dengan tanah galian yang telah menjadi gembur itu, terjadilah gundukan di atas lubang-lubang itu yang pada waktunya akan turun kembali seperti bisaa. Sementara itu air masih dipertahankan di tengah-tengah lubang untuk menandai tempat tanamnya sendiri.

Bila hujan telah turun teratur, menanam bibit mangga dapat dimulai, gundukan tanah digali lagi, ditengah-tengahnya dibuat lubang selebar dan sedalam kebutuhan bibit.

Baca Juga :  (Paddy Field Photo) - Gambar Pemandangan Sawah

Bibit mangga dalam keranjang harus dipisahkan dulu dari keranjangya, tanpa merusak gumpalan tanah pada akar. Hal ini dapat dilakukan dengan memotong keranjang beberapa kali dari atas ke bawah. Bibit lalu ditanam dalam lubang kecil itu sambil tanahnya ditekan-telan sedikit ke jurusan akar yang terbawah. Tanah disekitar tanaman tidak perlu diinjak-injak.

Untuk mengokohkan tanaman, perlu juga tanah ditekan-tekan dengan tangan condong ke jurusan akar tunggang. Air siraman untuk stump segera dibutuhkan, demikian juga atap naungan agar daun muda tumbuh dengan cepat.

Bila bibitnya adalah bibit tumbuhan mangga yang berumur setahun dan keadaan kuat, sebelum ditanam helaian daun dipotong dahulu separuhnya. Tumbuh demikian tidak membutuhkan pemeliharaan yang khusus seperti tanaman dalam keranjang ataupun stump.

2. Pembentukan Tajuk Pohon

budidaya mangga harum manis, budidaya mangga madu, budidaya mangga arumanis, budidaya mangga manalagi, budidaya mangga gedong gincu, budidaya mangga golek, budidaya mangga kio jay, budidaya mangga indramayu

Pemangkasan atau pemotongan tajuk juga berguna untuk memperbanyak buah

Pembentukan tajuk dimulai pada permulaan tahun kedua, pohon yang berasal dari tanaman dalam keranjang sudah cukup tinggi, bagian bawah batangnya setinggi 50 – 69 cm telah menunjukkan ciri dewasa.

Pemangkasan pertama untuk membentuk tajuk pohon dilakukan dengan memotong batang pohon itu setinggi 50 – 60 cm tepat pada bukunya, bukan di bawah atau pun di atasnya.

Dari sekian banyak cabang baru yang tumbuh, diperlukan tiga atau empat saja yang tersebar rata kedudukannya di sekitar lingkaran batang. Cabang baru yang berlebihan dibuang nantinya, tetapi untuk sementara waktu dipertahankan dengan membelokkan ke bawah.

Tiga atau empat cabang pertama ini dipertahankan sampai dapat diusahakan pemotongannya pada permulaan tahun ketiga, yaitu awal musim penghujan, sesudah pohon itu berumur dua tahun. Pemangkasan yang kedua harus menghasilkan 3 x 3 atau 4 x 3 cabang baru untuk pembentukan tajuk.

Setelah dua kali pemangkasan tidak perlu dilakukan pemangkasan lagi, bila pohon dipangkas setinggi 50 – 60 cm, maka pohon itu membentuk perdu. Bila pohon dipangkas setinggi 100 – 200 cm disebut pohon tinggi. Pohon perdu yang rendah tajuknya mudah dipelihara dan mudah tajuk dipetik buahnya.

Baca Juga :  Gambar Bunga Pukul Empat (Mirabilis Jalapa)

Pembentukan pohon dari bibit stump pada prinsipnya sama dengan tanaman dalam keranjang, tetapi pemangkasan pertama dilakukan dikebun bibit, sehingga orang terikat pada bentuk perdu. Pemangkasan kedua dilakukan untuk pembetukan tajuk.

Pemangkasan lebih dari dua kali tidak diperlukan untuk pohon mangga karena tajuk yang terbentuk sudah cukup baik. Selain itu perlu diketahui bahwa pemangkasan akan menunda saat berbuahnya satu tahun. Pemangkasan untuk pembentukan tajuk harus dilaksanakan pada permulaan musim hujan. Pertumbuhan pucuk berjenis-jenis pohon di Jawa umumnya jatuh pada bulan Pebruari. Pemangkasan jauh sebelum akan menghasilkan banyak tunas-tunas cabang yang lemah. Kalau tepat diusahakan pada musim itu, maka cara baru akan subur tumbuh, kuat dan tidak banyak jumlahnya.

Pemangkasan dalam rangka pemeliharaan dapat diusahakan sewaktu-waktu untuk membuang cabang yang patah, rusak atau mengganggu cabang lain serta memotong cabang yang berlebihan.

3. Pemeliharaan Kebun Mangga

budidaya mangga harum manis, budidaya mangga madu, budidaya mangga arumanis, budidaya mangga manalagi, budidaya mangga gedong gincu, budidaya mangga golek, budidaya mangga kio jay, budidaya mangga indramayu

Pemeliharaan kebun mangga

Selama tahun pertama pemeliharaan yang diperlukan amatlah sederhana, pengendalian gulma di bawah pohon disertai penggarpuan dangkal pada lingkaran tanah di bawah pohon cukup dilakukan 3 – 4 kali setahun. Setelah selesai digarpu, lingkaran tanah ini hendaknya ditutupi dengan jerami agar tetap sejuk dan lembab. Pembatasan jalan keun yang mengikuti barisan pohon mangga bukanlah hal yang mahal kalau diatur secara tepat sejak permulaan, pemagaran kebun buah mangga perlu diadakan.

Penyakit yang kadang-kadang muncul ialah cendawan Gloesporium mangifera. Pada permulaan musim hujan penyakit ini dapat dicegah dengan beberapa kali penyemprotan dengan Bubur Bordo.

Baca Juga :  8 Labirin Taman dan Kebun yang Paling Keren di Dunia

Tanaman yang mati hendaknya segera disulam untuk memanfaatkan hujan yang masih ada, bila kematian itu terjadi pada permulaan musim hujan. Tetapi bila kematian itu terjadi sesudah lewat setengah musim, sebaiknya penyulaman ditangguhkan sampai musim hujan berikutnya atau permulaan tahun kedua. Pohon mangga yang sudah tua tahan kering, tetapi pada waktu masih muda membutuhkan air cukup banyak.

4. Peremajaan pohon mangga

Mengganti tanaman yang sudah tua dengan tanaman baru, akar pohon mangga yang sudah tua dapat dikatakan hampir memenuhi tanah di bawah tajuk. Untuk menanami kembali, tanah perlu dibongkar dan dibersihkan dari sisa-sisa akar. Sering akar yang tertinggal mengundang rayap, sebaiknya tanah ditanami dengan tanaman semusim dahulu sampai diperkirakan sisa-sisa akar mangga sudah habis dimakan rayap. Apabila terdapat rayap disekeliling lubang diberi insektisida butiran seperti Furadan dan seperlunya.

Mengusahakan agar tanaman tua berbuah lebat kembali, tanaman yang usah tua tetapi buahnya bermutu baik dan sudah menurun hasilnya dapat diremajakan dengan cara memangkas berat cabang-cabang dengan gergaji. Memang ada resiko mati apabila terserang penyakit atau pohonnya sudah terlalu tua hingga tidak mungkin bertunas lagi. Sesudah dipangkas, permukaan cabang dipotong diulas dengan pasta pestisida atau cat untuk menghindari serangan penyakit. Di bawah ujung cabang yang dipotong diharapkan tumbuh tunas cabang baru yang bisaanya perlu diperpanjang. Untuk dapat berbunga lagi diperlukan waktu agak lama, sementara itu diadakan pemupukan NPK untuk mendorong pembungaan.

Mengganti tajuk pohon dengan jenis yang unggul, adakalanya pohon sudah berbuah tapi mutunya jelek. Kalau diganti dengan bibit baru akan memerlukan waktu yang terlalu lama, untuk mengganti tajuk pohon perlu dipangkas berat seperti di atas, kemudian setiap ujung cabang muda atau diokulasi dengan mata cabang dari jenis unggul. Pekerjaan menyambung ini memerlukan latihan keterampilan agar berhasil. #LP

Loading...
error: