Untuk Lebih Dipahami: Alasan Kenapa Wanita Berdandan?

ngasih.com. Umumnya orang mengira tujuan utama wanita bersolek / berdandan, merias diri adalah karena ingin diperhatikan, disanjung / dikagumi, dan yang paling lazim: untuk memikat lelaki.

Anggapan itu tak sepenuhnya salah, tapi tak sepenuhnya benar. Kalau Anda hidup di negara maju, hati-hatilah kalau mau memuji wanita, apalagi kalau pujian Anda itu menyangkut lekuk tubuh atau keseksian mereka saat mereka berpakaian agak terbuka. Salah bicara Anda bisa dilaporkan. Semolek apapun wanita, seheboh apapun mereka memajang asset tubuhnya, itu adalah gaya atau ekspresi pribadi mereka. Mereka tidak butuh perhatian dan sanjungan verbal.

mengapa wantita suka berdandan, alasan wanita suka berdandan, kenapa wanita suka berpakaian minim, alasan wanita tidak suka berdandan, mengapa wanita suka dandan, kenapa perempuan suka dandan, kenapa wanita suka bersolek

Salah-salah Anda dituntut dengan pasal pelecehan seksual, sebab definisi sexual harassment adalah ‘unwanted attention.’ Yang berhak mengomentari dan membelai adalah orang istimewa yang ada di hati mereka. Jadi, bisa disimpulkan dalam konteks ini, gaya wanita berdandan atau bersolek dan berbusana adalah cerminan karakter, gaya hidup, filosofi dan eksistensi mereka. Mereka tidak butuh komentar, tidak butuh dipuji apalagi dicela atas dasar selera, azas kepantasan, atau doktrin agama.

Baca Juga :  Inilah Berbagai Jenis Pondasi Beserta Fungsinya yang Perlu Diketahui

Perempuan tampil ayu super seksi belum tentu gatal atau haus perhatian lelaki. Saya punya kenalan yang di masa mudanya adalah prima donna. Semua lelaki normal pasti ingin menjamahnya. Dia jadi rebutan di mana-mana. Perjaka, duda, bahkan kakek-kakek bau minyak Serimpi ada yang nekad merayunya. And you know what?

Dia mencari suami dari jenis lelaki yang paling dingin, paling acuh, paling tidak romantis dan paling tidak bernafsu pada dirinya. Aneh? Tidak juga! Dia muak pada sikap dan tatapan kebanyakan lelaki yang ditemuinya. Mata mereka melirik mesum, mulutnya manis menebar racun. Dia pilih menikahi lelaki yang sikapnya sedingin jenazah. Dia masih tampil oayuuu dan suintal, dan hidupnya relatif tenteram hingga sekarang.

Begitu banyak stereotipe dan stigma diarahkan pada penampilan perempuan. Umumnya kita hanya bisa bilang si-A norak, si-B jalang, si-C kayak bordil berjalan. Tapi kita tidak mau berpikir dalam dan menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar menghormati sikap dan pilihan hidup kaum perempuan. Terlebih di bumi yang udaranya kental oleh takhayul politik dan indoktrinasi tentang chastity atau kesalehan.

Baca Juga :  Psikologi Perkembangan Laki-laki (phallic developmental psychology)

Sesungguhnya cara perempuan tampil dan merias diri bisa merefleksikan kedamaian hatinya, rasa syukur atas karunia hidupnya, bisa juga frustrasi dan amarah mereka. Bukan semata-mata karena ingin dibilang cantik atau indah dipandang, sebab mereka punya prerogatif mutlak kapan mau tampil cantik dan kepada siapa mereka ingin menunjukkan kecantikannya — dan cantik hakiki yang mereka punya tak sebatas kulit luarnya saja. Untuk Lebih Dipahami: Mengapa Wanita Berdandan Arif Subiyanto

Loading...
error: