Fenomena Bunga Wijayakusuma Dalam Mitos Raja Jawa

Dalam dunia pewayangan, bunga keramat ini dikisahkan dapat menghidupkan orang mati. Tradisi Jawa mengharuskan pengambilan bunga ini dari Karang Bandung, Nusakambangan untuk kelengkapan penobatan raja.

Menurut tokoh yang “dituakan” masyarakat Cilacap, di pulau karang itulah Gusti Ayu Roro Kidul, atau yang lebih beken dengan sebutan Nyai Roro Kidul, biasa mengumpulkan anak buahnya. Nyai Roro Kidul dalam mitos masyarakat Jawa adalah penguasa laut selatan.

Selain karena dikeramatkan, pulau yang disebut Karang Bandung, pulau Bandang atau pulau Wijayakusuma itu memang hanya boleh didekati dengan ijin khusus, karena masih merupakan bagian dari pulau Nusakambangan. Pulau di sebelah selatan kota Cilacap, Jawa Tengah ini merupakan tempat narapidana kelas kakap menjalani hukuman hingga tertutup untuk umum.

Bunga Wijaya Kusuma dalam Pewayangan

Di pulau karang itulah tumbuh pohon bunga wijayakusuma. Umurnya diduga sudah ratusan tahun, tingginya sekitar 3 m, sosoknya mirip bonsai. Akar-akarnya kokoh mencengkeram karang. Masyarakat Jawa percaya, pohon itu berasal dari pusaka Sri Batara Kresna, tokoh dunia pewayangan titisan Wisnu. Pusaka keramat itu dalam cerita wayang disebutkan dapat menghidupkan kembali orang yang mati sebelum saatnya.

Syahdan, sebelum menuju alam “kamoksan” masuk ke swargaloka, Kresna, Raja Dwarawati, penasihat spiritual kaum Pandawa “melabuh” pusakanya. Pusaka itu lalu berubah menjadi sosok tumbuhan di atas batu karang di laut selatan. Raja-raja Jawa, yang menurut Babad Tanah Jawi masih keturunan para Pandawa, diwajibkan mengambil bunga pusaka itu untuk persyaratan penobatannya.

Baca Juga :  NONA MAKAN SIRIH DAN KERABATNYA

Tradisi lama

Keraton Jawa yang sampai sekarang masih menganut tradisi pengambilan wijayakusuma adalah Kasunanan Surakarta. Kasultanan Yogyakarta, Puri Mangkunegaran dan Pakualaman sudah tidak mengikuti tradisi ini. Menurut Kanjeng Raden Mas Haryo Yosodipuro, Penyuluh Kebudayaan Keraton Surakarta, tradisi ini sudah berlangsung sejak dulu.

Pejabat keraton yang juga dosen Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret itu menjelaskan: “Wiwit kina, Sekar Wijaya Kusuma dados Pepundenipun Panjenengan Nata ing Nuswa Jawi. Saben Mentas Jumenengan Nata Hanglampahaken Utusan Ngupadi Pepundhen Sekar Wijaya Kusuma”. Artinya, sejak dulu bunga wijayakusuma telah menjadi pusaka raja Jawa. Setelah penobatan raja mengirim utusan untuk mencari pusaka bunga wijayakusuma.

Mengapa wijayakusuma menjadi salah satu syarat penobatan? Menurut KRM Harya Yosoipuro, wijaya berarti kemenangan, kusuma berarti bunga. Artinya, seorang raja harus dapat memenangkan perang bukan hanya terhadap musuh fisik melainkan terutama terhadap musuh nafsu yang berada pada diri sendiri. Jadi, pengambilan wijayakusuma, sebenarnya lebih bersifat spiritual dan bukan sekedar fisik.

Sejarah Bunga Wijaya Kusuma Cilacap

Sejarahnya dulu, perjalanan untuk mengambil bunga wijayasukuma sangat sulit. Sebelum berangkat, utusan harus berpuasa. Kemudian mereka berjalan kaki dari Surakarta lewat Boyolali, puncak gunung Merapi, turun ke kota Magelang, Wonosobo, Purwokerto sampai ke Cilacap. Perjalanan ini makan waktu sekitar 10 hari. Dari Cilacap perjalanan dilanjutkan dengan perahu ke daratan Nusakambangan, kemudian menyusuri pulau yang berhutan lebat, lalu menyeberang lagi ke Karang Bandung.

Sesampai di Karang Bandung, “bokor” (mangkuk) dari kuningan dibuka dan diletakkan di bawah pohon. Utusan itu lalu bersemedi di dekatnya selama semalam suntuk. Pada tengah malam, bunga wijayakusuma itu akan jatuh ke dalam bokor dan harus segera ditutup. Tak seorangpun diijinkan melihat bunga itu. Paginya, utusan akan kembali ke keraton Surakarta membawa bokor berisi bunga. Sesampai di keraton, bokor dimasukkan ke dalam kamar pusaka. Bokor ini akan selalu tertutup dan hanya raja yang boleh melihat isinya.

Baca Juga :  Jenis – Jenis Kembang Sepatu

Bunga Wijaya Kusuma Asli

bunga wijaya kusuma mistik, bunga wijaya kusuma mistis, bunga wijaya kusuma legenda, bunga wijaya kusuma di pulau nusakambangan, bunga wijaya kusuma dalam pewayangan, bunga wijaya kusuma dilindungi di suaka alam, bunga wijaya kusuma gaib, bunga wijaya kusuma gambar, bunga wijaya kusuma mitos bunga wijaya kusuma nusa kambangan

Bunga Wijaya Kusuma Asli – Pisonia grandis var. Silvestris

Nama bunga wijaya kusuma asli adalah Pisonia grandis var. Silvestris. Tumbuhan ini justru tidak dikenal oleh masyarakat luas. Yang mengetahuinya hanya terbatas ahli botani dan paranormal. Sosok tumbuhan ini persis kol banda (Pisonia alba) yang banyak ditanam sebagai tanaman hias. Bedanya, daun pucuk kol banda kuning cerah, sedangkan pucuk wijayaskusuma tetap berdaun hijau seperti daun-daun tuanya.

Yang justru dikenal luas oleh masyarakat sebagai wijayakusuma adalah Epiphyllum oxypetalum. Tumbuhan keluarga sekulen ini merupakan tanaman hias yang biasa ditanam dalam pot maupun di sudut-sudut rumah. Tumbuhan ini juga dikenal dengan sebutan Ratu Malam (Queen of Night) karena bunganya yang berwarna putih, berdiameter sampai 10 cm dan panjangnya 20 cm itu hanya mekar menjelang tengah malam. Bunga ini juga punya mitos yang dipercaya oleh masyarakat Asia maupun Eropa. Konon, yang dapat menyaksikan proses mekarnya bunga di tengah malam, rejekinya akan datang lebih lancar.

bunga wijaya kusuma dan khasiatnya, bunga wijaya kusuma dan maknanya, bunga wijaya kusuma dan manfaatnya, bunga wijaya kusuma dan mitosnya, bunga wijaya kusuma dewa wisnu, bunga wijaya kusuma di bandung, bunga wijaya kusuma di cilacap, bunga wijaya kusuma di nusakambangan

Epiphyllum oxypetalum (Queen of Night)

Wijayakusuma Pisonia, oleh K. Heyne dalam De Nuttige Planten Van Indonesia yang diterjemahkan oleh Balitbang Kehutanan Departemen Kehutanan menjadi Tumbuhan Berguna Indonesia, disebutkan dapat tumbuh sampai setinggi 13 m. Di Indonesia, tumbuhan ini hanya terdapat di kepulauan Seribu, pulau karang di Nusakambangan, kepulauan Karimunjawa, pulau Puteran dekat Madura, Bali dan Ambon. Di bali tumbuhan ini disebut dag-dag see dan di Ambon namanya sayur putih pulu. Daun tumbuhan ini dapat dimakan. Heru Prihmantoro mendapati daun wijayakusuma digunakan untuk memepes ikan di kepulauan Karimunjawa.

Baca Juga :  TANAMAN KHAS KOTA JAKARTA

Wijayakusuma Pisonia hanya diketahui berbunga di Karang Bandung Nusakambangan, di Karmunjawa dan Bali. Itupun jarang sekali. Wijayakusuma berbunga majemuk. Tangkai bunganya menyembul dari pucuk ranting. Dalam satu tangkai ada sekitar 10 malai. Di tiap malai tumbuh sampai 20 kuntum bunga. Hingga dalam 1 tangkai bisa terdapat ratusan bunga.

Diameter bunga pada saat mekar sangat kecil, hanya dua sampai empat milimeter. Panjangnya lima sampai enam milimeter. Bentuknya terompet, kelopaknya hijau dan mahkotanya putih. Benangsarinya putih kekuningan. Wijayasukuma Pisonia justru mekar pada siang hari, baunya harum. Daya mekarnya hanya satu hari setelah itu layu dan kering. Dalam satu tangkai bunganya akan mekar secara bertahap dan hanya satu atau dua yang menjadi buah. Biji buah ini diduga dimakan burung namun tidak tercerna lalu terbawa ke pulau-pulau karang dan tumbuh di sana. Fenomena Bunga Wijayakusuma Dalam Mitos Raja Jawa – (GTW)

Loading...
error: