Jangan Dibuang, Manfaatkan Kulit Kacang Tanah untuk Pupuk Tanaman! - ngasih.com

Jangan Dibuang, Manfaatkan Kulit Kacang Tanah untuk Pupuk Tanaman!

ngasih.com. Kacang tanah begitu lekat dengan budaya Indonesia. Kacang tanah rebus dan panggang menjadi kudapan yang nyaman untuk dinikmati ketika bersantai di rumah, berkumpul bersama keluarga, atau bercengkerama di pos ronda. Bahkan, kacang goreng juga selalu kita jumpai menjadi sajian di meja tamu ketika Idul Fitri. Dan, saking tertanamnya pada kearifan lokal nusantara, dalam dunia sastra ada istilah “kacang lupa akan kulitnya” yang berarti “tidak tahu diri” atau “lupa akan asalnya”.

Karena itu, jangan sampai kita juga menjadi penikmat kacang yang lupa untuk mengurus kulitnya! Setelah makan kacang, jangan abaikan kulit kacang begitu saja hingga tertiup angin dan jadi berserakan. Kumpulkan semua dalam satu wadah, dan pikirkan kembali, apa langkah selanjutnya?

Coba pertimbangkan. Pertama, kalau dibuang, kulit kacang hanya akan menambah sampah organik yang terlupakan. Kedua, kalau tidak dibuang, mau diapakan?

Nah, tenang saja. Kamu tidak perlu gundah gulana hanya karena perkara kulit kacang yang terbengkalai. Faktanya, selain dikreasikan menjadi kerajinan tangan seperti yang dibuat oleh beberapa seniman, kamu juga dapat memperoleh tambahan manfaat dari kulit kacang, lho.

Manfaat kulit kacang tanah untuk tanaman

manfaat kulit kacang tanah untuk tanaman, manfaat kulit kacang tanah, manfaat kulit ari kacang tanah, manfaat dari kulit kacang tanah, kumpulan manfaat kulit kacang tanah, manfaat kacang kulit rebus, manfaat rebusan kulit kacang tanah, pemanfaatan kulit kacang tanah

Manfaat kulit kacang tanah untuk tanaman. via : intisari.grid.id

Salah satunya, mengolah kulit kacang menjadi pupuk! Wah, bisa jadi untung besar nih bagi kamu yang suka berkebun atau bercocok tanam. Bagaimana caranya? Yuk, simak! Berikut ini 7 langkah mudah dan murah membuat pupuk organik dari kulit kacang:

  1. Kumpulkan kulit kacang secukupnya dalam kantong plastik agar tidak tercecer, atau masukkan dalam satu wadah.
  2. Hancurkan atau cacah kulit kacang menjadi potongan-potongan kecil.
  3. Masukkan cacahan kulit kacang dalam botol bekas minuman.
  4. Campurkan irisan kulit jeruk dalam botol plastik berisi cacahan kulit kacang.
  5. Campurkan air, kira-kira setengah botol, lalu tutup rapat.
  6. Biarkan selama dua minggu di balkon atau teras rumah hingga kulit kacang mengalami fermentasi, dan buka tutup botol 2 atau 3 hari sekali untuk mengeluarkan gas.
  7. Apabila fermentasi berlangsung normal dan lancar, voila! Pupuk organik berbahan dasar kulit kacang yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium, sudah jadi dan dapat segera kamu gunakan.
Baca Juga :  Jenis - Jenis Pupuk di Indonesia Kegunaannya

Tapi, ingat, ya. Jika ingin mengaplikasikannya pada tanaman, kamu harus mencairkannya terlebih dahulu. Setelah itu, masukkan dalam botol semprot, dan paparkan pada batang dan akar tanaman. Yang perlu diperhatikan, untuk mengetahui intensitas atau frekuensi pemaparan pupuk, kamu harus menganalisa setiap jenis dan usia tanaman, demi memperoleh dosis yang tepat.

Wah, dengan mengikuti tips di atas, kamu akan mendapatkan beragam manfaat sekaligus, antara lain: (1) mengurangi tumpukan sampah organik; (2) membiasakan perilaku ramah lingkungan; (3) mendapatkan pupuk organik; dan (4) menyuburkan tanaman.

Bagaimana? Alih-alih menjadi kulit kacang yang tak dirindukan, kini bisa menjadi kulit kacang yang didambakan, bukan?

Loading...