Mengenal Lebah Madu dan Pemeliharaannya - ngasih.com

Mengenal Lebah Madu dan Pemeliharaannya

Mengenal Lebah Madu dan Pemeliharaannya

budidaya lebah madu pdf, budidaya lebah madu, penternakan lebah madu, budidaya tawon madu, peternakan lebah madu cibubur, peternakan lebah madu lawang, cara ternak lebah madu, ilmu ternak lebah madu, ternak lebah madu di yogyakarta

Beternak Lebah Madu

Beternak lebah madu sungguh asyik, mampu menjinakkan sengatan tawon, menunjang penyerbukan tanaman dan panen yang yang lumayan. Kita bisa minum madu gratis tiap hari agar badan sehat kuat penuh semangat. Tawon madu gampang diternakkan.

Lebah lokal penghasil madu gampang dijumpai ialah lebah bisaa (Apis indica) yang bisaa juga disebut tawon gula, karena sering kita lihat berkerumun di sekitar gula di pasar-pasar atau masuk ke dalam stoples penjual sirup. Yang agak sulit dijumpai ialah lanceng (Trigona sp) yang bentuknya lebih kecil dari tawon gula dan tidak bersengat tetapi mempunyai perekat yang bisa menempel di rambut, kalau rambutnya kita ganggu.

Lanceng tidak bisaa berkerumun di atas gula atau sirup tetapi lebih suka mencari makan pada bunga tanaman saja. Sedang jenis lebah madu yang lebih sulit lagi dijumpai ialah tawon gung (Apis dorsata), yang bisaa tinggal di pohon tinggi di alas gung liwang liwung (hutan belantara). Ada lagi lebah madu jenis unggul impor yang belum begitu tersebar di Indonesia yang bentuknya lebih besar dari tawon gula dan lebih jinak, yaitu Apis mellifera. Apis indica setiap tahunnya dapat menghasilkan madu kurang lebih 7 kg tiap sarang, sedang Apis mellifera dapat menghasilkan kurang lebih 45 kg.

1. Mati Setelah Kawin

khasiat madu lebah hutan, madu lebah hutan sumbawa, lebah madu pdf, lebah madu wikipedia, lebah madu dalam alquran, lebah madu trigona, lebah madu lokal, lebah madu pramuka, lebah madu adalah

Lebah madu kawin

Tiap keluarga lebah madu terdiri dari kelompok lebah, yaitu lebah ratu, lebah jantan dan lebah pekerja. Tiap sarang hanya mempunyai seekor ratu, dengan lebah jantan sekitar 200 ekor dan lebah pekerja lebih banyak lagi (bisa sekitar 80.000 ekor).

Kalau kita menemukan ciri lebah paling besar dalam sarang, yang merah tua agak kehitam-hitaman warnanya, sedang badannya lebih panjang dari pada sayapnya, maka itulah ratu lebah. Ia bertugas bertelur melulu dan dapat menyengat berkali-kali tanpa lepas sengatnya dari tubuhnya. Kalau diantara telurnya itu ada yang menetas sebagai calon ratu baru, maka calon ini segera memisahkan diri dari keluarga, dengan diikuti sebagian lebah jantan dan lebah pekerja. Kadang-kadang juga dibunuh, waktu ia menetas. Tugas bertelur lebah ratu setiap hari dan bisa terus menerus sampai kurang lebih empat tahun. Kawinnya hanya sekali saja, yaitu pada awal kedewasaannya waktu ia terbang tinggi di udara terbuka, dan kawin di sana dengan seekor jantan yang paling kuat dan tahan terbang tinggi yang berhasil mengejarnya. Sesudah kawin ia tinggal di sarang, terus tidak pindah-pindah kecuali kalau diganggu karena ada revolusi misalnya.

lebah madu pdf, lebah madu wikipedia, lebah madu hutan, lebah madu dalam alquran, lebah madu trigona, lebah madu pramuka, lebah madu apis cerana

Lebah madu mati setelah kawin

Lebah jantan lebih kecil bentuknya daripada ratu, warnanya hitam dan tidak bersengat. Lebah jantan yang berhasil mengawini ratu hanya seekor saja, yang sesudah kawin segera mati kehabisan tenaga. Dalam sarang lebah jantan (yang lain) bertugas menjaga sarang, membersihkan kotoran dan tidak pernah ke luar sarang kecuali waktu minum kawin atau pindah. Ia tidak perlu bekerja mencari makan, tapi justru disuapi saja oleh lebah pekerja.

Lebah pekerja mempunyai ukuran paling kecil dan ramping, kalau dibanding dengan ratu dan lebah jantan. Warnanya coklat, sebetulnya lebah pekerja ini jenis betina juga tapi tidak sempurna kelaminnya sehingga tidak bertelur (kecuali dalam keadaan darurat seperti ratu tidak ada, misalnya. Maka ia bisa bertelur, tapi telurnya menetas menjadi jenis jantan saja). Lebah pekerja ini mempunyai sengat, tapi sekali menyengat, lepaslah sengatnya dari tubuhnya. Dan dua hari kemudian ia mati. Tugas para pekerja ini paling berat, sebagai perawat, pembuat sarang, pencari makan. Umurnya rata-rata dua bulan sedang lebah jantan dapat mencapai umur setahun kalau tidak mati karena mengawini ratu.

2. Kesibukan Dalam Sarang Lebah

sarang lebah madu buatan, sarang lebah in english, sarang lebah dalam bahasa inggris, sarang lebah yang sudah di tinggalkan lebahnya, sarang lebah kelulut, sarang lebah dalam rumah, sarang lebah hutan, sarang lebah madu liar

Sarang lebah hutan

Sesudah kawanan lebah selesai membuat sarang (tala) dan tiap selnya mulai diteluri oleh ratu, maka lebah pekerja segera mengisi sel itu dengan segera sari bunga dan tepung sari, kemudian ditutup lilin tipis, pada saat larva yang menetas dari telur itu akan menjadi kepompong. Telur menetas dalam waktu tiga hari. Menjadi tempayak (larva) yang makan sari bunga dan tepungsari selama enam hari, lalu mulai berubah menjadi kepompong. Diantara sel-sel dalam sarang itu, mungkin ada yang besar sekali ukurannya. Letaknya berlainan dengan yang lain, menonjol pada bagian bawah sisiran dan menghadap ke bawah. Itulah sel yang berisi tempayak calon ratu. Ada pula sel yang menghadap ke samping, ukurannya lebih kecil dari sel calon ratu dan tutupnya agak menonjol. Inilah sel yang berisi tempayak calon lebah jantan. Sel yang ukurannya paling kecil dan rata tutupnya, ialah sel calon lebah pekerja bisaa. Sel untuk menyimpan madu sama besarnya dengan sel calon lebah jantan. Waktu musim bunga (baik tanaman bahan makan, buah-buahan, bunga maupun tanaman serba guna), adalah waktu makmur bagi lebah, mereka giat mengumpulkan sari bunga yang dikenal sebagai nerctan dan tepungsari sebagai persediaan musim paceklik. Nectar yang ditumbun dalam sarang akan diuapkan airnya sampai mengental menjadi madu. Penguapan dan pengentalan ini dilakukan oleh para pekerja dengan meniupkan angin hasil kebasahan sayapnya.

Baca Juga :  Beberapa Cara Ampuh Mencegah dan Mengusir Kelelawar (Kalong)

3. Madu Hasil Karya Lebah

Karena berasal dari bunga tanaman yang berbeda-beda, warna dan rasa madu hasil pengentalan nectar itu berbeda-beda pula. Ada yang berwarna keruh dengan bau tertentu, ada yang gelap dan ada yang putih. Selain mengandung garam mineral, protein, lemak dan vitamin A, B dan C.

Selain dipakai sebagai obat pemulihan kekuatan, madu juga diminum untuk memanjangkan umur, kalau rajin diminum tiap hari. Tetapi minum madu yang berlebihan justru tidak baik. Kelenjar pankreas akan terganggu, orang dewasa minum 2 sendok teh tiap pagi, 2 sendok teh tiap siang dan 2 sendok teh lagi tiap malam sudah cukup. Anak malah  18 cmhanya boleh satu sendok teh saja tiap hari.

4. Cara Membuat Sarang (Box) Lebah Madu Modern

jenis lebah penghasil madu, jenis lebah madu, macam macam lebah, klasifikasi lebah, pakan lebah

Kandang budidaya lebah madu
gambar : wikipedia.org

Daripada selalu membeli madu yang mungkin tidak asli, lebih baik kita pelihara lebah saja barang satu rumah (glodog) sebagai latihan pertama. Jangan menggunakan glodog kuno, berupa kayu dibelah dan dikrowoki dalamnya seperti yang banyak kita lihat itu, tapi kita buat glodog modern. Dengan glodog modern, madu akan terpisah dari tempayak, sehingga mudah diambil.

Urut-urutan kerja pembuatan glodog modern dari papan setebal 2 cm dapat ditempuh sebagai berikut : Pertama dibuat kotak yang sebelah dalamnya berukuran 34 cm x 18 cm x 7½ cm. Muka belakang (yakni yang berukuran 18 cm) bagian bawahnya masing-masing dilubangi 5 cm x 1 cm. (Lubang ini nanti gunanya untuk keluar masuknya lebah). Kotak ini alasnya ditutup papan berukuran 40 cm x 24 cm, sehingga papan ini lebih menonjol daripada kotak diatasnya. Kalau pekerjaan ini selesai berarti dasar glodog sudah terbuat.

Langkah kedua membuat kotak penelusuran dengan ukuran bagian dalamnya 34 cm x 18 cm x 13 cm. Atas dan bawah kotak tidak usah ditutup, bagian luar sebelah bawah kotak diberi papan penghalang berkeliling. Papan penghalang lebarnya 10 cm dan ditempelkan pada kotak selebar 4 cm sehingga berrsisa menonjol ke bawah 6 cm. Tonjolan ini nanti berfungsi sebagai pengunci antara kotak peneluran dan kotak dasar supaya tidak bergeser kiri kanan, tetapi mudah diangkat lepas bila perlu. Bagian dalam kotak peneluran pada sisi yang berukuran 18 cm dari atas sejauh 3 cm ditempeli papan setebal 1½  cm dan lebarnya 2 cm. Tempelan ini gunanya untuk menggantung frame (tempat tala) nanti. Demikian juga muka belakang (yang berukuran 18 cm) di tengah-tengahnya dilibangi selebar 3,7 mm saja dan sekaligus di bawah lubang sebelah luar ditempeli papan secukupnya, yang nanti dipakai bertengger sementara oleh lebah sebelum masuk libang atau terbang cari makanan. Jangan lupa setelah ini jadi, pada salah satu dinding samping dibuatkan pintu untuk memudahkan kita melakukan perawatan. Pintu dibuat dengan engsel-engsel di atas sejauh 5 cm dari tepi atas kotak. Dengan demikian pintu dapat dibuka dari bawah dan kalau tidak dibuka akan menutup sendiri. Tetapi walaupun demikian pintu perlu diberi kunci dari kayu sebagai penghalang supaya pintu tidak terbuka sembarang.

cara membuat sarang lebah, cara membuat sarang lebah kelulut, membuat kotak lebah madu, sarang lebah madu buatan

Sarang lebah madu buatan

Setelah kotak peneluran beres, lalu dibuat kotak sarang madu, yang berukuran 34 cm x 18 cm x 15 cm bagian dalamnya. Cara membuatnya sama dengan cara membuat kotak peneluran. Jadi juga ada lubang untuk keluar masuk lebah yang lebarnya 3,7 mm itu, ada papan penghalang kotak supaya tidak bergeser kiri kanan bila numpang di atas kotak peneluran, ada papan untuk menggantung frame dan ada juga pintunya untuk memudahkan perawatan.

Baca Juga :  Mengatasi Sakit Perut karena Cacing pada Anak Anjing

Antara kotak peneluran dan kotak sarang madu yang nantinya terletak di atas frame kotak peneluran, dibuatkan penyekat (boleh dari papan, boleh dari kawat kasa) berukuran 34 cm x 18 cm. Penyekat ini gunanya untuk menghalangi ratu supaya tidak dapat naik ke kotak sarang madu, tetapi lebah pekerja masih bisa melewati penyekat. Dengan demikian ratu tidak dapat bertelur di kotak sarang madu. Penyekat harus dilubang-lubang berjejer yang tiap lubang harus pas 3,7 mm saja lebarnya.

Kotak sarang madu selesai, diteruskan membuat frame untuk tempat tala, bahannya dari papan juga. Bentuknya segi empat, ukuran besarnya disesuaikan dengan kotak peneluran kalau nanti untuk kotak peneluran dan kotak sarang madu (kalau untuk diletakkan dalam kotak sarang madu). Tebal frame 1 cm dan lebarnya 2 cm, frame yang menempel tempat gantung dalam kotak dibuat satu cm, satu cm. Sehingga kalau frame dipasang nanti, akan berjejer-jejer dengan jarak satu dengan yang lain 2 cm. di atas frame kotak sarang madu diberi penyekat kawat kasa supaya lebah tidak bisa naik ke atas.

Yang terakhir ialah membuat tutup, supaya glodog tidak kena hujan atau panas matahari. Dibuat seperti atap rumah yang dinding muka belakang atau kiri kanan diberi lubang angin yang agak cukup lebar (tapi kemudian harus ditutup dengan kawat kasa, supaya tidak dimasuki lebah). Lubang angin ini penting sekali, uap air waktu hawa dingin akan mengembun yang nantinya meruka tala di bawahnya. Tutup juga diberi penghalang di luarnya atau langsung membungkus sedikit pas kotak sarang madu. Dengan demikian tutup mudah diangkat lepas dan dipasang kembali pada kotak sarang madu.

5. Pengisian Lebah

cara membuat sarang lebah, cara membuat sarang lebah kelulut, membuat kotak lebah madu, sarang lebah madu buatan, sarang lebah madu buatan

membuat kotak lebah madu

Glodog juga jadi, tinggal diisi lebah, kalau membeli lebah jenis unggul belum berhasil, bisa saja mengisi glodog dengan jenis lokal, walaupun hasil madunya agak kurang. Lebah dipindah dari glodog lama yang sudah ada atau dari tempat lain. Waktu memindah sebaiknya malam hari karena lebih mudah dan tidak perlu alat lebih banyak. Alatnya cukup sarung tangan (kalau ada dari karet), welat atau pisau, tali plastik/rafia dan lanpu senter. Glodog baru didekatkan glodog lama atau sebaliknya. Glodog baru diangkat tutup dan kotak sarang madunya, tinggal siap sarang penelurannya. Glodog lama dibuka, tala diiris pada bagian yang menempel kayu dan satu persatu diikat dengan rafia pada frame menggantung pada bagian atas, kemudian dipasang pada sarang peneluran. Semua tala pada glodog lama harus diangkat semua.

Kalau sudah beres, baru semua lebah dimasukkan dalam sarang peneluran, dengan jalan glodog lama yang masih ada sisa lebahnya diangkat di atas sarang peneluran dan lebah disapu pelan-pelan supaya jatuh di sarang peneluran. Jangan ada yang ketinggalan satupun, kalau ada jangan-jangan malah ratunya yang ketinggalan, kalau ketinggalan kemungkinan besar semua lebah tidak mau menempati rumah baru itu.

Baca Juga :  Tahap Perkembangan Mental Anak Anjing

Jika semua lebah sudah berada pada sarang peneluran, lalu dipasang sekat di atas tala dengan pelan-pelan ditekan ke bawah sampai pas betul menumpang di atas frame. Ditekan pelan-pelan itu untuk memberi kesempatan lebah-lebah turun ke bawah. Semua lebah sudah berada dalam sarang peneluran, berarti beres. Tinggal memasang sarang madu beserta frame dan tutup, kemudian glodog diletakkan di tempat yang aman (di tempat teduh, bebas dari asap, tidak mudah terganggu oleh hama atau mahluk lain). Setelah seminggu yakni setelah tala direkat oleh lebah pekerja pada frame, tali pengikat harus dilepas supaya tidak mengganggu kehidupan lebah selanjutnya.

6. Pemeliharaan

cara beternak lebah madu, cara beternak lebah madu bagi pemula, memelihara lebah madu bambang agus murtidjo, cara memelihara lebah madu, anatomi lebah madu, lebah madu hutan, tanaman pakan lebah, stup lebah

Pemeliharaan dan perawatan sarang lebah madu

Dalam minggu pertama setelah lebah tinggal di glodog jangan diusik-usik supaya mereka tenang menyiapkan tala tempat peneluran. Berikutnya selalu diperhatikan dan diperiksa bila ada hama cecak, kupu atau lainnya, harus disingkirkan. Seminggu sekali dasar glodog dibersihkan dari kotoran-kotoran. Kalau tala kelihatan rusak karena penyakit tertentu sebaiknya tala tersebut dibuang saja, kalau kita belum tahu cara mengobatinya.

Kalau saat paceklik yakni waktu jarang bunga-bunga berkembang, lebah harus diberi makanan tambahan supaya lebah tidak melarikan diri karena sulit makanan. Makanan tambahan berupa sirup dari gula yang direbus (yakni 1 bagian gula direbus dalam 1 bagian air, setelah mendidih diangkat). Dibuatkan juga adonan yang berupa : 1 bagian ragi tape, 1 bagian susu bubuk skim, 3 bagian tepung kedelai dan madu secukupnya. Ini semua akan membantu pertumbuhan lebah,  sedapat mungkin sirup maupun adonan tersebut diletakkan di dalam glodog supaya tidak dimakan binatang lain. Dan kalau musim kemarau sulit iar, dekat glodog perlu disediakan air. Apabila sekitar tempat glodog memang betul-betul tidak ada bunga-bunga yang mekar, baik juga malam-malam glodog dipindah ke lain tempat yang banyak bunganya.

Untuk menjaga supaya keluarga lebah dalam glodog tidak gampang kabur, lubang masuk glodog bagian bawah yang agak lebar itu, sebaiknya sebagian ditutup sehingga lebarnya tinggal 3,7 mm saja, yang jadi penghalang tidak dapat keluar dari glodog. Tetapi pada suatu saat kalau ada bakal calon ratu baru yakni ada sel 1 tala yang menggantung ke bawah, kalau sudah menetas sebaiknya ratu lama bila kelihatan sudah tidak produktif bertelur, diambil saja biar ganti ratu muda baru itu. Sekaligus lubang glodog bagian bawah dibuat lebar lagi supaya ratu muda bisa terbang ke udara untuk melaksanakan perkawinan.

Kalau frame semua penuh tala yang berarti ratu masih subur, di atas kotak peneluran perlu ditambah lagi kotak peneluran baru sehingga bersusun jadinya. Tetapi jika tidak punya kotak peneluran, tala dipanen sebagian (tiga tala misalnya) supaya bekas panenan dapat dibangun tala baru.

Pada suatu saat nanti jika tala kelihatan kosong dan tidak ada telur baru, tetapi hanya ada sel-sel yang berisi calon lebah jantan, ini adalah suatu pertanda bahwa keluarga lebah itu sudah tidak ada ratunya. Kalau menyaksikan begini, sebaiknya dicarikan calon ratu baru, sebab kalau tidak berarti keluarga lebah itu akan makin menyusut atau melarikan diri pergi semua.

Pada waktu musim bunga, kira-kira 2½ bulan setelah dipelihara, madu sudah dapat dipanen, tetapi perlu diperhatikan yang dipanen tala madu yang sudah tertutup selnya saja sedang yang belum tertutup jangan. Sebab madu dalam sel yang belum tertutup berarti masih banyak mengandung air dan dapat cepat rusak karena peragian. Kalau belum punya ekstraktor (alat untuk memusing sarang madu supaya madunya keluar), madu dapat diambil dengan jalan sarang madu diperas saja.

Memelihara lebah, hasilnya tidak hanya madu saja, tetapi juga malam tepungsari, susu ratu, zat perekat dan racun lebah. Selain itu penyerbukan bunga tanaman menjadi lebih lancar dan hasil tanaman bertambah. #LP

Loading...