Kisah Pilu dari Laut Aral, Lautan yang Mengering Menjadi Padang Pasir

ngasih.com. Bangkai-bangkai kapal tampak mengenaskan di tengah Gurun Aralkum. Mereka menjadi saksi sejarah gelombang dan ombak pada masa yang telah lampau. Ya, siapa sangka, padang pasir pada foto-foto ini dulunya merupakan danau terbesar keempat di dunia yang berada di Asia Tengah, Laut Aral.

lautan yang kering, laut yang telah kering, gambar laut yang kering, laut yang pernah kering, laut aral yang kering, air laut yang kering, laut kering, laut kering tanda kiamat, cara mengolah rumput laut yang kering, laut yang kering, laut aral kering, arti mimpi melihat laut yang kering

Pada danau seluas 68000 km persegi itu pernah berkembang industri perikanan. Namun, sejak tahun 1960, Laut Aral mengalami penyusutan, hingga gersang seperti sekarang. Meninggalkan sisa-sisa kejayaan berupa kapal tua dan jasad renik yang kepanasan. Tragedi mengeringnya Laut Aral ini, disebut-sebut sebagai salah satu bencana lingkungan terburuk di planet bumi.

Pasalnya, ada beberapa faktor di balik peristiwa memilukan yang menimpa Laut Aral. Ada faktor alam, berupa anomali iklim. Pada wilayah yang berada di antara Kazakhstan dan Uzbekistan ini, memang sempat terjadi musim panas ekstrem dan musim dingin yang lebih panjang dengan suhu yang lebih rendah. Debit air yang menurun, mengakibatkan pencemaran air dan masalah kesehatan terhadap penduduk di sekitarnya.

Namun, ada pula faktor perbuatan manusia. Danau ini mulai kehilangan asupan air akibat pengalihan Sungai Amu Darya untuk keperluan proyek irigasi. Uni Soviet, yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut pun mengakui dampak lingkungan yang mereka timbulkan. Namun, mereka menyatakan tak bisa berbuat banyak.

laut yang mengering, laut yang semakin kering, laut mati kering, laut merah hijau kering, laut menjadi kering, lautan yang sudah kering, laut tiberia kering, laut terbesar kering, laut yg kering, laut aral kering, laut aral semakin kering, laut aral yang kering, lautan mengering, lautan yang mengering, lautan yang sudah kering

Pada tahun 2007, Kazakhstan berupaya untuk melakukan tindakan penyelamatan terhadap Laut Aral bagian utara yang masih tersisa. Di tahun 2008, langkah tersebut membuahkan hasil. Muka air naik, kadar garam berkurang, dan ikan-ikan kembali hidup dengan bahagia. Hanya saja, nasib Laut Aral bagian selatan masih suram. Hingga akhirnya, benar-benar kering di tahun 2014.

Gurun Aralkum, telah paripurna menjadi bentang alam yang menyimpan sejarah kelam.

Baca Juga :  7 Tanda Bukti Cinta dari Cowok Cuek, Buat Kamu Ladies!

Namun, tidak selamanya wilayah tersebut hanya dibiarkan diam dan mengisahkan masa lalu yang suram. Eksotisme bangkai-bangkai kapal yang terbengkalai bisa menjadi atraksi wisata yang menarik bagi penduduk dunia. Dengan sedikit polesan, Laut Aral yang mengering a.k.a Gurun Aralkum akan menjelma sebagai destinasi wisata yang menjanjikan.

Di bawah terik matahari Aralkum, orang-orang dapat mengambil banyak pelajaran berharga untuk masa depan. Laut Aral yang hilang, membangkitkan kesadaran manusia bahwa alam memiliki daya dukung dan daya tampung yang terbatas. Mengambil manfaat dari alam tidak ada salahnya. Namun, di luar batas toleransi, sama saja dengan eksploitasi.

Jika kita telusuri lebih jauh, ada beberapa kasus serupa yang pernah terjadi di dunia. Lantas, apakah bisa kita lupakan begitu saja? Ada berapa banyak lagi Aralkum lain yang akan tercipta?

Jadilah perubahan yang kamu inginkan. Gunakan segala sumber daya dengan bijaksana dan berhenti mengeluh atas hujan, panas, dan segala kondisi. Karena di balik segala peristiwa, tersimpan pesan dan anugrah dari Sang Pencipta. Laut Aral yang Telah Kering – #NSP

error: