Penyakit Puru Pada Tanaman Mangga

PURU PADA DAUN MANGGA

tanamen.com. Permukaan daun mangga sering ditumbuhi puru, yaitu bintil-bintil berwarna hitam, coklat, hijau, atau merah karat. Apa penyebabnya?

Bagi hobiis pemilik pohon mangga, barangkali sudah tidak asing lagi melihat daun tanamannya ditumbuhi bintil-bintil hitam, coklat, hijau, atau merah karat. Serangan jenis puru ini banyak ditemukan pada daun mangga yang masih muda.

Bintil-bintil puru ini bisa sangat banyak jumlahnya (seperti pada gambar), seperti puru pada daun jambu bol, tapi puru pada daun mangga jauh lebih kecil, dan lebih keras. Kalau bintil itu disayat dengan pisau silet, di dalamnya akan ditemukan belatung (larva) kecil berwarna putih yang panjangnya Cuma 1-2 mm. Belatung itulah penyebab puru.

penyakit tanaman mangga pdf jamur gloeosporium mangifera hama pada jurnal makalah antraknosa blendok pohon dan cara mengatasinya harum manis jenis manalagi yang menyerang mengobati obat utama

Belatung puru merupakan stadium larva dari lalat Procontarinia matteiana, lalat kecil berwarna hitam yang panjang tubuhnya hanya sekitar 3 mm. Lalat betina bertelur pada permukaan daun mangga muda. Telur dimasukkan dalam jaringan daun dengan memasukkan ovipositor-nya (alat bertelur).

Sekali bertelur, seekor lalat betina mampu menaruh 100-250 butir. Telurnya yang kuning muda, berukuran 0,1-0,5 mm. Telur menetas dalam tempo 3-4 hari menjadi larva (belatung atau tempayak), yang menetap dalam jaringan daun dan mengisap cairannya. Pertumbuhan daun menjadi tidak normal dan pada permukaannya, tepat di bagian belatung menetap, timbul bintil-bintil puru.

Baca Juga :  Lotus, Tanaman Air yang Cantik dan Perbedaannya dengan Teratai

Setiap bintil hanya dihuni oleh satu belatung saja, yang menetap di situ selama 10-14 hari. Sesudah itu, ia akan keluar dari “rumah”-nya dengan jalan membuat lubang pada ujung bintil, lalu menjatuhkan diri ke tanah, dan masuk ke dalamnya untuk berkepompong.

Masa berkepompong hanya 8-12 hari, yang akan berakhir dengan munculnya lalat muda Procontarinia matteiana yang nantinya akan menjadi sumber penularan. Lalat ini bergerak pada malam hari, sedang siangnya beristirahat.

Hama ini bukan saja menyebabkan daun mangga menjadi tidak sedap dipandang, tapi juga rusak. Serangan yang berat menyebabkan daun menggulung dan cepat kering, yang sudah barang tentu akan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pengendalian

Menyembuhkan daun yang sudah terlanjur diserang jelas tidak mungkin. Paling-paling kita hanya bisa melakukan pencegahan, yaitu dengan memberikan insektisida sistemik lewat tanah. Contoh insektisida sistemik yang bisa digunakan : Temik 10 G, Curater 3 G dan Furadan 3 G. Insektisida itu dimasukkan ke dalam tanah, ditempatkan di dekat akar agar bisa diisap akar untuk diedarkan ke daun. Larva yang mencoba-coba mengisap cairan daun itu bisa mati keracunan.

Baca Juga :  10 Negara Penghasil Kopi Terbesar dan Terbaik Di Dunia

Daun yang sudah terlanjur rusak sebaiknya dipangkas saja, lalu dibakar. Tujuannya adalah untuk mematikan larva yang ada di dalamnya. Selanjutnya dilakukan pencangkulan terhadap tanah yang terdapat di bawah tajuk mangga. Tujuan pencangkulan adalah untuk mematikan larva yang sedang berkepompong di dalam tanah. Puru Pada Daun Mangga -SDY

Loading...
error: