Menanam Gobo Dalam Karung Lebih Praktis - ngasih.com

Menanam Gobo Dalam Karung Lebih Praktis

Menanam (Budidaya) Gobo Dalam Karung Lebih Praktis

Umumnya gobo ditanam langsung di lahan terbuka seperti halnya sayuran lain. Kesulitannya, untuk memanen tanah harus digali dalam-dalam supaya umbi akar tidak patah. Kini ada cara yang lebih praktis, yaitu menggunakan karung sebagai tempat media. Hasilnya, panen lebih mudah, kualitasnya pun cukup bagus.

gobo root, gobo root nutrition, burdock root, gobo vegetarian, burdock root vegetable, burdock vegetable, edible burdock, burdock root preparation

Burdock root vegetable
gambar : horizonherbs.com

Tanaman gobo atau disebut juga edible burdock (Arctium lappa) sudah lama dikenal di Indonesia, khususnya di kalangan petani sayur. Sayuran yang banyak dikonsumsi orang Jepang, Korea dan Taiwan ini umumnya ditanam di daerah dataran tinggi, seperti Cipanas (Bogor) atau Lembang (Bandung). Petani biasa menanam langsung di tanah bersamaan dengan tanaman sayur lainnya.

Seperti halnya tanaman wortel atau lobak, gobo ini yang dipanen umbi akarnya. Bedanya, umbi gobo lebih lebih besar dan panjang, bahkan kalau dibiarkan panjangnya bisa mencapai 120 cm. Untuk menghasilkan umbi gobo yang tetap bermutu bagus sampai ke konsumen, umbi tidak boleh patah atau luka. Oleh sebab itu panen harus dilakukan hati-hati. Tanah di sekitar tanaman digali sedalam-dalamnya dengan hati-hati supaya umbi tidak patah dan luka saat dicabut. Kini ada cara yang lebih praktis, yakni ditanam dalam karung. Cara panen lebih mudah dan mutunya dapat diandalkan. Keuntungan lain, perawatannya pun mudah dan tidak butuh areal luas. Media bekas tanam dapat digunakan lagi tanpa pengolahan berat.

1. Karung Sebagai Polibag

Karung yang digunakan sama fungsinya dengan polibag, yaitu sebagai wadah media tanam. Karung bisa diperoleh dari kemasan pupuk yang panjangnya 70-90 cm atau lebih, dengan diameter 45 cm atau lebih. Ukuran karung yang dibutuhkan memang panjang, untuk memberi ruang yang dalam bagi pertumbuhan umbi. Karung yang terlalu pendek akan menghasilkan umbi pendek atau bengkok sehingga tidak menarik konsumen.

Baca Juga :  Jenis-Jenis Rumput Laut dan Manfaatnya

Sebelum diisi media, kedua bagian pojok bawah (dasar) karung diikat tali rafia, supaya bentuknya menjadi bulat teratur dan dapat berdiri tegak setelah diisi media. Bagian dasar karung tidak perlu dilubangi sebab karung ini dapat mengeluarkan sisa air siraman dengan baik.

Karung yang telah terisi media dapat diletakkan berjajan di tepi kebun sebagai pagar atau pembatas tanaman sayuran lain, atau di halaman rumah, serta tempat lain yang memungkinkan.

Media yang digunakan ada dua lapis, yakni lapisan atas yang berfungsi sebagai top soil, dan lapisan bawah sebagai sub soil. Lapisan atas terdiri dari campuran tanah subur, bahan organik, pupuk TSP, KCl, dan kapur pertanian, dengan perbandingan 96:3:0, 09:0, 09:0,15. Sedangkan lapisan bawah hanya berupa tanah subur, khususnya yang cukup mengandung pasir. Perbandingan isi karung 35-40% lapisan atas, dan 60-65% lapisan bawah. Untuk mengisi 100 karung dibutuhkan sekitar 300 kg bahan organik, 9 kg TSP yang telah dihaluskan, 9 kg KCl, dan 15 kg kapur pertanian.

2. Cara Menanam Gobo (Burdock)

budidaya tanaman gobo burdock, tanaman gobo atau tanaman burdock, khasiat tanaman gobo, manfaat tanaman gobo, tanaman obat gobo, harga tanaman gobo

Tanaman gobo (edible burdock)
harmonicherbs.com

Gobo yang ditanam dalam wadah karung ini dapat dipilih dari bibit yang telah disemai atau benih langsung. Benih sebaiknya direndam dulu dalam air hangat (30-40o C) selama 20-24 jam. Menanam dari bibit lebih menguntungkan karena dapat memilih bibit yang sehat, sedangkan menebar benih langsung memerlukan benih dalam jumlah banyak dan perlu penjarangan.

Satu minggu setelah pengisian media, benih atau bibit ditanam dengan jarak 10-12 cm. Tiap karung berisi 6-10 bibit yang berumur 1-2 minggu. Bila menggunakan benih langsung sebaiknya tiap lubang diisi 2-3 benih. Setelah benih ditanam, permukaan karung ditutup plastik atau daun kering selama 4-6 hari. Dan setelah semua benih berkecambah, tutupnya dibuka.

Baca Juga :  Kotoran Sapi Sebagai Pupuk

3. Merawatnya mudah

Tanaman ini relatif tahan kekeringan dan gangguan hama, sehingga perawatannya tidak sulit. Saat bibit sudah mengeluarkan dua daun sempurna, sebaiknya permukaan media ditutupi mulsa dari daun-daun kering (daun bambu, pisang, atau alang-alang). Tujuannya untuk menjaga kelembapan media dan mencegah kerusakan media akibat percikan air hujan. Bila menanam langsung dari benih, perlu dilakukan penjarangan sehingga populasi tanaman tetap 6-10 bibit/karung.

Pemupukan dilakukan 4 kali, yaitu ketika tanaman berumur 3-4 minggu, 6 minggu, 10 minggu, dan 14 minggu. Pemupukan pertama dan kedua menggunakan campuran urea, TSP dan KCl, masing-masing 3 gram, 2 gram, dan 3 gram yang dilarutkan dalam satu liter air. Setiap karung butuh sekitar 300-400 ml campuran pupuk. Pemupukan ketiga dengan campuran ZA 6 gram, dan Kieserit 2 gram, yang dilarukan dalam satu liter air. Masing-masing karung butuh 400 ml. Pemupukan keempat dengan NPK sebanyak 20-30 gram/liter air, dan setiap karung butuh 400-600 ml. Pemberian pupuk dalam bentuk cair ini selain praktis, sekaigus memberi air pada tanaman.

4. Panen setelah 4 bulan

Gobo yang ditanam dalam karung dapat dipanen setelah umur 4 bulan. Pada umur itu umbi akar yang dihasilkan sudah memenuhi standar mutu I, yaitu umbi berdiameter 2-3 cm, berat 200 gram atau lebih, dan panjangnya 60 cm atau lebih. Bila menanam sebanyak 100 karung, dalam waktu 4 bulan akan dihasilkan umbi gobo sebanyak 100-130 kg.

Cara panennya, semua daun terlebih dahulu dipangkas. Selanjutnya umbi dikeluarkan dari karung dengan hati-hati agar tidak patah atau rusak. Jangan langsung dicabut, tetapi sebaiknya dikeluarkan bersama medianya, dan jangan merusak karung sehingga dapat dimanfaatkan lagi. (AANP)

Loading...