Desa-Desa Hewan (Binatang) di Dunia - ngasih.com

Desa-Desa Hewan (Binatang) di Dunia

Desa-Desa Hewan (Binatang) di Dunia

fox village ride times 2012-2015-2020, centerline scores, usdf, usef, dressage daily, fox village apartments, fox news, fox village japanSebuah desa atau pulau wajarnya dihuni dan dipenuhi oleh manusia. Namun apa yang terjadi jika ada sebuah desa atau pulau yang dihuni oleh hewan yang lebih banyak dari penduduk setempat inilah yang terjadi di Christmas Island, Australia.

Jumlah penduduk di pulau ini sekitar 2000 orang namun kalah dengan populasi kepiting merah yang mencapai sekitar 120 juta ekor.

Ada juga Desa Houtong Thailand yang menyediakan segala fasilitas desanya untuk para kucing. Mereka membangun jalanan khusus untuk kucing, membangun banyak rumah kucing dan semua papan petunjuk yang bertemakan kucing. Berikut ini adalah informasi tentang Desa-Desa Hewan di Dunia.

1. Desa Ayam – Kauai (Hawaii)

kauai chicken recipe, kauai chicken caesar wrap, kauai chicken art, kauai chicken shirt, kauai chicken breed, kauai chicken in a barrel, kauai chicken hat, kauai chicken hunting

Kauai chicken
gambar : wikipedia.org

Ayam, biasanya dikenal sebagai hewan ternak. Namun di Kauai – Hawaii, ayam dibiarkan bebas dan dibiarkan menghuni kepulauan ini. Jadi jangan heran jika Anda melihat ayam dibiarkan bebas di sekitar parkiran makanan cepat saji, pusat perbelanjaan, lapangan golf, hingga di sekitar area bandara. Bahkan, populasi ayam disini melebihi jumlah penduduk yang ada di pulau ini. Menurut sejarah, ayam dibawa pertama kali ke pulau ini oleh orang Polinesia dan Eropa sebagai salah satu alat investasi. Namun semenjak badai Iniki meratakan Kauai pada September 1992 lalu, populasi ayam liar bertambah dan menjadikan pulau ini sebagai desa sarang ayam.

Pemerintah sendiri mengeluarkan undang-undang istimewa tentang ayam-ayam tersebut. Ayam-ayam ini dilindungi dibawah hukum Negara layaknya semua jenis burung di Hawaii. Dan menurut penduduk asli Kauai, ayam-ayam liar ini tidak layak untuk dikonsumsi karena dianggap bukan hewan ternak yang dapat dijadikan makanan enak. Hah… bisa gitu yah, padahal jika di Indonesia ayam itu sampe usus-ususnya pun bisa diolah menjadi makanan enak, :v sayang mereka gk tau… πŸ˜€

Baca Juga :  12 Fakta Menarik Tentang Zac Efron yang Perlu Kita Tahu

2. Desa Kepiting Merah – Christmas Island (Australia)

christmas island crabs edible, why aren't christmas island crabs edible, can you eat christmas island red crabs, christmas island crabs youtube, christmas island crabs and yellow crazy ants, christmas island crabs video, christmas island crabs documentary, christmas island crabs can you eat them

Jika Anda ingin merasakan pengalaman melihat kepiting merah yang banyak berbaris sepanjang jalan, sebaiknya Anda mengunjungi Christmas Island Australia pada saat musim hujan. Karena pada saat itu akan ada banyak kepiting yang berpindah tempat dari dalam hutan menuju habitat mereka yang ada di pinggir laut. Pulau yang dikenal dihuni banyak kepiting ini telah menjadi suaka atau tempat konservasi bagi kepiting merah sejak tahun 1980. Jumlah penduduknya yang hanya 2000 orang dan kalah jauh dengan populasi kepiting yang mencapai 120 juta ekor.

Di sini kepiting banyak mendapatkan perlakuan istimewa, karena pada saat mereka berpindah tempat, warga diharapkan untuk mengurangi kegiatan di sepanjang jalan dan pinggir pantai. Selama beberapa minggu kendaraan berat seperti mobil dan truk dilarang melewati sejumlah jalanan yang sering dilewati kepiting merah, dan seiring berjalannya waktu tidak hanya kepiting merah yang berkembang di pulau ini, terdapat 14 jenis kepiting yang juga mendiami pulau seluas 52 mill atau sekitar 83,6 kilometer ini.

3. Desa Kucing – Houtong (Taiwan)

cat village papa hero, cat village houtong, cats village rider, cats village seven, cat village game

Bagi Anda pecinta kucing, sudah pasti akan menyukai Desa yang satu ini. Desa Houtong Taiwan adalah sebuah desa yang akan bisa membuat Anda ditemani ratusan kucing tanpa harus repot mengurusnya. Di sini kucing bermain bebas di seluruh penjuru desa, dan jangan khawatir Anda tidak perlu melakukan pendekatan khusus karena kucing-kucing di sini tidak takut pengunjung dan mudah akrab dengan orang asing.

Awalnya desa ini merupakan daerah pertambangan namun karena industri pertambangan ditutup, perubahan drastis pun terjadi. Banyak penduduk yang meninggalkan desa ini sehingga kini jumlah penduduk setempat lebih sedikit daripada populasi kucing. Menyadari potensi ini, sejumlah relawan berusaha membangun desa ini sebagai desa yang mengistimewakan kucing. Karena banyak pengunjung atau wisatawan mengunjungi desa mereka hanya untuk berinteraksi dengan para kucing. Hingga akhirnya mereka mendekorasi stasiun, lorong stasiun dan rumah-rumah warga dengan menggunakan tema kucing. Warga pun mulai memperkenalkan ke media bahwa Desa Houtong adalah desa kucing. Mereka membuat rumah-rumah kucing, jalanan khusus kucing dan hal-hal yang memanjakan para kucing.

Baca Juga :  9 Jenis Pesawat Tempur Terbaik

4. Desa Rubah – Zao (Jepang)

fox village ride times 2012-2015-2020, centerline scores, usdf, usef, dressage daily, fox village apartments, fox news, fox village japan

Negara Jepang telah dikenal memiliki desa-desa hewan yang dipenuhi oleh kucing ataupun kelinci, kini Jepang kembali memperkenalkan alternatif wisata baru bagi pecinta hewan yaitu Zao, desa Rubah. Desa ini terletak di daerah pegunungan dekat Shiroishi dan memelihara sekitar 100 ekor rubah yang terdiri dari 6 jenis yang berbeda. Dengan membayar sekitar 700 yen atau sekitar 76 ribu rupiah, Anda bisa mengunjungi tempat ini sekaligus memberi makan rubah-rubah yang berkeliaran di dalamnya.

Desa ini sendiri terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian yang terdiri dari rubah-rubah yang ada di dalam kandang dan bagian lainnya yaitu daerah yang berisi ratusan rubah yang bebas berkeliaran. Tentu saja daerah yang kedua menjadi tempat favorit bagi para wisatawan. Dan bagi Anda yang khawatir memberi makan rubah, jangan khawatir karena rubah-rubah ini sudah jinak dan terbiasa menerima makanan dari para pengunjung. Bahkan, Rubah di sini bertingkah lucu dan menggemaskan saat mengetahui Anda membawa makanan ataupun membawa kamera, Anda juga bisa mengamati tingkah laku rubah saat mereka makan mereka berlarian, hingga beberapa rubah yang tidur terlelap. Pemeliharaan Rubah di sini sendiri dikarenakan masyarakat Jepang percaya bahwa Rubah adalah hewan pembawa keberuntungan. Jadi penduduk desa ini percaya dengan banyak membawa Rubah bisa membawa keberuntungan dan kemakmuran bagi desanya.

Itulah informasi beberapa desa yang dipenuhi oleh hewan. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan kita seputar destinasi wisata yang unik dan menarik. (TAM)

Loading...