Waspada Sinar UV, Penyebab Kanker Kulit yang Berbahaya - ngasih.com

Waspada Sinar UV, Penyebab Kanker Kulit yang Berbahaya

ngasih.com. Kanker kulit menjadi jenis kanker yang paling marak terjadi di Irlandia Utara akibat paparan sinar UV (ultraviolet) yang berlebihan. Sinar UV tersebut dapat berasal dari matahari, maupun sunbed atau mesin pencokelat kulit. Karena itulah, orang-orang yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia juga harus mengenal dan mulai mewaspadainya.

Lantas, apa itu radiasi UV?

Radiasi UV dari matahari terdiri dari UVA, UVB, dan UVC. Meski UVC dapat terserap oleh lapisan ozon dan tidak mencapai permukaan bumi, UVA dan UVB mampu menembus ozon dan berpotensi menyebabkan kerusakan kulit, berupa pencokelatan, kulit terbakar, penuaan, keriput, hingga kanker kulit.

radiasi sinar matahari

Apa saja radiasi yang disebabkan oleh sinar matahari

Kendati sama-sama bersumber dari matahari, intensitas paparan UVB dan UVA berbeda. Intensitas UVB bervariasi, tergantung musim, lokasi, dan waktunya (tertinggi pukul 11.00—15.00 saat musim kemarau), sedangkan paparan UVA dapat kita rasakan sepanjang tahun. Tidak seperti UVB yang menyebabkan kulit terbakar, UVA memasuki lapisan kulit terdalam dan berdampak pada penuaan sel.

Namun, risiko yang terjadi juga dipengaruhi oleh durasi paparan UV. Dalam jangka pendek, radiasi sinar UV dapat menimbulkan bintik hitam dan ruam. Semakin sering paparan dalam durasi yang singkat, dapat menyebabkan kulit kemerahan, perih, dan terbakar. Sementara itu, paparan UV dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penuaan sel kulit yang berdampak pada kulit kering, keriput, kendur, bernoda hitam, dan masalah pigmentasi, yang seluruhnya dapat berisiko menjadi kanker kulit.

Untuk dapat menghindarinya, kita perlu mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi intensitas radiasi UV, yaitu:

  • Posisi matahari, dengan intensitas UV semakin tinggi pada tengah hari.
  • Pembagian tahun. Intensitas UV tertinggi pada musim kemarau di wilayah 2 musim, atau musim semi di wilayah 4 musim.
  • Garis lintang, dengan paparan radiasi tertinggi di garis ekuator.
  • Kondisi awan sebagai penghalang radiasi.
  • Ketebalan lapisan ozon yang dapat membantu menyerap radiasi.
  • Ketinggian wilayah, dalam kondisi atmosfer yang tipis di dataran tinggi hanya dapat memfilter sedikit radiasi UV.
Baca Juga :  Cara Membuat Anak Orang ini Aneh! Hingga Punya 106 Anak, Kok Bisa?

Selain faktor-faktor di atas, kita juga perlu mengetahui bahwa intensitas UV tidak berkaitan dengan temperatur udara. Dalam kondisi siang yang terang dengan refleksi cahaya matahari dari awan, paparan radiasi UV tetap tinggi meski dalam kondisi dingin.

Nah, kalau begitu, apa upaya yang dapat kita lakukan untuk menghindari efek negatif sinar UV?

menghindari sinar uv, sinar uv adalah, sinar uv matahari, sinar ultraviolet adalah, sinar ultraviolet alami berasal dari radiasi, sinar ultraviolet berasal dari, sinar uv yang baik untuk tubuh, contoh sinar uv, jam berapa sinar uv muncul, jam berapa sinar uv, asal sinar uv, apa yang dimaksud dengan sinar uv

Rajin-rajinlah merawat kulit. Gunakan losion atau produk yang mengandung SPF atau Sun Protection Factor, yang populer kita kenal sebagai tabir surya, sunblock, atau sunscreen. Selain itu, kita juga perlu menjaga kesehatan sel-sel tubuh dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E dan antioksidan tinggi.

Tapi, ingat ya. Matahari bukan musuh kita. Kendati dapat berbahaya bagi kulit dalam dosis yang berlebih, sinar matahari juga memiliki fungsi vital bagi keberlangsungan makhluk hidup di muka bumi.

Jadi, tidak perlu khawatir. Selama kamu telah menggunakan tabir surya, santai saja. Let’s get out, and be fun with the sun!

Loading...