Waspada! Jangan Ambil 10 Barang Jatuh Ini Jika Tidak Ingin Menyesal

ngasih.com. Menemukan barang jatuh merupakan fenomena yang lumrah terjadi. Dan, jika benda tersebut termasuk benda yang unik atau berharga, sering kali kita akan tergerak untuk memungutnya. Secara naluriah, kita akan mencari tanda-tanda kepemilikan, membawanya ke kantor polisi, atau memindahkannya tempat yang lebih aman.

Namun, kamu harus lebih waspada lagi, ya. Karena, ada benda-benda yang justru berbahaya jika kita nekat mengambilnya. Kenapa? Dan, apa saja benda yang sebaiknya tidak kita ambil?

Berikut ini 10 barang jatuh yang sebaiknya kamu biarkan saja, jika tidak ingin menyesal:

1. Headset atau earphone

Bagi kamu yang mencintai kebersihan, tentu tidak akan kepikiran untuk mengambil dan mencobanya. Jelas saja, headset atau earphone yang jatuh pastilah mengandung kawanan bakteri yang menumpuk pada karet atau sponsnya. Jika masih nekat menggunakannya, bisa-bisa kamu tertular penyakit, lho!

2. Benda mencurigakan di area militer

Apabila sedang berjalan-jalan di area militer, sebaiknya kamu waspada jika menemukan benda mencurigakan. Jangan-jangan, benda itu granat atau ranjau yang sudah lama. Laporkan ke pihak berwenang, jika kamu tidak ingin mendapat “kejutan” yang tidak menyenangkan.

Baca Juga :  Jangan Sampai Tertukar, Inilah 5 Perbedaan Green Tea dan Matcha

3. Pin atau jarum

Meski kecil, pin atau jarum dapat menjadi benda yang amat berbahaya. Benda tajam ini memang tidak melukai dengan signifikan, namun dapat menjadi ujung tombak penyebaran virus HIV atau hepatitis. Seram, kan?

4. Bayi burung, ulat bulu, atau landak mini

Mereka memang lucu dan membuat iba. Tapi, kamu tidak tahu, apakah mereka membawa wabah penyakit atau tidak. Lagipula, bisa jadi induk mereka sedang mencari-cari bayinya. Kalau kamu ambil, kan sedih.

5. Senjata tajam

Jangan asal ambil ketika kamu menemukan barang seperti pisau, linggis, atau senjata tajam di sembarang tempat! Karena, bisa jadi itu merupakan trik oknum kriminal untuk menyamarkan sidik jari, lalu menuduhmu sebagai pelakunya. Bahaya banget!

6. Dompet atau wadah berisi uang

menemukan barang hilang, menemukan barang menurut islam, menemukan barang hilang menurut islam, menemukan barang antik, menemukan barang yang dicuri, menemukan barang milik orang lain, menemukan barang berharga, hukum menemukan barang atau uang dalam islam, hukum menemukan barang berharga di jalan, hukum islam menemukan barang orang lain, pasal menemukan barang, hukum menemukan barang temuan, hukum menemukan barang temuan menurut islam, tips menemukan barang yang hilang, menemukan barang yang hilang

Sebagai benda jatuh yang paling menarik perhatian, keberadaan dompet atau tas kecil berisi uang sebaiknya langsung kamu laporkan kepada petugas keamanan. Pasalnya, kendati kamu memiliki jiwa ksatria untuk mencari pemiliknya, fenomena ini bisa jadi modus untuk menjebakmu. Kamu bisa dituduh mencopet atau mencuri, lantas diperas oleh oknum-oknum kriminal. Waduh!

Baca Juga :  8 Cara dan Tips Melatih anak agar senang Menulis

7. Kartu SIM

Ingat, jika menemukan kartu SIM yang jatuh, kamu tidak perlu usil mencobanya, ya. Bisa jadi, kartu SIM tersebut pernah digunakan dalam tindakan kriminal dan kamu jadi ikut terlibat akibat ketidaktahuan.

8. Alat komunikasi

Untuk menghindari hal-hal yang tidak terduga, jika menemukan alat komunikasi, berupa radio transceiver, HT, atau telepon genggam, sebaiknya langsung kamu serahkan ke petugas keamanan atau kantor polisi. Pernah, lho, ada yang menemukan walkie talkie, lalu malah tertuduh sebagai pencuri. Tidak mau, kan?

9. Perhiasan

Modus menemukan perhiasan, lalu menawarkannya pada orang lain telah marak terjadi. Jika tidak ingin tertipu, sebaiknya kamu menghindar. Karena, biasanya perhiasan itu hanya KW alias abal-abal, bahkan tidak berharga sama sekali.

10. Koin lama atau artefak

Menarik dan tampak sepele, namun sebaiknya tidak kamu remehkan. Koin lama, artefak, atau benda kuno memiliki nilai sejarah penting. Kalau kamu asal ambil, bisa-bisa kamu dianggap telah merusak cagar budaya. Maka, yang bukan menjadi hak kita janganlah berani mengambilnya, waspadalah, waspadalah!

Loading...
error: