Tarif Baru BPJS Kesehatan dan Penyebab Kenaikannya - ngasih.com

Tarif Baru BPJS Kesehatan dan Penyebab Kenaikannya

Meskipun terjadi pro dan kontra, Pemerintah secara resmi telah menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kenaikannya pun tidak tanggung-tangung, yakni sebesar 100%.

Aturan kenaikan iuran BPJS tersebut tertuang dalam Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 75 Tahun 2019 yang merupakan perubahan atas Perpres Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Hal semacam ini tentu saja membuat banyak yang berpikir dua kali untuk ikut Jaminan Kesehatan dari Pemerintah ini. Pasalnya jika memang sama-sama mengeluarkan biaya besar, kenapa tidak memilih asuransi saja.

Toh di luaran sana juga banyak sekali perusahaan asuransi jiwa dan kesehatanyang secara pelayanan lebih baik jika dibanding BPJS. Namun terkadang masih ada perasaan kurang percaya jika harus memilih perusahaan asuransi.

Wajar saja hal semacam ini terjadi, pasalnya ada cukup banyak kasus penipuan di bidang asuransi. Banyak yang uangnya hilang begitu saja tanpa tahu bagaimana nasib uang tersebut.

Ketidak percayaan di sini umumnya lebih karena kekhawatiran salah pilih perusahaan asuransi terpercaya. Jika memang ini yang Anda takutkan, kenapa tidak mengajukan asuransi di Futuready.comsaja.Yang merupakan Supermarket Asuransi Online terbaik di Indonesia.

Artinya jika Anda memilih mengajukan asuransi di sana, Anda akan dihubungkan dengan berbagai perusahaan asuransi terbaik yang ada di Indonesia. Jadi potensi Anda tertipu dengan perusahaan asuransi bisa dihindari.

apa bpjs kesehatan naik, apa bpjs kesehatan itu, apakah bpjs kesehatan wajib, apakah bpjs kesehatan bisa berhenti, apakah bpjs kesehatan naik, benarkah bpjs kesehatan naik, benarkah bpjs kesehatan akan naik, benarkah bpjs kesehatan tidak lagi gratis, berapa lama bpjs kesehatan aktif, berapa lama bpjs kesehatan bisa aktif, berapa iuran bpjs kesehatan 2019-2020, berapa kenaikan bpjs kesehatan 2019-2020

Alasan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Alasan terbesar kenapa iuran BPJS Kesehatan dinaikkan adalah untuk menutupi defisit keuangan BPJS yang selalu saja terjadi setiap tahunnya. Misalnya saja pada tahun 2014 saja, BPJS mengalami defisit hingga Rp 1,9 triliun.

Dan celakanya defisit ini semakin bertambah naik setiap tahunnya. Contohnya saja pada tahun 2016, BPJS Kesehatan mengalami defisit hingga Rp 9,4 triliun. Meskipun sempat turun pada tahun 2016, yakni hanya sebesar Rp 6,4 triliun, namun defisit BPJS Kesehatan kembali lagi mengalami kenaikan pada tahun 2017 yakni sebesar Rp 13,8 triliun.

Baca Juga :  7 Manfaat Daun Singkong untuk Kesehatan

Pada tahun 2018, BPJS Kesehatan kembali lagi mengalami kenaikan defisit hingga Rp 19,4 triliun. Lalu bagaimana di tahun 2019. Pada tahun ini, BPJS Kesehatan diprediksi akan mengalami kenaikan defisit lagi. Bahkan kenaikannya diprediksi mencapai Rp 32,8 triliun.

Yang membuat cukup janggal sebenarnya adalah kenapa BPJS Kesehatan selalu mengalami defisit setiap tahunnya? Menurut BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan), ada beberapa alasan kenapa BPJS Kesehatan selalu mengalami defisit setiap tahunnya.

Namun yang cukup mengejutkan, menurut BPKP faktor utama kenapa BPJS Kesehatan selalu mengalami kerugian adalah karena cukup banyak rumah sakit yang bersikap curang. Meskipun tidak dipungkiri juga jika perusahaanpun juga ikut-ikutan melakukan kecurangan.

Alasan lain kenapa BPJS Kesehatan selalu mengalami defisit adalah karena pelayanan tidak sebanding dengan peserta. Selain itu masih terdapat cukup banyak data yang tidak sesuai, sistem klaim yang tidak benar hingga banyak peserta BPJS Kesehatan yang menunggak.

Melihat fakta-fakta di atas, bukan sesuatu yang mengejutkan jika BPJS Kesehatan selalu mengalami kerugian setiap tahunnya. Namun yang perlu diperhatikan pemerintah sebenarnya adalah bagaimana memperbaiki sistem yang ada di BPJS Kesehatan. Bukan mengambil jalan pintas dengan menaikkan iuran BPJS seperti sekarang ini.

Besaran Tarif Kenaikan Iuran BPJS

Kenaikan sebesar 100% memang terbilang cukup besar. Maka wajar saja jika banyak pihak yang menyayangkan langkah dari pemerintah. Pertanyaannya, berapa tarif kenaikan iuran BPJS setelah mengalami kenaikan sebesar 100%? Lalu kapan kebijakan ini mulai diberlakukan?

Baca Juga :  Warna Cat yang Baik untuk Kesehatan di Rumah Anda
  1. Kelas III

Untuk BPJS Kesehatan kelas III, yang dulunya Rp 25.500, setelah mengalami kenaikan maka iuran yang harus dibayarkan menjadi Rp 42.000 per bulannya.

  1. Kelas II

Sementara itu, untuk BPJS Kesehatan kelas II, yang semula Rp 51.000 setelah mengalami kenaikan maka iuran yang harus dibayarkan menjadi Rp 110.000 per bulannya.

  1. Kelas I

Kemudian untuk para pemegang kartu BPJS Kelas I, yang semula Rp 80.000 setelah mengalami kenaikan maka iuran yang harus Anda bayarkan per bulannya menjadi Rp 160.000.

Lalu kapan kenaikan iuran BPJS Kesehatan mulai diberlakukan? Rencananya tarif baru ini akan diberlakukan mulai 1 Januari 2020 untuk kelas Mandiri. Dan kenaikan iuran tersebut juga berlaku bagi PBI atau Penerima Bantuan Iuran dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Untuk pemegang BPJS golongan PBI ini, yang awalnya dikenakan tarir RP 23.000 per bulannya, setelah peraturan ini diberlalukan maka naik menjadi Rp 42.000 per bulannya yang akan dibayarkan oleh pemerintah. Sebenarnya untuk PBI ini justru sudah mulai diberlakukan sejak 1 Agustus 2019 kemarin.

Pelayanan Harus Ditingkatkan

Sebenarnya tidak masalah jika iuran BPJS Kesehatan dinaikkan. Asalkan kenaikan tersebut dibarengi dengan semakin baiknya pelayanan BPJS Kesehatan. Jangan sampai ada lagi cerita rumah sakit yang menelantarkan pasiennya. Apalagi jika pasien tersebut pemegang kartu BPJS Kesehatan kelas III atau BPJS Kesehatan Golongan PBI.

Selain perbaikan pelayanan kesehatan, perbaikan manajemen pengelolaan BPJS Kesehatan juga harus diperbaiki. Jangan sampai hanya gajinya saja yang besar namun kemampuan manajemennya nol besar.

Baca Juga :  6 Cara Melindungi Tubuh dari Radiasi Elektromagnetik

Jika kenaikan tarif iuran tidak dibarengi dengan perbaikan-perbaikan di beberapa sektor, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap instansi ini menjadi semakin berkurang. Bahkan bukan tidak mungkin jika masyarakat akan beralih ke instansi lain yang dirasa lebih baik dalam hal pelayanan kesehatan serta manajemen pengelolaan perusahaannya.

Dan jika BPJS Kesehatan secara kualitas pelayanan masih sama saja, kenapa Anda tidak berpikir untuk memilih perusahaan asuransi yang lebih jelas dari segi manfaat dan keuntungan yang didapatkan.

Loading...